FinanSaya.com – Orang kaya tidak selalu datang dengan pakaian bermerek, mobil mencolok, atau unggahan liburan mahal. Dalam banyak kasus, ada orang yang terlihat biasa saja, tetapi memiliki tabungan, investasi, bisnis, atau aset bernilai besar. Fenomena seperti ini sering disebut diam-diam banyak duit. Namun, kekayaan seseorang tidak bisa dipastikan hanya dari penampilan atau kebiasaan sehari-hari.
Ciri diam-diam banyak duit berikut lebih tepat dibaca sebagai pola finansial. Pola ini kerap berkaitan dengan kemampuan membangun kekayaan, menahan konsumsi, mengelola uang, dan menambah aset dalam jangka panjang.
1. Gaya Hidup Tidak Selalu Ikut Naik
Salah satu tanda diam-diam banyak duit yang sering terlihat pada orang dengan keuangan kuat adalah gaya hidupnya tidak langsung naik saat penghasilan bertambah.
Bonus, kenaikan gaji, atau keuntungan usaha tidak otomatis berubah menjadi cicilan mobil baru, gawai terbaru, atau pengeluaran rutin yang lebih mahal.
Dalam studi Christopher D. Carroll berjudul Why Do the Rich Save So Much? yang diterbitkan sebagai working paper NBER, rumah tangga dengan tingkat pendapatan seumur hidup lebih tinggi cenderung memiliki tingkat tabungan seumur hidup lebih tinggi.
Artinya, tambahan pendapatan tidak selalu habis untuk konsumsi. Sebagian orang justru memakai kenaikan penghasilan untuk memperbesar tabungan, investasi, atau aset produktif.
2. Tidak Sibuk Membuktikan Diri Kaya
Punya uang dan ingin terlihat punya uang adalah dua hal berbeda. Ada orang yang membeli barang mahal karena memang butuh, tetapi ada juga yang membelinya untuk memberi sinyal status.
Dalam ekonomi, perilaku semacam ini dikenal sebagai conspicuous consumption atau konsumsi mencolok.
Penelitian Benedikt Mihm di The Economic Journal membahas bagaimana konsumsi mencolok dapat dipakai sebagai sinyal pendapatan kepada orang lain.
Karena itu, orang yang tidak suka memamerkan barang mahal bukan berarti tidak mampu. Bisa saja ia memang tidak membutuhkan pengakuan sosial dari logo, merek, atau harga barang.
Pada orang yang diam-diam banyak duit, kekayaan sering tidak ditampilkan sebagai pertunjukan.
3. Lebih Mengejar Nilai daripada Logo
Orang yang diam-diam banyak duit biasanya lebih fokus pada nilai suatu barang. Mereka mempertimbangkan manfaat, daya tahan, harga, biaya perawatan, dan apakah barang itu benar-benar diperlukan.
Merek tetap bisa menjadi pertimbangan, tetapi bukan satu-satunya alasan membeli.
Pola ini berkaitan dengan pengendalian diri. Penelitian Camilla Strömbäck dan rekan-rekan dalam Journal of Behavioral and Experimental Finance menemukan bahwa orang dengan self-control lebih baik lebih mungkin menyisihkan uang dari setiap pendapatan dan menunjukkan perilaku keuangan yang lebih baik.
Dengan kata lain, kemampuan menahan dorongan belanja dapat menjadi bagian penting dari proses membangun kekayaan.
4. Punya Aset yang Tidak Terlihat
Kekayaan bersih tidak selalu terlihat dari luar. Seseorang mungkin tidak memakai kendaraan mahal, tetapi memiliki saham, rekening pensiun, properti, atau kepemilikan bisnis.
Survey of Consumer Finances 2022 dari Federal Reserve menunjukkan kepemilikan saham meningkat seiring tingkat pendapatan. Sebanyak 95 persen keluarga pada kelompok 10 persen pendapatan teratas memiliki saham, baik langsung maupun tidak langsung.
Baca Juga: Inflasi Pelan-Pelan dan Rasa Aman yang Menipu
Survei yang sama juga menunjukkan hampir separuh keluarga dalam kelompok pendapatan teratas memiliki bisnis privat.
Ini menjelaskan mengapa orang yang diam-diam banyak duit bisa saja memiliki neraca kekayaan kuat. Uangnya bukan menempel di tubuh, melainkan berada di aset.
5. Pengeluaran Besar Tidak Impulsif
Ciri lain orang yang diam-diam banyak duit adalah tidak mudah membuat keputusan besar secara impulsif.
Bukan berarti mereka tidak pernah membeli barang mahal. Bedanya, pembelian besar biasanya dipikirkan berdasarkan tujuan, manfaat, dan kemampuan finansial.
Studi Nina Biljanovska dan Spyros Palligkinis dalam Journal of Banking & Finance menemukan bahwa kegagalan self-control, termasuk dalam perencanaan dan komitmen terhadap tujuan, berkaitan dengan kekayaan bersih rumah tangga yang lebih rendah dan tekanan finansial lebih tinggi.
Karena itu, kebiasaan menunda keputusan, membandingkan pilihan, dan menghitung dampak pembelian bisa menjadi sinyal pengelolaan uang yang lebih matang.
6. Tidak Mudah Guncang oleh Pengeluaran Mendadak
Orang yang diam-diam banyak duit biasanya memiliki bantalan. Ketika muncul pengeluaran mendadak dalam skala wajar, mereka tidak selalu langsung harus berutang atau menjual barang.
Namun, saldo rekening harian bukan satu-satunya ukuran kekayaan.
Studi NBER oleh Greg Kaplan, Giovanni L. Violante, dan Justin Weidner membahas kelompok wealthy hand-to-mouth. Kelompok ini memiliki aset likuid terbatas, tetapi menyimpan kekayaan besar dalam aset tidak likuid seperti rumah atau rekening pensiun.
Jadi, orang berduit tidak selalu memegang uang tunai besar setiap saat. Kekuatan finansial juga bisa berasal dari struktur aset yang lebih kokoh.
7. Lebih Tertarik Menambah Aset
Perbedaan utama sering terlihat dari arah penggunaan uang. Orang yang fokus membangun kekayaan cenderung bertanya bagaimana uang bisa disimpan, diinvestasikan, atau dipakai menciptakan sumber penghasilan baru.
Mereka tidak selalu mengejar kesan kaya. Fokusnya lebih dekat pada kepemilikan aset, arus kas, dan kemampuan finansial jangka panjang.
Data Federal Reserve menunjukkan keluarga pemilik bisnis rata-rata memiliki pendapatan dan kekayaan lebih tinggi dibandingkan keluarga tanpa bisnis.
Karena itu, orang yang diam-diam banyak duit mungkin terlihat biasa dalam keseharian. Kekayaannya dapat tersembunyi dalam bisnis, investasi, properti, rekening pensiun, atau aset lain yang tidak kasatmata.
Tidak ada satu ciri yang bisa memastikan seseorang benar-benar kaya. Namun, berbagai riset menunjukkan pola yang konsisten: kekayaan lebih dekat dengan kemampuan mengendalikan konsumsi, menabung, mengelola uang, dan mengumpulkan aset daripada sekadar terlihat mampu membeli barang mahal. (Sol)




