JConnect Run Soerabaja 10K 2026 Diikuti 3700 Pelari

|

4 Views
JConnect Run Soerabaja 10K 2026 Diikuti 3700 Pelari

FinanSaya.com – Sebanyak 3.700 pelari mengikuti JConnect Run Soerabaja 10K 2026 yang mengambil titik start dari halaman Balai Kota Surabaya, Minggu (27/9/2026) pagi.

Jumlah tersebut meningkat dibandingkan penyelenggaraan tahun sebelumnya yang diikuti sekitar 2.800 peserta.

Artinya, jumlah pelari bertambah sekitar 900 orang atau sekitar 32,1% dalam setahun berdasarkan data yang diberikan.

Event JConnect Run Soerabaja 10K 2026 yang didukung Pemerintah Kota Surabaya itu mempertandingkan dua kategori, yakni 10K dan 5K.

JConnect Run Soerabaja 10K 2026 Makin Ramai

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi ikut turun sebagai peserta pada kategori 5K.

Ia menilai antusiasme masyarakat terhadap JConnect Run Soerabaja 10K 2026 semakin tinggi dan membuka peluang pengembangan pada penyelenggaraan berikutnya.

“Antusias warga luar biasa, pelari runners-nya juga luar biasa. Insyaallah di tahun depan tadi ngobrol dengan Pak Dirut (Bank Jatim) akan ditambah lagi untuk jarak dan jumlah runners-nya, tunggu tahun depan,” kata Wali Kota Eri.

Namun, pembicaraan awal antara Pemkot dan Bank Jatim menunjukkan penyelenggara ingin memperluas skala kegiatan.

Peserta Bertambah Sekitar 900 Pelari

Pada 2025, JConnect Run Soerabaja 10K 2026 ini disebut diikuti sekitar 2.800 pelari.

Tahun ini jumlahnya mencapai 3.700 peserta.

Kenaikan tersebut menjadi salah satu indikator meningkatnya minat masyarakat terhadap event olahraga di Surabaya.

Direktur Utama PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk Winardi Legowo mengatakan kegiatan ini merupakan bagian dari kepedulian Bank Jatim terhadap olahraga, UMKM, dan masyarakat.

“Bank Jatim JConnect Run Soerabaja 10K 2026 itu kita selenggarakan sebagai bentuk kepedulian Bank Jatim paling tidak terhadap tiga hal. Yang pertama, upaya untuk memberikan event bagi olahraga di Surabaya atau di Jawa Timur,” kata Winardi.

Menurutnya, tingginya jumlah peserta juga memperlihatkan respons masyarakat terhadap kegiatan berskala besar yang digelar di Kota Pahlawan.

“Ini memperlihatkan bahwa masyarakat Surabaya peduli dengan event-event atau momen seperti ini,” jelas dia.

UMKM Ikut Mendapat Ruang

Selain olahraga, Bank Jatim mengaitkan penyelenggaraan event dengan pemberdayaan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah.

Kehadiran ribuan peserta dinilai memberi kesempatan bagi UMKM untuk berpartisipasi dalam kegiatan yang mendatangkan banyak pengunjung.

“Nah, ini artinya kita memfasilitasi supaya UMKM yang ada di Surabaya ini memiliki event ya. Sehingga ini merupakan eh bentuk kontribusi Bank Jatim untuk kemajuan UMKM di Jawa Timur atau di Surabaya,” ujarnya.

Keterlibatan UMKM menjadi penting karena event olahraga dapat menghasilkan aktivitas ekonomi di luar perlombaan.

Peserta membutuhkan makanan, minuman, transportasi, hingga produk pendukung kegiatan selama berada di Surabaya.

Event Diproyeksikan Terus Berkembang

Bank Jatim dan Pemkot Surabaya telah membicarakan kemungkinan pengembangan event pada tahun mendatang.

Winardi mengatakan pihaknya ingin kegiatan dapat dinikmati oleh lebih banyak masyarakat.

“Tadi pada saat sebelum keberangkatan kami sudah bicara sama Pak Wali (Eri Cahyadi) supaya tahun depan dan tahun-tahun berikutnya momen ini bisa dinikmati lebih banyak oleh warga Surabaya,” tuturnya.

Baca Juga: Eri: Pelaku UMKM Wajib Dilibatkan di Event Surabaya

Rencana tersebut sejalan dengan peningkatan jumlah peserta tahun ini.

Jika tren pertumbuhan berlanjut, penyelenggara perlu menyesuaikan kapasitas rute, keamanan, logistik, dan fasilitas pendukung.

Bank Jatim Serahkan Satu Ekskavator

Selain menggelar JConnect Run Soerabaja 10K 2026, Bank Jatim menyerahkan bantuan tanggung jawab sosial perusahaan berupa satu unit ekskavator kepada Pemkot Surabaya.

Alat berat tersebut akan digunakan untuk mendukung kegiatan kebersihan, terutama pembersihan sampah.

“Bank Jatim tidak hanya mengajak warga Surabaya dan Jawa Timur untuk sehat lari di Kota Surabaya, tapi Bank Jatim juga menjaga kesehatan melalui kebersihan Kota Surabaya dengan memberikan bantuan ekskavator. Insyaallah akan kita gunakan untuk pembersihan sampah. Matur nuwun (terima kasih) Bank Jatim,” tuturnya.

Bantuan itu menjadi bagian dari kolaborasi Bank Jatim dengan pemerintah kota di luar penyelenggaraan event olahraga.

Ekskavator Dipilih Sesuai Kebutuhan Pemkot

Winardi menjelaskan pemilihan ekskavator merupakan hasil kesepakatan dengan Pemkot Surabaya.

Pertimbangannya adalah kebutuhan pemerintah kota dalam menjaga kebersihan lingkungan.

“Karena Pemerintah Kota Surabaya memiliki kepedulian yang luar biasa besar untuk menjaga kebersihan. Nah, Bank Jatim memiliki tanggung jawab untuk mendukung program tersebut,” pungkasnya.

Karena itu, bantuan hanya dicatat sebagai satu unit alat berat yang nantinya digunakan untuk kegiatan kebersihan.

Olahraga dan Ekonomi Dibawa dalam Satu Event

Penyelenggaraan JConnect Run tidak hanya ditempatkan sebagai kompetisi lari.

Bank Jatim juga mengaitkannya dengan kegiatan sosial dan dukungan terhadap usaha lokal.

Di satu sisi, ribuan pelari memperoleh ruang untuk mengikuti event olahraga.

Di sisi lain, UMKM mendapat kesempatan terlibat dan Pemkot menerima dukungan alat untuk kebersihan kota.

Model seperti ini membuat manfaat sebuah event tidak hanya diukur dari jumlah peserta, tetapi juga dari aktivitas ekonomi dan program pendamping yang muncul di sekitarnya.

Pada JConnect Run Soerabaja 10K 2026, jumlah peserta tercatat 3.700 pelari atau sekitar 900 orang lebih banyak dibandingkan sekitar 2.800 peserta pada 2025, sementara Bank Jatim juga menyerahkan satu unit ekskavator kepada Pemkot Surabaya. (Sol)

Artikel Menarik Lainnya