FinanSaya.com – Sejumlah bahan pokok di Kota Surabaya bergerak bervariasi pada Senin, 22 Juni 2026. Berdasarkan data Siskaperbapo pukul 12.56 WIB, harga rata-rata konsumen di sejumlah pasar menunjukkan ada komoditas yang naik tajam, sementara beberapa lainnya justru turun cukup dalam.
Data tersebut dihimpun dari Pasar Tambahrejo, Pasar Keputran, Pasar Pucang Anom, Pasar Wonokromo, Pasar Genteng, dan Pasar Soponyono. Dari pemantauan itu, bawang putih Sinco/Honan menjadi komoditas dengan kenaikan tertinggi karena naik lebih dari 3 persen.
Harga bawang putih Sinco/Honan naik dari Rp32.833 per kilogram menjadi Rp35.000 per kilogram. Kenaikan tersebut setara Rp2.167 atau 6,60 persen dibandingkan harga sebelumnya.
Kenaikan bawang putih menjadi perhatian karena komoditas ini termasuk kebutuhan dapur yang banyak digunakan rumah tangga dan pelaku usaha makanan. Dengan perubahan tersebut, bawang putih menjadi satu-satunya dari sejumlah bahan pokok dalam data ini yang mencatat kenaikan di atas 3 persen.
Sejumlah Bahan Pokok Turun Lebih Dalam
Di sisi lain, sejumlah bahan pokok juga mengalami penurunan harga cukup tajam. Penurunan di atas 3 persen terjadi pada cabai merah besar, cabai rawit merah, dan buncis.
Harga cabai merah besar turun dari Rp42.833 per kilogram menjadi Rp40.666 per kilogram. Komoditas ini melemah Rp2.167 atau 5,06 persen dibandingkan harga sebelumnya.
Penurunan lebih dalam terjadi pada cabai rawit merah. Harga cabai rawit merah turun dari Rp53.833 per kilogram menjadi Rp48.833 per kilogram. Dengan demikian, komoditas tersebut turun Rp5.000 atau 9,29 persen.
Buncis menjadi satu dari sejumlah bahan pokok dengan penurunan paling tajam dalam pemantauan kali ini. Harga buncis turun dari Rp15.833 per kilogram menjadi Rp14.166 per kilogram, atau turun Rp1.667 setara 10,53 persen.
Penurunan harga cabai dan buncis membuat pergerakan pasar bahan pangan Surabaya tidak seragam. Di satu sisi, bawang putih naik cukup tinggi. Di sisi lain, beberapa komoditas sayur dan cabai justru terkoreksi cukup dalam.
Bawang Putih Naik Paling Tinggi
Di luar empat komoditas utama tersebut, sebagian besar harga relatif stabil atau hanya bergerak kecil di bawah 3 persen. Sejumlah bahan pokok yang masih naik tipis antara lain gula kristal putih, minyak goreng curah, daging ayam ras, cabai merah keriting, kacang hijau, dan wortel.
Perubahan kecil pada komoditas tersebut menunjukkan tekanan harga belum merata ke seluruh bahan pokok. Karena itu, data harian perlu dibaca sebagai gambaran sementara pergerakan harga di tingkat konsumen, bukan sebagai kesimpulan tren jangka panjang.
Baca Juga: Update Harga Bahan Pokok Surabaya Hari Ini
Dengan data tersebut, bawang putih Sinco/Honan tercatat sebagai komoditas dengan kenaikan tertinggi pada Senin siang. Sementara itu, buncis menjadi salah satu dari sejumlah bahan pokok dengan penurunan terdalam, disusul cabai rawit merah dan cabai merah besar.
Konteks stabilisasi harga pangan juga menjadi perhatian pemerintah pusat. Badan Pangan Nasional menyatakan volatilitas harga pangan pokok strategis terus dijaga melalui sejumlah instrumen, termasuk Gerakan Pangan Murah, Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan atau SPHP, serta Fasilitasi Distribusi Pangan.
Pada 2026, pemerintah juga menetapkan target Cadangan Pangan Pemerintah untuk sejumlah komoditas, termasuk beras 4 juta ton, jagung 1 juta ton, kedelai 70 ribu ton, daging sapi 180 ribu ton, gula konsumsi 275 ribu ton, dan minyak goreng 790 ribu ton.
Bapanas juga menyoroti sejumlah bahan pokok seperti cabai rawit merah sebagai salah satu komoditas yang membutuhkan penguatan stabilisasi pasokan dan harga. Salah satu langkah yang disiapkan adalah fasilitasi distribusi dari sentra produksi ke pasar induk strategis agar pasokan lebih terjaga dan tekanan harga bisa dikurangi.
Bagi konsumen, pergerakan sejumlah bahan pokok ini dapat menjadi acuan sebelum berbelanja di pasar. Bagi pedagang, perubahan harga harian juga penting untuk menyesuaikan stok dan harga jual, terutama pada komoditas yang bergerak tajam seperti bawang putih, cabai, dan buncis.
Pemantauan Siskaperbapo menunjukkan harga sejumlah bahan pokok di Surabaya masih bergerak campuran. Kenaikan tertinggi terjadi pada bawang putih Sinco/Honan sebesar 6,60 persen, sedangkan penurunan terdalam terjadi pada buncis sebesar 10,53 persen.
(Sol)




