FinanSaya.com – Salah satu scammer kripto India menjadi sorotan setelah analis blockchain ZachXBT membagikan kasus seorang pengguna bernama Aman Kesar yang meminta bantuan karena 5,73 BTC miliknya dibekukan Changelly sejak Maret 2025.
Dana tersebut diperkirakan bernilai sekitar US$475.000. Aman mengaku telah menyelesaikan proses KYC dan menyerahkan dokumen pendukung, tetapi transaksi itu tetap berstatus under review.
Kasus scammer kripto India ini diungkap dalam unggahan seorang investigator independen bernama ‘ZachXBT’ di medi sosial X. Dalam uanggahannya, ia juga menyebut akun Aman Kesar meminta bantuan untuk memulihkan dana yang ditahan Changelly.
Namun, penelusuran ZachXBT justru mengarah ke dugaan sumber dana ilegal. Dalam analisis on-chain yang ia publikasikan, aliran BTC tersebut disebut terhubung dengan klaster pencurian melalui social engineering yang menargetkan warga Amerika Serikat lewat exchange dan Bitcoin ATM.
Klaster scammer kripto India itu diduga telah mencuri lebih dari US$1 juta sejak 2025. Beberapa korban disebut sebagai warga lanjut usia, sehingga kasus ini tidak hanya menyangkut pembekuan dana kripto, tetapi juga dugaan penipuan lintas negara.
Scammer Kripto India Diduga Jadi Money Mule
Cerita Aman yang diduga scammer kripto India ini dinilai berubah beberapa kali. Awalnya, dana tersebut disebut sebagai pinjaman. Setelah itu, Aman mengklaim dana berasal dari bosnya, lalu berubah lagi menjadi investasi Bitcoin lama pada 2014 dan 2015 melalui seorang teman di Amerika Serikat.
ZachXBT menilai perubahan narasi tersebut menjadi salah satu tanda penting dalam penelusuran. Ia kemudian menduga Aman bukan pelaku utama, melainkan money mule atau perantara aliran dana untuk seseorang bernama “Mr. Parveen”.
Dugaan scammer kripto India itu muncul karena dokumen yang diserahkan Aman disebut mencantumkan nama dan lokasi berbeda. ZachXBT juga membagikan hash transaksi dan alamat wallet yang terkait dengan kasus tersebut sebagai bagian dari dokumentasi publik.
Bagian yang dinilai ironis adalah Aman mengaku membuat laporan polisi di India atas dana yang dibekukan Changelly. Dengan kata lain, pihak yang diduga terkait dana bermasalah justru melibatkan aparat hukum untuk meminta bantuan atas dana yang sedang ditahan platform.
Baca Juga: Deretan Modus Penipuan Pig Butchering di Indonesia
Dana Beku Changelly Berubah Jadi Bukti On-chain
Kasus scammer kripto India ini memperlihatkan bagaimana transaksi blockchain dapat ditelusuri setelah masuk ke sistem compliance platform. Meski pengguna mengklaim dana sah, riwayat wallet, asal transaksi, dan hubungan dengan alamat berisiko tetap bisa dianalisis melalui data on-chain.
Dalam kasus ini, dana yang awalnya dipersoalkan sebagai pembekuan sepihak justru berbalik menjadi pintu masuk investigasi. ZachXBT menyebut aliran dana terhubung dengan pencurian yang menargetkan korban di Amerika Serikat.
Changelly sendiri belum menjadi pihak yang dituduh melakukan pelanggaran dalam narasi ini. Platform tersebut disebut membekukan dana sejak Maret 2025 dan menahan transaksi dalam status peninjauan.
Bagi pengguna kripto, kasus ini menjadi pengingat bahwa proses KYC tidak otomatis membuat dana dianggap bersih. Jika sumber dana terhubung dengan aktivitas berisiko, exchange atau penyedia layanan dapat menahan transaksi untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Konteks risiko ini sejalan dengan perhatian global terhadap penyalahgunaan aset kripto dalam tindak penipuan. FBI dalam Internet Crime Report 2025 mencatat kerugian terkait mata uang kripto masih menjadi salah satu kategori besar dalam laporan kejahatan siber, terutama melalui skema investasi palsu, social engineering, dan pemindahan dana lintas platform.
Pola seperti ini membuat penyedia layanan kripto makin ketat menerapkan pemantauan transaksi, termasuk menandai alamat wallet yang memiliki hubungan dengan klaster penipuan, pencucian dana, atau aktivitas berisiko lain termasuk scammer kripto India tadi.
Dalam kasus lintas negara, pemulihan dana korban biasanya lebih rumit karena melibatkan exchange, penyedia ATM Bitcoin, bank, dan aparat hukum di beberapa yurisdiksi.
Secara terpisah, laporan kripto yang mengutip unggahan ZachXBT menyebut akun X Aman Kesar kemudian tidak lagi aktif atau dihapus setelah kasus dugaan scammer kripto India tersebut ramai dibahas. Informasi ini menambah perhatian publik terhadap klaim awal yang ia sampaikan. (Sol)




