FinanSaya.com – Baru-baru ini, negara Israel tolak damai yang sedang digodok oleh Amerika dan Iran. Penolakan tersebut disampaikan oleh Menteri Keamanan Israel Itamar Ben-Gvir, yang menyatakan negaranya tidak terikat oleh perjanjian yang dibuat Presiden Amerika Serikat Donald Trump jika kesepakatan itu dinilai tidak menjamin keamanan Israel.
Pernyataan Israel tolak damai tersebut disampaikan Ben-Gvir melalui media sosial X. Ia menegaskan bahwa Israel adalah negara merdeka dan berdaulat, sehingga keputusan keamanan nasional tidak boleh ditentukan oleh tekanan internasional, termasuk dari Amerika Serikat.
Menurut Ben-Gvir, kewajiban utama pemerintah Israel adalah melindungi warga Israel, prajurit Israel Defense Forces atau IDF, dan bangsa Yahudi. Karena itu, setiap kesepakatan yang tidak memberi jaminan keamanan dinilai tidak dapat mengikat Israel.
Meski menyampaikan rasa cinta dan terima kasih kepada Amerika Serikat serta Presiden Trump, Ben-Gvir menegaskan bahwa Israel bukan “republik pisang”.
Israel Tolak Damai Jika Hizbullah Tak Bubar
Ben-Gvir menolak setiap kesepakatan yang tidak mencakup pembubaran Hizbullah. Ia juga menuntut penarikan penuh kelompok bersenjata dari wilayah utara serta jaminan bahwa serangan drone, UAV, atau rudal dari Lebanon tidak akan dibiarkan tanpa respons keras.
Menurut Ben-Gvir, setiap serangan dari Lebanon harus dibalas dengan serangan Israel ke Dahiya. Ia menyebut langkah Israel tolak damai itu diperlukan untuk memulihkan daya gentar Israel terhadap kelompok bersenjata yang menyerang dari wilayah Lebanon.
Dalam pernyataannya, Ben-Gvir juga mengingatkan pengalaman masa lalu ketika Israel dinilai menyerah pada tekanan internasional. Ia menyebut setiap kali hal itu terjadi, Israel harus membayar harga mahal dalam bentuk korban jiwa.
Ia menyinggung Perjanjian Oslo, perjanjian Lebanon 2006, serta kebijakan penahanan di Gaza sebagai contoh keputusan yang menurutnya berakhir buruk bagi keamanan Israel. Bagi Ben-Gvir, contoh tersebut menjadi alasan untuk Israel tolak damai yang dianggap tidak cukup keras terhadap ancaman keamanan.
Baca Juga: Amerika Iran Sepakat Damai, Kapan Selat Hormuz Dibuka?
Ben-Gvir Tekan Isu Kedaulatan Israel
Pernyataan Ben-Gvir membuat isu Israel tolak damai tidak hanya berkaitan dengan sikap terhadap Trump, tetapi juga soal batas kedaulatan Israel dalam mengambil keputusan keamanan. Ia menilai tekanan internasional tidak boleh menggantikan pertimbangan keamanan domestik.
Sikap tersebut juga menunjukkan adanya ketegangan antara kebutuhan diplomasi dan tuntutan keamanan dari kelompok politik garis keras di Israel. Di satu sisi, kesepakatan damai dapat meredakan konflik regional. Di sisi lain, Ben-Gvir menilai kesepakatan tanpa jaminan pembubaran Hizbullah dan respons keras terhadap serangan dari Lebanon justru dapat membuka risiko baru.
Ben-Gvir menutup pernyataannya dengan satu pesan. Ia menyebut bangsa Israel telah bertahan selama 3.000 tahun, tidak takut pada jalan panjang, dan tidak akan lagi tunduk di hadapan musuh. Dengan pernyataan itu, Israel tolak damai menjadi narasi yang menguat dari kubu Ben-Gvir.
Menhan Israel ‘Ngeyel’ Tidak Mau Tarik Pasukan
Pesan Israel tolak damai tersebut juga datang dari Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz. Dalam pernyataan terbaru yang dikutip dari Anadolu Agency, Katz mengatakan tentara Israel akan tetap berada di wilayah-wilayah tersebut.
Menurutnya, Israel menolak penarikan pasukan dari Lebanon meskipun ada berbagai tekanan saat ini maupun tekanan yang kemungkinan muncul pada masa mendatang.
Katz juga menyatakan bahwa wilayah yang diduduki Israel di Lebanon selatan akan “dibersihkan” dari penduduk lokal. Pernyataan tersebut menambah ketegangan di tengah upaya diplomatik yang diklaim bertujuan menghentikan perang di berbagai front kawasan.
Ia mengklaim, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu telah menyampaikan posisi tersebut secara jelas kepada Presiden AS Donald Trump dan sejumlah pejabat senior Amerika Serikat. Katz juga mengaku telah menyampaikan hal serupa kepada Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth.
Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa kesepakatan damai dengan Iran telah rampung. Kesepakatan itu disebut mencakup penghentian perang di semua front, termasuk Lebanon, pembukaan kembali Selat Hormuz, serta penghentian blokade laut AS terhadap Iran.
Namun, pihak Israel tolak damai dan mengklaim militer mereka dilaporkan tetap melancarkan serangan udara di Lebanon selatan pada Senin. (Sol)




