FinanSaya.com – Amerika Iran sepakat damai setelah Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif mengumumkan tercapainya kesepakatan antara Amerika Serikat dan Republik Islam Iran. Kesepakatan itu disebut lahir setelah perundingan intensif dan mencakup penghentian seluruh operasi militer secara segera dan permanen.
Sharif menyampaikan pengumuman tersebut melalui platform X. Ia juga menyebut operasi militer di semua lini, termasuk yang berkaitan dengan Lebanon, akan dihentikan. Upacara penandatanganan perjanjian Amerika Iran sepakat damai dijadwalkan berlangsung pada Jumat, 19 Juni 2026, di Swiss.
“Kami ingin mengucapkan terima kasih kepada Amerika Serikat dan Republik Islam Iran atas komitmen mereka untuk menemukan solusi diplomatik terhadap konflik ini,” ungkap Sharif.
Sebelum penandatanganan dilakukan, para mediator akan memfasilitasi serangkaian pertemuan lanjutan pada pekan ini. Pertemuan tersebut disebut akan menjadi dasar bagi pembahasan teknis serta persiapan implementasi kesepakatan.
Komentar Donald Trump
Presiden Amerika Serikat Donald Trump juga menyatakan kesepakatan dengan Iran telah rampung. Melalui Truth Social, Trump menyebut perjanjian dengan Republik Islam Iran sudah lengkap dan memberi selamat kepada semua pihak yang terlibat.
Trump turut menyatakan telah memberi otorisasi untuk membuka kembali Selat Hormuz dan mencabut blokade angkatan laut Amerika Serikat di jalur pelayaran strategis tersebut. Ia menyebut pembukaan jalur itu akan dilakukan setelah penandatanganan kesepakatan pada Jumat, termasuk untuk proses pembersihan ranjau laut.
Amerika Iran Sepakat Damai disambut PBB
Perserikatan Bangsa-Bangsa menyambut pengumuman Amerika Iran sepaka damai tersebut pada 14 Juni 2026. Sekretaris Jenderal PBB menyebut kesepakatan itu mencakup gencatan senjata segera dan permanen, pembukaan kembali Selat Hormuz, serta kerangka negosiasi lanjutan untuk menyelesaikan isu yang masih tersisa.
Meski begitu, PBB tetap menekankan pentingnya implementasi dan kelanjutan negosiasi agar perdamaian dapat bertahan.
Baca Juga: Dampak Damai AS Iran Menurut AI ChatGPT
Sebelumnya pada 11 Juni 2026, Kementerian Luar Negeri Pakistan saat itu menyatakan Islamabad masih menjalankan peran mediasi dan fasilitasi untuk menghentikan permusuhan, menyelamatkan nyawa, serta memberi ruang bagi dialog dan diplomasi.
Pada tanggal yang sama, Gedung Putih menampilkan pernyataan Trump bahwa hal terpenting dari kesepakatan dengan Iran adalah jaminan Teheran tidak akan memiliki senjata nuklir. Pernyataan itu menunjukkan isu nuklir tetap menjadi titik utama dalam proses Amerika Iran sepakat damai, bahkan ketika pembahasan gencatan senjata mulai bergerak maju.
Selat Hormuz Dibuka, Harga Minyak Drop
Dari pihak Iran, Wakil Menteri Luar Negeri Kazem Gharibabadi mengatakan penghentian perang secara permanen dan segera telah diumumkan di semua lini, termasuk Lebanon. Iran juga mengonfirmasi kesepakatan awal dengan Amerika Serikat untuk mengakhiri konflik dan membuka kembali jalur pelayaran di Selat Hormuz.
Selat Hormuz menjadi bagian penting dalam kesepakatan karena jalur ini mengangkut sekitar 20 persen pasokan minyak mentah dunia. Gangguan di jalur tersebut sebelumnya ikut menekan pasar energi global karena menghambat distribusi minyak dan gas.
Kabar Amerika Iran sepakat damai langsung berdampak pada pasar energi. Mengutip dari Reuters, harga minyak West Texas Intermediate turun sekitar 4 persen dalam perdagangan di Tokyo, sementara Brent juga melemah dengan besaran serupa ke sekitar 84 dolar AS per barel.
Para pemimpin Jerman, Inggris, Prancis, dan Italia juga menyambut terobosan tersebut. Perdana Menteri Inggris Keir Starmer menyebut kesepakatan itu sebagai langkah penting untuk mengakhiri perang, sambil menekankan perlunya menjaga Selat Hormuz tetap terbuka dan merampungkan detail terkait program nuklir Iran.
Negosiasi Program Nuklir Iran
Kendati Amerika Iran sepakat damai, sejumlah pihak masih menunggu rincian resmi perjanjian. Senator Republik Lindsey Graham menyatakan akan mengamati negosiasi mengenai program nuklir Iran karena khawatir terdapat perbedaan pandangan antara Teheran dan tim negosiasi Amerika Serikat.
Gedung Putih menampilkan pernyataan Presiden Donald Trump pada 11 Juni 2026 yang menyebut, “Hal paling penting, adalah kita ada kesepakatan bahwa Iran tidak akan pernah memiliki senjata nuklir.”
Pernyataan itu menunjukkan bahwa agar Amerika Iran sepakat damai secara penuh, Washington menempatkan pembatasan senjata nuklir Iran sebagai syarat utama dalam proses damai. Di sisi lain, isu tersebut masih membutuhkan verifikasi teknis karena program nuklir Iran tetap berada dalam perhatian Badan Energi Atom Internasional atau IAEA.
IAEA masih memuat laporan mengenai implementasi perjanjian safeguards dalam kerangka Traktat Non-Proliferasi Nuklir atau NPT di Iran. Artinya, jalur diplomasi tidak bisa dilepaskan dari pengawasan terhadap fasilitas, bahan, dan komitmen nuklir Iran. (Sol)




