Emas Perhiasan dan Emas Batangan, Mana Lebih Untung?

|

8 Views
Emas Perhiasan dan Emas Batangan, Mana Lebih Untung?

FinanSaya.com – Emas perhiasan dan emas batangan sama-sama memiliki nilai ekonomi, tetapi keduanya tidak selalu cocok untuk tujuan yang sama. Jika tujuan utamamu adalah investasi, penting untuk memahami perbedaan fungsi, kadar emas, biaya pembuatan, harga jual kembali, dan cara menyimpannya.

Banyak orang membeli emas perhiasan dan emas batangan karena dianggap tahan lama, mudah dikenali, dan bisa dijual kembali saat membutuhkan dana. Namun, keputusan membeli emas sebaiknya tidak hanya berdasarkan harga hari ini. Bentuk emas yang dipilih juga berpengaruh pada hasil akhir.

Secara sederhana, emas perhiasan dan emas batangan bisa dibedakan dari tujuan penggunaannya. Emas perhiasan lebih dekat dengan fungsi pakai dan estetika. Emas batangan lebih dekat dengan fungsi simpan nilai dan investasi.

Penjelasan Singkat Emas Perhiasan dan Emas Batangan

Emas perhiasan adalah emas yang dibentuk menjadi barang pakai, seperti cincin, gelang, kalung, anting, liontin, atau aksesori lain. Nilainya tidak hanya berasal dari kandungan emas, tetapi juga dari desain, merek, ongkos pembuatan, dan nilai estetika.

Emas batangan adalah emas dalam bentuk logam mulia yang dibuat untuk tujuan simpan nilai atau investasi. Produk ini biasanya berbentuk keping atau bar dengan ukuran tertentu, misalnya 0,5 gram, 1 gram, 5 gram, 10 gram, hingga ukuran yang lebih besar.

Berdasarkan penjelasan dari website ANTAM Logam Mulia, produk emas batangan ANTAM LM memperoleh sertifikat LBMA untuk menjamin kualitas dan kemurnian produk. Ini menjadi salah satu alasan emas batangan sering dipilih untuk investasi karena standar kualitasnya lebih mudah diverifikasi.

Perbedaan Emas Perhiasan dan Emas Batangan

Sebelum membeli, pahami dulu beberapa perbedaan utama emas perhiasan dan emas batangan berikut ini.

1. Fungsi Utama

Perbedaan pertama emas perhiasan dan emas batangan ada pada fungsi.

Emas perhiasan punya dua fungsi: sebagai aset dan sebagai aksesori. Kamu bisa memakainya untuk acara, hadiah, mahar, koleksi, atau simbol status. Karena ada fungsi pakai, pembeli emas perhiasan biasanya mempertimbangkan model, warna, ukuran, dan desain.

Emas batangan lebih fokus sebagai aset. Bentuknya sederhana dan tidak dirancang untuk dipakai. Tujuannya adalah menyimpan nilai dalam jangka panjang.

Jadi, jika kamu ingin emas yang bisa dipakai sekaligus disimpan, perhiasan bisa dipilih. Namun, jika tujuanmu murni investasi, emas batangan biasanya lebih praktis.

2. Kadar Emas

Kadar emas menunjukkan seberapa besar kandungan emas murni dalam suatu produk.

Pegadaian menjelaskan bahwa emas batangan umumnya memiliki kadar kemurnian mencapai 99,99%. Sementara itu, emas perhiasan biasanya memiliki kadar kemurnian lebih rendah karena dicampur logam lain agar lebih kuat dan tidak mudah berubah bentuk.

Campuran logam pada perhiasan bukan hal buruk. Justru itu diperlukan agar perhiasan lebih kuat dipakai sehari-hari. Emas murni terlalu lunak jika dibuat menjadi perhiasan yang sering terkena gesekan.

Namun, dari sisi investasi, kadar yang lebih tinggi membuat emas batangan lebih mudah dinilai berdasarkan harga emas murni.

3. Biaya Pembuatan

Emas perhiasan biasanya memiliki ongkos pembuatan. Ongkos ini mencakup desain, pengerjaan, detail, merek, dan tingkat kerumitan model.

Masalahnya, ongkos pembuatan sering tidak dihitung penuh saat dijual kembali. Ketika membeli, kamu membayar harga emas plus ongkos. Ketika menjual, toko bisa menilai berdasarkan kadar, berat, kondisi, dan kebijakan buyback.

Emas batangan juga memiliki selisih harga beli dan harga jual atau spread, tetapi umumnya lebih transparan karena harga dasarnya lebih mudah dibandingkan. ANTAM Logam Mulia, misalnya, menyediakan informasi harga emas dan harga buyback di kanal resminya.

Inilah salah satu alasan emas perhiasan dan emas batangan bisa memberi hasil berbeda saat dijual kembali.

4. Harga Jual Kembali

Untuk investasi, harga jual kembali sangat penting.

Emas batangan biasanya lebih mudah dijual berdasarkan harga buyback yang jelas, terutama jika produk memiliki sertifikat dan kondisi masih baik. Investor bisa mengecek harga buyback sebelum memutuskan menjual.

Pada emas perhiasan, harga jual kembali bisa lebih bervariasi. Toko dapat memperhitungkan kadar, berat bersih, kondisi perhiasan, potongan ongkos, dan apakah perhiasan itu dijual di tempat yang sama atau berbeda dari tempat pembelian.

Karena itu, emas perhiasan kurang ideal jika kamu mengejar keuntungan investasi murni dalam jangka pendek. Harga emas perlu naik cukup tinggi agar bisa menutup ongkos pembuatan dan selisih jual-beli.

5. Sertifikat dan Keaslian

Emas batangan umumnya dilengkapi sertifikat atau kemasan resmi yang memudahkan proses verifikasi. Ini penting saat membeli dan menjual kembali.

Emas perhiasan biasanya dilengkapi surat toko. Surat ini mencantumkan informasi seperti berat, kadar, harga, dan identitas toko. Namun, standar surat bisa berbeda antara toko satu dan lainnya.

Jika membeli emas perhiasan dan emas batangan, simpan semua bukti pembelian. Untuk emas batangan, simpan kemasan dan sertifikat dengan baik. Untuk perhiasan, simpan surat toko agar proses jual kembali lebih mudah.

Baca Juga: Harga Emas Antam Naik, Nyaris Tembus Rp2,8 Juta

6. Likuiditas

Likuiditas adalah kemudahan menjual aset saat membutuhkan uang.

Emas perhiasan dan emas batangan sama-sama relatif mudah dijual, tetapi mekanismenya berbeda. Emas batangan lebih cocok dijual sebagai aset investasi karena penilaiannya lebih standar. Emas perhiasan lebih mudah dijual di toko emas, tetapi potongannya bisa berbeda-beda.

Pegadaian juga menyediakan layanan gadai emas dengan barang jaminan berupa emas, baik emas batangan maupun perhiasan. Ini menunjukkan bahwa kedua bentuk emas tetap memiliki nilai ekonomi dan dapat digunakan sebagai jaminan saat membutuhkan dana.

Namun, untuk tujuan investasi, kemudahan bukan satu-satunya hal yang penting. Perhatikan juga berapa nilai bersih yang diterima setelah dijual atau digadaikan.

Mana yang Lebih Cocok untuk Investasi?

Jika tujuan utamamu adalah investasi, emas batangan biasanya lebih cocok. Alasannya, kadar emas lebih tinggi, bentuknya standar, harga lebih transparan, dan harga jual kembali lebih mudah dibandingkan.

Namun, bukan berarti emas perhiasan tidak bernilai. Emas perhiasan tetap bisa menjadi aset, hanya saja kurang efisien untuk investasi murni karena ada ongkos pembuatan dan potensi potongan saat dijual kembali.

Pegadaian juga menjelaskan bahwa emas batangan lebih direkomendasikan untuk tujuan investasi karena kadar emas lebih tinggi, nilai lebih stabil, dan harga jual kembali lebih kompetitif. Sementara emas perhiasan lebih sesuai sebagai aksesori atau hadiah.

Jadi, pilihan terbaik emas perhasian dan emas batangan bergantung pada tujuan. Untuk simpan nilai jangka panjang, pilih emas batangan. Untuk dipakai dan dinikmati, emas perhiasan bisa dipilih dengan catatan jangan berharap hasil investasinya seefisien emas batangan.

Kapan Emas Perhiasan Tetap Layak Dibeli?

Emas perhiasan tetap layak dibeli jika kamu memang ingin memakainya.

Misalnya untuk cincin pernikahan, hadiah keluarga, koleksi, mahar, atau aksesori harian. Dalam kondisi seperti ini, nilai manfaatnya bukan hanya dari kenaikan harga emas, tetapi juga dari fungsi emosional dan estetika.

Namun, jika membeli perhiasan dengan niat investasi, pilih model yang sederhana, kadar jelas, ongkos pembuatan tidak terlalu tinggi, dan toko yang punya kebijakan jual kembali transparan.

Hindari membeli perhiasan hanya karena modelnya sedang tren jika tujuanmu adalah menyimpan nilai. Model yang terlalu rumit biasanya punya ongkos lebih tinggi, tetapi belum tentu meningkatkan harga jual kembali.

Tips Beli Emas untuk Pemula

Pertama, tentukan tujuan. Apakah tujuan emas perhiasan dan emas batangan untuk investasi, aksesori, hadiah, atau dana cadangan?

Kedua, cek kadar emas. Untuk investasi, emas batangan dengan kadar tinggi lebih mudah dihitung nilainya.

Ketiga, bandingkan harga beli dan harga jual kembali. Jangan hanya melihat harga beli. Spread sangat penting.

Keempat, beli di tempat resmi dan terpercaya. Untuk emas batangan, cek sertifikat dan kemasan. Untuk perhiasan, pastikan ada surat pembelian.

Kelima, pahami pajak untuk emas perhiasan dan emas batangan. ANTAM menjelaskan bahwa transaksi buyback emas ANTAM LM dengan nominal lebih dari Rp10 juta dikenakan PPh 22, dengan tarif berbeda untuk pemegang NPWP dan non-NPWP sesuai ketentuan.

Keenam, jangan memakai seluruh dana darurat untuk emas. Meski emas relatif mudah dijual, harga bisa naik turun dan ada selisih jual-beli. (Sol)

Artikel Menarik Lainnya