Suku Bunga Acuan BI Naik, Rupiah Sempat Menguat

|

14 Views
Suku Bunga Acuan BI Naik, Rupiah Sempat Menguat

FinanSaya.com – Suku bunga acuan Bank Indonesia kembali naik 25 basis poin menjadi 5,50 persen. Keputusan itu diambil dalam Rapat Dewan Gubernur Mingguan Bank Indonesia pada Selasa, 9 Juni 2026.

Selain BI-Rate, Bank Indonesia juga menaikkan suku bunga Deposit Facility sebesar 25 basis poin menjadi 4,50 persen. Suku bunga Lending Facility ikut naik 25 basis poin menjadi 6,25 persen.

Bank Indonesia menyatakan kenaikan suku bunga acuan ini merupakan langkah lanjutan untuk memperkuat stabilisasi nilai tukar rupiah. Tekanan terhadap rupiah disebut berasal dari tingginya gejolak global akibat perang di Timur Tengah, permintaan valuta asing di dalam negeri, serta aliran keluar investasi portofolio asing dari Indonesia.

Keputusan itu juga ditempuh sebagai langkah pre-emptive untuk menjaga inflasi pada 2026 dan 2027 tetap berada dalam kisaran sasaran 2,5 persen plus minus 1 persen. Bank Indonesia menilai pelemahan rupiah setelah RDG Bulanan 19–20 Mei 2026 bergerak lebih lemah dari perkiraan sebelumnya.

Suku Bunga Acuan Naik 75 Basis Poin Sejak Mei

Kenaikan suku bunga acuan kali ini melanjutkan keputusan RDG Bulanan Mei 2026. Pada 19–20 Mei 2026, Bank Indonesia telah menaikkan BI-Rate sebesar 50 basis poin menjadi 5,25 persen.

Saat itu, suku bunga Deposit Facility naik menjadi 4,25 persen dan Lending Facility naik menjadi 6,00 persen. Dengan keputusan terbaru, BI-Rate telah naik total 75 basis poin sejak Mei 2026.

Data indikator Bank Indonesia juga mencatat BI-Rate berada di level 5,50 persen per 10 Juni 2026. Posisi itu naik dari 5,25 persen pada 20 Mei 2026 dan 4,75 persen pada 22 April 2026.

Selain menaikkan suku bunga acuan, Bank Indonesia menempuh sejumlah langkah tambahan untuk memperkuat stabilisasi rupiah. Salah satunya adalah menaikkan struktur suku bunga Sekuritas Rupiah Bank Indonesia atau SRBI pada tenor 6, 9, dan 12 bulan.

Langkah tersebut ditujukan untuk meningkatkan imbal hasil agar investasi portofolio di Indonesia tetap kompetitif dibandingkan negara lain. Bank Indonesia juga memberikan insentif berupa penurunan tingkat hedging swap bagi investor asing sebesar 10 persen.

Kebijakan itu ditujukan untuk meningkatkan daya tarik masuknya investor asing sekaligus mengompensasi kewajiban yang selama ini ditanggung investor.

Baca Juga: Suku Bunga Naik Jadi Cara BI Selamatkan Rupiah

BI Perkuat Operasi Moneter Rupiah dan Valas

Di sisi likuiditas, Bank Indonesia membuka kembali window lelang instrumen repurchase agreement atau repo untuk tenor 3, 6, 9, dan 12 bulan bagi perbankan. Fasilitas ini diarahkan untuk memastikan kecukupan likuiditas di pasar uang dan perbankan.

Sasaran pertumbuhan uang primer tetap berada di atas 10 persen. Bank Indonesia juga meningkatkan intensitas operasi moneter rupiah dan valuta asing.

Operasi moneter rupiah diperkuat melalui pembukaan lelang SRBI dua kali dalam seminggu. Sementara itu, operasi moneter valas dilakukan melalui peningkatan intervensi di pasar domestik maupun pasar luar negeri.

Dalam keterangannya, Bank Indonesia menegaskan koordinasi kebijakan moneter dengan kebijakan fiskal pemerintah terus diperkuat. Koordinasi tersebut diarahkan agar kebijakan fiskal dan moneter saling mendukung dalam menjaga stabilitas nilai tukar rupiah, stabilitas makroekonomi, serta mendorong pertumbuhan ekonomi.

Tekanan rupiah sudah terlihat sebelum keputusan kenaikan suku bunga acuan diumumkan. Berdasarkan data JISDOR Bank Indonesia, nilai tukar rupiah berada di level Rp18.171 per dolar AS pada 8 Juni 2026.

Posisi itu melemah dibandingkan 5 Juni 2026 yang tercatat sebesar Rp18.039 per dolar AS. Setelah Bank Indonesia mengumumkan BI-Rate menjadi 5,50 persen pada 9 Juni 2026, rupiah sempat menunjukkan penguatan di pasar.

Data Google Finance mencatat pasangan USD/IDR berada di kisaran Rp18.059 per dolar AS pada 9 Juni 2026 pukul 14.41 WIB. Pada posisi tersebut, dolar AS melemah 0,71 persen terhadap rupiah dalam pergerakan harian.

Suku bunga acuan menjadi instrumen utama yang dipakai Bank Indonesia dalam merespons tekanan rupiah dan menjaga ekspektasi inflasi. Dengan keputusan terbaru, suku bunga acuan berada di level 5,50 persen, Deposit Facility 4,50 persen, dan Lending Facility 6,25 persen. (Sol)

Artikel Menarik Lainnya