Western Sydney University Bakal Turun ke Surabaya, Ada Apa?

|

10 Views
Western Sydney University Bakal Turun ke Surabaya, Ada Apa?

FinanSaya.com – Pemerintah Kota Surabaya memperluas kerja sama internasional dengan Western Sydney University. Kolaborasi itu ditandai melalui penandatanganan Memorandum of Understanding tentang pelaksanaan Tridarma Perguruan Tinggi.

Penandatanganan MoU dilakukan di Ruang Kerja Wali Kota Surabaya, Kamis (20/8/2026).

WSU merupakan perguruan tinggi yang berbasis di Sydney Barat, New South Wales, Australia. Di Surabaya, Western Sydney University Indonesia berlokasi di Pakuwon Tower.

Melalui kerja sama ini, Pemkot Surabaya ingin melibatkan kampus luar negeri dalam program pembangunan kota yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.

Western Sydney University Masuk Program Kota

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengatakan Western Sydney University akan terlibat dalam sejumlah program. Bidangnya meliputi pendampingan UMKM, pengembangan sistem transportasi, lalu lintas, riset, inovasi, pendidikan inklusif, dan tata kelola perkotaan.

Menurut Eri, kerja sama tersebut tidak hanya berhenti pada hubungan akademik. Pemkot ingin kehadiran kampus memberi kontribusi nyata bagi pembangunan Surabaya.

“Western Sydney University ini menjadi contoh bagaimana kampus bisa menjadi bagian untuk memajukan ekonomi, memberikan pendampingan kepada masyarakat, termasuk dalam bidang kesehatan dan banyak hal lainnya,” kata Wali Kota Eri.

Dengan skema tersebut, kampus tidak hanya menjadi tempat pendidikan. Perguruan tinggi juga diharapkan menjadi mitra pemerintah dalam memecahkan persoalan kota dan memperkuat kapasitas masyarakat.

Kampus Luar Negeri Turun ke Masyarakat

Eri menyebut kerja sama ini istimewa karena melibatkan kampus luar negeri yang beroperasi di Surabaya dan ikut turun langsung ke masyarakat.

Selama ini, menurut dia, program pendampingan masyarakat lebih banyak melibatkan kampus lokal. Kehadiran Western Sydney University membuka pola kolaborasi baru bagi Pemkot Surabaya.

“Ini kampus luar negeri pertama yang langsung ikut turun ke masyarakat. Selama ini kampus yang terlibat adalah kampus lokal. Sekarang ada kampus luar negeri yang ada di Kota Surabaya dan ikut turun mendampingi masyarakat. Ini membanggakan bagi Kota Surabaya,” ujarnya.

Pernyataan itu menunjukkan Pemkot Surabaya ingin menjadikan kerja sama internasional lebih operasional. Kolaborasi tidak hanya berupa pertukaran gagasan, tetapi juga masuk ke kegiatan pendampingan lapangan.

Transportasi dan SITS Jadi Fokus

Salah satu bidang yang menjadi perhatian dalam kerja sama ini adalah transportasi. Pemkot Surabaya membuka ruang kolaborasi dalam pengembangan Surabaya Intelligent Transport System atau SITS.

Bidang ini dinilai strategis karena Sydney dikenal sebagai kota asal pengembangan Sydney Coordinated Adaptive Traffic System atau SCATS. Sistem manajemen lalu lintas adaptif tersebut telah diterapkan di berbagai kota dunia.

Dalam konteks Surabaya, kolaborasi ini dapat diarahkan untuk memperkuat pengelolaan lalu lintas berbasis data dan teknologi.

Namun, bahan kerja sama belum memerinci bentuk teknis pengembangan SITS yang akan dilakukan bersama Western Sydney University. Karena itu, peluang tersebut masih perlu dilihat dari program implementasi berikutnya.

Kursus Singkat Juga Dibahas

Selain program riset dan pendampingan, Wali Kota Eri juga membuka peluang pengembangan pendidikan nonformal.

Salah satu bentuk yang dibahas adalah kursus singkat bersama WSU. Program ini diarahkan untuk meningkatkan kemampuan masyarakat atau pihak-pihak yang terlibat dalam pembangunan kota.

“Dari pembicaraan tadi saya juga ingin meningkatkan kemampuan teman-teman di Surabaya melalui kursus singkat. Alhamdulillah, disampaikan bahwa hal itu memungkinkan. Jadi, kerja sama ini bisa kita lakukan lebih jauh lagi,” katanya.

Kursus singkat tersebut menjadi salah satu peluang lanjutan setelah MoU ditandatangani. Program semacam ini dapat menjadi jembatan antara kapasitas akademik WSU dan kebutuhan praktis masyarakat Surabaya.

Pakal dan SWK Babat Jerawat Didampingi

Implementasi kerja sama juga akan menyentuh wilayah Kecamatan Pakal.

Berdasarkan pemetaan kampus pendamping Kampung Pancasila oleh BRIDA, WSU Indonesia mengampu Kecamatan Pakal. Dengan penugasan tersebut, Western Sydney University masuk dalam skema pendampingan wilayah yang telah dipetakan pemerintah kota.

Selain itu, WSU juga menjadi pendamping Sentra Wisata Kuliner Babat Jerawat. Pendampingan itu masuk dalam pemetaan Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah dan Perdagangan Surabaya.

Fokus pada SWK Babat Jerawat sejalan dengan agenda pendampingan UMKM. Pelaku usaha kecil dapat memperoleh dukungan dalam pengembangan kapasitas, tata kelola, dan penguatan usaha.

Baca Juga: APBD Surabaya 2027 Diproyeksi Capai Rp 15 Triliun

Mahasiswa WSU Ikut Kegiatan Pemkot

Dalam waktu dekat, mahasiswa WSU juga akan dilibatkan langsung dalam kegiatan Pemkot Surabaya.

Eri mengatakan mahasiswa akan mengikuti kegiatan pendampingan masyarakat selama beberapa hari. Kegiatan tersebut mencakup UMKM, lalu lintas, dan program lain yang dijalankan pemerintah kota.

“Mahasiswa nanti akan langsung turun mengikuti kegiatan Pemerintah Kota Surabaya selama beberapa hari. Mereka akan mengikuti berbagai kegiatan pendampingan masyarakat, termasuk UMKM, lalu lintas, dan program lainnya,” tuturnya.

Kehadiran mahasiswa di lapangan diharapkan menjadi jembatan hubungan Surabaya dengan Australia. Program ini juga dapat memberi pengalaman langsung bagi mahasiswa dalam melihat isu perkotaan dan masyarakat.

Surabaya Rumah WSU

Provost Western Sydney University, Debora Sweeney, mengatakan WSU merasa terhormat dapat memperkuat kemitraan dengan Pemkot Surabaya.

Ia menyebut Surabaya sebagai rumah bagi WSU di Indonesia sejak kampus tersebut hadir di kota ini.

“Kami sangat beruntung dapat menandatangani MoU dengan Wali Kota dan Pemerintah Kota Surabaya. Western Sydney University telah berada di Surabaya. Surabaya adalah rumah kami di Indonesia,” kata Debora.

Debora menegaskan WSU ingin menjadikan kerja sama ini sebagai kemitraan jangka panjang. Fokusnya adalah menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat.

Salah satu bidang yang akan dikembangkan adalah pendampingan UMKM, terutama untuk membantu pelaku usaha meningkatkan kapasitas dan mengembangkan bisnis.

“Surabaya, seperti wilayah kami di Sydney, memiliki banyak usaha kecil dan menengah. Kami ingin bermitra dengan pemerintah daerah untuk mendukung UMKM, membantu pertumbuhan mereka dan mendukung kebutuhan mereka untuk berkembang ke tahap berikutnya,” ujarnya.

Program Konkret Disiapkan

Debora menambahkan, penandatanganan MoU menjadi awal dari proses implementasi. Setelah MoU diteken, Western Sydney University dan Pemkot Surabaya akan menyusun bentuk kolaborasi yang lebih konkret.

“MoU ini sudah dimulai karena kami telah menandatanganinya. Sekarang kami melakukan perencanaan dan dalam waktu dekat akan terlihat hasil dari kolaborasi yang lebih erat ini,” katanya.

Ia berharap kemitraan tersebut terus berkembang dan membuat WSU menjadi bagian dari masyarakat Surabaya.

“Harapan saya adalah hubungan dan kemitraan ini terus berlanjut, sehingga kami benar-benar menjadi bagian dari komunitas dan dapat berkontribusi pada hal-hal penting bagi pertumbuhan serta keberlanjutan Surabaya,” pungkasnya.

Kerja sama Pemkot Surabaya dan Western Sydney University mencakup riset, inovasi, SITS, pendidikan inklusif, UMKM, tata kelola perkotaan, Kecamatan Pakal, dan SWK Babat Jerawat. (Sol)

Artikel Menarik Lainnya