FinanSaya.com – Pemerintah Kota Surabaya kembali menggelar gerakan pangan murah untuk membantu warga mendapatkan bahan pokok dengan harga terjangkau.
Kali ini, gerakan pangan murah digelar di Balai RW 3 Jalan Sumberan, Kelurahan Balas Klumprik, Kecamatan Wiyung, Surabaya, Rabu (9/9/2026).
Sejumlah komoditas yang disediakan langsung menarik perhatian warga. Beras SPHP dijual Rp58.000 per zak, Minyakita Rp15.500 per liter, telur ayam ras Rp23.500 per kilogram, hingga gula pasir Rp17.000 per kilogram.
Program ini digelar Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Surabaya sebagai bagian dari upaya menjaga stabilitas harga bahan pokok.
Gerakan Pangan Murah Digelar Rutin
Kepala DKPP Kota Surabaya Nanik Sukristina mengatakan gerakan pangan murah dilaksanakan secara rutin setiap bulan.
Kegiatan tersebut juga berjalan bersamaan dengan pasar murah serentak di 31 kecamatan se-Kota Surabaya.
“Harapannya masyarakat bisa mendapatkan barang dengan kualitas bagus dan harga yang terjangkau. Langkah ini juga menjadi upaya kita untuk menekan angka inflasi secara berkelanjutan,” ujar Nanik ditemui dilokasi kegiatan.
Menurut Nanik, gerakan pangan murah tidak hanya menjadi ruang belanja murah bagi warga. Program ini juga menjadi bagian dari strategi pemerintah kota untuk menjaga pasokan dan menahan tekanan harga pangan.
Libatkan 17 Penyedia
Dalam pelaksanaan gerakan pangan murah di Balas Klumprik, sebanyak 17 penyedia ikut berpartisipasi.
Mereka menghadirkan kebutuhan pokok, produk pangan segar, hingga produk olahan dengan harga yang diklaim lebih terjangkau.
DKPP Surabaya juga memperluas kolaborasi dengan melibatkan kelompok tani, pembudidaya ikan wilayah Wiyung dan sekitarnya, PD Rumah Potong Hewan, UMKM lokal, serta Kelompok Koperasi Merah Putih atau KKMP.
“Mulai bulan ini KKMP ikut aktif terlibat, tidak hanya di Kecamatan Wiyung tetapi juga di kecamatan lain. Kami berusaha mengenalkan produk-produk Poktan dan UMKM lokal agar makin dikenal luas oleh masyarakat,” tambah Nanik.
Beras SPHP dan Minyakita Jadi Incaran
KKMP Kelurahan Balas Klumprik menjadi salah satu penyedia dalam kegiatan gerakan pangan murah.
Mereka menyediakan 400 zak beras SPHP dengan harga Rp58.000 per zak. Selain itu, tersedia 600 liter Minyakita dengan harga Rp15.500 per liter.
Dua komoditas ini termasuk kebutuhan pokok yang banyak dicari warga.
Beras menjadi kebutuhan utama rumah tangga, sedangkan minyak goreng kerap menjadi komoditas yang sensitif terhadap perubahan harga.
Harga Minyakita Rp15.500 per liter juga menjadi perhatian warga karena dinilai lebih murah dibandingkan harga yang biasa mereka temui di luar kegiatan.
Telur Ayam dan Gula Pasir Disediakan
Selain beras dan minyak goreng, telur ayam ras juga tersedia dalam gerakan pangan murah di Wiyung.
PT Surya Kreasi Pangan menjual 200 kilogram telur ayam ras dengan harga Rp23.500 per kilogram.
Sementara itu, PT Kebon Agung menghadirkan 240 kilogram gula pasir dengan harga Rp17.000 per kilogram.
Komoditas lain juga ikut disediakan, termasuk produk dari PT Primafood International.
Produk tersebut meliputi daging ayam ras seharga Rp29.000 per ekor, telur ayam ras Rp24.000 per kilogram, dan aneka frozen food.
Ketersediaan beberapa pilihan ini membuat warga dapat membeli kebutuhan harian dalam satu lokasi kegiatan.

Sayur hingga Ikan Ikut Dijual
Tidak hanya sembako, gerakan pangan murah juga menyediakan produk sayur dan sumber protein lain.
PISS menghadirkan paket sayur berisi bawang merah, bawang putih kating, dan cabai rawit seharga Rp5.000 per pack.
Cabai merah besar juga dijual dengan harga Rp3.000 per pack. Sementara telur ayam dari Padat Karya Pemberdayaan Gamis dijual Rp13.000 per pack.
Baca Juga: GPM di Lidah Wetan, Warga Surabaya Tak Buang Waktu
DKPP Surabaya turut bekerja sama dengan kelompok tani untuk menghadirkan buah, ikan nila, dan ikan patin segar.
“Kami juga bekerjasama dengan Poktan untuk menghadirkan buah, ikan nila, ikan patin yang segar sebagai pilihan masyarakat dalam berbelanja, serta memenuhi sumber pangan sehat dan bergizi,” imbuhnya.
Dengan variasi tersebut, warga tidak hanya membeli beras, minyak, dan telur, tetapi juga bisa memperoleh bahan pangan segar.
Didorong Tekan Beban Rumah Tangga
Nanik berharap ketersediaan pangan murah dan keterlibatan pelaku usaha lokal dapat membantu masyarakat memenuhi kebutuhan sehari-hari.
“Semoga seluruh komoditas dapat terserap optimal sekaligus menggerakkan roda perekonomian warga sekitar,” harapnya.
Bagi Pemkot Surabaya, gerakan pangan murah memiliki dua fungsi. Pertama, membantu warga mendapatkan bahan pangan dengan harga lebih ringan. Kedua, memberi ruang bagi pelaku usaha lokal agar produknya dikenal masyarakat.
Program seperti ini juga dapat menjadi cara pemerintah menjaga keterjangkauan harga di tingkat konsumen.
Namun, dampaknya terhadap inflasi tetap bergantung pada kesinambungan pasokan, sebaran kegiatan, dan pergerakan harga bahan pokok di pasar.
Warga Merasa Terbantu
Kehadiran pasar murah di Balas Klumprik disambut antusias oleh warga.
Banyak warga memanfaatkan kegiatan tersebut untuk membeli kebutuhan pokok sebagai stok harian hingga persediaan satu bulan ke depan.
Salah satu warga Gempol, Kelurahan Balas Klumprik, Sulis Hidayati, mengaku terbantu dengan adanya GPM.
Ia membeli beras, minyak goreng, telur, buah, hingga nugget.
“Alhamdulillah cukup membantu untuk pengeluaran rumah tangga. Minyak goreng di sini harganya Rp15.500 per liter, selisih jauh kalau beli di luar yang biasanya di atas Rp20.000 per liter,” ungkap Sulis.
Sulis mengatakan pada penyelenggaraan sebelumnya ia sempat kehabisan barang karena datang terlalu siang.
Pada kegiatan kali ini, ia sengaja datang lebih awal agar bisa mendapatkan kebutuhan pokok secara lengkap.
“Senang sekali, sebagai ibu rumah tangga pasti cari harga yang lebih miring untuk menghemat kebutuhan sehari-hari. Harapannya kegiatan seperti ini sering diadakan ke depannya,” tuturnya.
Dalam gerakan pangan murah di Balai RW 3 Balas Klumprik, 17 penyedia menghadirkan antara lain 400 zak beras SPHP Rp58.000 per zak, 600 liter Minyakita Rp15.500 per liter, 200 kilogram telur ayam ras Rp23.500 per kilogram, dan 240 kilogram gula pasir Rp17.000 per kilogram. (Sol)




