FinanSaya.com – Persepsi konsumen terhadap kondisi ekonomi Surabaya melemah pada Agustus 2026.
Indeks Kondisi Ekonomi Saat Ini atau IKE Surabaya tercatat sebesar 100,3. Angka itu hanya terpaut 0,3 poin dari batas zona pesimistis.
Dalam Survei Konsumen Bank Indonesia, indeks di atas 100 menunjukkan konsumen masih berada pada level optimistis. Sebaliknya, indeks di bawah 100 menggambarkan kondisi pesimistis.
Dengan posisi 100,3, optimisme konsumen terhadap kondisi ekonomi Surabaya saat ini terlihat semakin tipis.
Kondisi Ekonomi Surabaya Turun Tajam
Data Bank Indonesia menunjukkan kondisi ekonomi Surabaya turun cukup dalam dibandingkan bulan sebelumnya.
Pada Juli 2026, kondisi ekonomi Surabaya masih berada di level 105,6. Pada Agustus 2026, angkanya turun menjadi 100,3.
Artinya, terjadi pelemahan 5,3 poin dalam satu bulan.
Penurunan tersebut membuat Surabaya masuk dalam daftar wilayah dengan pelemahan persepsi kondisi ekonomi terbesar pada Agustus 2026.
Secara spasial, BI mencatat peningkatan IKE tertinggi terjadi di Bandung, Jakarta, dan Medan. Sementara penurunan terbesar terjadi di Padang, Surabaya, dan Manado.
Berbeda dari Tren Nasional
Pelemahan kondisi ekonomi Surabaya bergerak berlawanan dengan tren nasional.
Secara nasional, persepsi konsumen terhadap kondisi ekonomi saat ini justru membaik pada Agustus 2026.
IKE nasional tercatat sebesar 109,4. Angka tersebut meningkat dibandingkan Juli 2026 yang berada di level 107,9.
BI menyebut perbaikan IKE nasional terutama ditopang oleh membaiknya Indeks Ketersediaan Lapangan Kerja serta Indeks Pembelian Barang Tahan Lama.
Dengan demikian, saat persepsi konsumen nasional membaik, Surabaya justru mendekati batas bawah zona optimistis.
IKK Surabaya Ikut Melemah
Pelemahan tidak hanya terjadi pada indeks kondisi ekonomi Surabaya saat ini.
Indeks Keyakinan Konsumen atau IKK Surabaya juga turun pada Agustus 2026.
IKK Surabaya melemah dari 113,8 pada Juli menjadi 109,5 pada Agustus 2026. Penurunannya mencapai 4,3 poin.
Meski masih berada di zona optimistis, penurunan tersebut menunjukkan keyakinan konsumen Surabaya tidak sekuat bulan sebelumnya.
Kondisi ini juga berbeda dari IKK nasional.
Secara nasional, IKK Agustus 2026 berada di level 118,5, naik dari 116,8 pada Juli 2026.
BI menyebut meningkatnya optimisme konsumen nasional didorong oleh perbaikan persepsi terhadap kondisi ekonomi saat ini dan ekspektasi ekonomi ke depan.
Surabaya Masuk Penurunan IKK Terbesar
Dalam pemetaan wilayah, BI menempatkan Surabaya bersama Padang dan Banten sebagai daerah dengan penurunan IKK terbesar pada Agustus 2026.
Sementara itu, peningkatan IKK tertinggi terjadi di Mataram, Bandung, dan Medan.
Posisi ini menunjukkan bahwa pelemahan keyakinan konsumen di Surabaya bukan hanya terjadi pada indikator tertentu, tetapi juga terlihat pada indeks keseluruhan.
Baca Juga: Armuji: Ekonomi Surabaya Tumbuh 5,87 Persen Tahun 2025
IKK sendiri menggambarkan tingkat keyakinan konsumen terhadap kondisi ekonomi secara lebih luas.
Karena itu, penurunan IKK dapat menjadi sinyal bahwa rumah tangga mulai lebih berhati-hati dalam menilai kondisi ekonomi dan rencana konsumsi.
Ekspektasi Ekonomi Surabaya Ikut Turun
Pandangan konsumen terhadap kondisi ekonomi Surabaya ke depan juga melemah.
Indeks Ekspektasi Konsumen atau IEK Surabaya turun dari 121,9 pada Juli menjadi 118,7 pada Agustus 2026.
Penurunan tersebut setara 3,2 poin dalam satu bulan.
Meski IEK Surabaya masih berada di atas 100, pelemahan itu menunjukkan optimisme terhadap kondisi beberapa bulan ke depan ikut menurun.
Surabaya kembali masuk dalam kelompok kota dengan penurunan IEK terbesar bersama Padang dan Bandar Lampung.
Nasional Justru Makin Optimistis
Berbeda dari Surabaya, IEK nasional meningkat pada Agustus 2026.
Indeks Ekspektasi Konsumen nasional naik dari 125,7 pada Juli menjadi 127,6 pada Agustus.
BI mencatat kenaikan ekspektasi konsumen nasional ditopang oleh seluruh komponen pembentuknya.
Indeks Ekspektasi Penghasilan tercatat sebesar 134,9. Indeks Ekspektasi Ketersediaan Lapangan Kerja berada di level 125,7.
Sementara itu, Indeks Ekspektasi Kegiatan Usaha tercatat sebesar 122,1.
Data ini memperlihatkan bahwa konsumen nasional masih memandang prospek ekonomi ke depan dengan optimisme yang lebih kuat dibandingkan Surabaya.
Survei Dilakukan di 18 Kota
Survei Konsumen BI dilakukan setiap bulan terhadap sekitar 4.600 rumah tangga di 18 kota, termasuk Surabaya.
Penghitungan indeks menggunakan metode balance score.
Dalam metode tersebut, indeks di atas 100 dikategorikan optimistis, sedangkan indeks di bawah 100 masuk kategori pesimistis.
Dengan pendekatan ini, posisi IKE Surabaya di level 100,3 menjadi penting karena sangat dekat dengan batas pesimistis.
Namun, data tersebut tetap perlu dibaca sebagai indikator persepsi konsumen, bukan ukuran langsung seluruh aktivitas ekonomi kota.
Survei ini menangkap penilaian rumah tangga terhadap kondisi ekonomi, lapangan kerja, pembelian barang tahan lama, penghasilan, dan kegiatan usaha.
Pada Agustus 2026, kondisi ekonomi Surabaya berdasarkan IKE tercatat 100,3, turun 5,3 poin dari Juli, sementara IKK melemah ke 109,5 dan IEK turun ke 118,7 menurut Survei Konsumen Bank Indonesia. (Sol)




