Sinyal RVTS Bitcoin dan XRP Bertolak Belakang

|

4 Views
Sinyal RVTS Bitcoin dan XRP Bertolak Belakang

FinanSaya.com – Data on-chain terbaru menunjukkan sinyal RVTS yang sangat berbeda antara Bitcoin, Ethereum, XRP, dan Zcash.

Analis on-chain Joao Wedson menilai harga pasar tidak selalu mencerminkan aktivitas ekonomi yang terjadi di jaringan blockchain.

Dalam pengamatan Wedson, Bitcoin berada pada salah satu rezim sinyal RVTS tertinggi dalam sejarahnya. Sebaliknya, XRP justru berada dekat level terendah historis.

Ethereum terlihat lebih netral, sedangkan Zcash dinilai menarik karena aktivitas ekonominya relatif mampu mengimbangi kenaikan harga.

“Harga menceritakan sesuatu. Aktivitas jaringan bisa saja mengatakan cerita yang berbeda,” kata Wedson.

Apa Itu Sinyal RVTS

Sinyal RVTS merupakan indikator yang membandingkan valuasi jaringan dengan aktivitas transaksi on-chain yang telah disesuaikan.

Menurut Wedson, indikator ini memakai moving average 28 hari dari adjusted transaction volume. Tujuannya untuk mengurangi noise jangka pendek dan melihat hubungan valuasi dengan aktivitas ekonomi aktual secara lebih jelas.

Ketika sinyal RVTS naik, valuasi jaringan berarti tumbuh lebih cepat dibandingkan aktivitas transaksi yang menjadi pembandingnya.

Sebaliknya, RVTS rendah menunjukkan aktivitas transaksi relatif besar dibandingkan valuasi jaringan berdasarkan pola historis aset tersebut.

Namun, Wedson memberi catatan penting. Angka RVTS Bitcoin tidak bisa dibandingkan secara mentah dengan XRP, Ethereum, atau Zcash.

Bitcoin Masuk Zona Tinggi Historis

Bitcoin menjadi aset yang paling menonjol dalam data yang dibagikan Wedson.

Berdasarkan data Alphractal, sinyal RVTS Bitcoin berada di sekitar 82,73. Pada grafik yang sama, BTC terlihat berada di kisaran US$77.340.

Level tersebut termasuk salah satu rezim RVTS tertinggi dalam sejarah Bitcoin.

Wedson menilai kondisi ini menunjukkan valuasi BTC telah bergerak jauh lebih cepat dibandingkan adjusted on-chain transaction activity.

Dengan kata lain, kenaikan valuasi Bitcoin membutuhkan dukungan aktivitas jaringan yang semakin kuat agar jaraknya tidak semakin melebar.

RVTS Tinggi Tidak Otomatis Koreksi

Meski berada di zona tinggi, sinyal RVTS Bitcoin tidak bisa langsung dibaca sebagai tanda harga pasti turun.

Wedson menggambarkan kondisi Bitcoin sebagai “historically expensive relative to activity.”

Artinya, secara historis valuasi Bitcoin sedang mahal jika dibandingkan dengan aktivitas jaringannya. Namun, indikator ini bukan alat sederhana untuk memastikan harga akan naik ketika rendah atau turun ketika tinggi.

RVTS lebih tepat dipakai untuk membaca jarak antara valuasi pasar dan aktivitas ekonomi di blockchain.

Apabila aktivitas transaksi Bitcoin meningkat kuat, kesenjangan tersebut dapat menyempit tanpa harus diikuti koreksi harga besar.

Namun, apabila valuasi terus naik sementara aktivitas on-chain tertinggal, divergensinya akan menjadi semakin ekstrem.

Ethereum Berada di Tengah

Ethereum menunjukkan kondisi yang tidak seekstrem Bitcoin.

Data Wedson memperlihatkan sinyal RVTS ETH berada di sekitar 49,83. Sebelumnya, indikator ini sempat naik melewati area 70, tetapi kemudian turun kembali mendekati 50.

Menurut Wedson, valuasi Ethereum masih relatif tinggi dibandingkan aktivitas jaringannya. Namun, posisinya belum mendekati divergensi ekstrem yang terlihat pada Bitcoin.

Ethereum karena itu ditempatkan dalam kategori intermediate atau menengah.

Pembacaan ini juga perlu dilihat terhadap riwayat ETH sendiri. Grafik historis Ethereum menunjukkan RVTS pernah mengalami lonjakan dan penurunan besar dalam beberapa siklus pasar.

Karena itu, angka 49,83 pada ETH tidak seharusnya dibandingkan langsung dengan angka 82,73 pada Bitcoin.

Baca Juga: 7 Kesalahan Otak yang Sering Jebak Investor

Zcash Reli tetapi RVTS Lebih Seimbang

Zcash memberikan gambaran berbeda.

Dalam grafik Alphractal, harga ZEC terlihat melonjak besar dan berada di sekitar US$815,53. Namun, sinyal RVTS Zcash tercatat hanya sekitar 33,55.

Menurut Wedson, angka tersebut masih jauh di bawah beberapa pembacaan ekstrem RVTS Zcash pada periode 2022 hingga 2025.

“Meski harga mengalami apresiasi besar, RVTS tetap jauh di bawah banyak pembacaan ekstrem yang terlihat antara 2022 dan 2025,” jelas Wedson.

Artinya, kenaikan valuasi Zcash tidak sepenuhnya terpisah dari aktivitas ekonominya.

Wedson menilai aktivitas ekonomi Zcash mampu mengikuti pergerakan valuasi dengan lebih baik dibandingkan kesan yang muncul jika investor hanya melihat grafik harga.

Zcash Tidak Otomatis Bebas Risiko

Kondisi Zcash yang dinilai relatif seimbang tidak berarti harga ZEC pasti terus naik.

Sinyal RVTS hanyalah satu indikator dalam membaca pasar. Harga kripto tetap dapat bergerak karena sentimen, likuiditas, arus modal, kondisi makro, dan faktor teknikal lain.

Namun, berdasarkan indikator ini saja, divergensi antara valuasi dan aktivitas Zcash tidak terlihat seekstrem Bitcoin.

Wedson mengategorikan kondisi Zcash sebagai “relatively balanced despite the rally.”

Pembacaan itu membuat Zcash menjadi kasus menarik. Harga sudah mengalami apresiasi besar, tetapi aktivitas transaksi dinilai masih cukup mengikuti perkembangan valuasinya.

XRP Dekat Level Terendah Historis

XRP justru memperlihatkan pola yang hampir berlawanan dengan Bitcoin.

Dalam grafik Alphractal, RVTS XRP turun mendekati dasar historisnya. Sementara itu, harga XRP terlihat berada di sekitar US$1,35.

Wedson menilai kondisi tersebut menunjukkan adjusted transaction activity sangat besar dibandingkan valuasi jaringan jika diukur dari pola historis XRP sendiri.

Dengan kata lain, jika Bitcoin berada pada kondisi valuasi tinggi terhadap aktivitas, XRP menunjukkan aktivitas berat relatif terhadap valuasinya.

“XRP menunjukkan struktur yang hampir berkebalikan dengan Bitcoin,” jelas Wedson.

Namun, RVTS rendah pada XRP tidak otomatis berarti aset tersebut murah atau pasti akan reli.

Aktivitas transaksi blockchain dapat dipengaruhi banyak faktor, termasuk karakter jaringan, jenis transaksi, penggunaan institusional, perilaku pengguna, dan struktur transfer.

Empat Aset Tunjukkan Cerita Berbeda

Data Wedson memperlihatkan bahwa satu indikator dapat memberi pembacaan berbeda untuk tiap aset kripto.

Bitcoin berada pada zona tinggi historis dengan RVTS sekitar 82,73. Ethereum berada di area menengah dengan RVTS sekitar 49,83.

Zcash tercatat memiliki RVTS sekitar 33,55 dan dinilai relatif seimbang meski harga melonjak. XRP berada dekat historical low, menandakan aktivitas transaksi sangat besar relatif terhadap valuasi historisnya.

Kesimpulan utama dari sinyal RVTS ini bukan soal kepastian harga, melainkan perbedaan hubungan antara valuasi pasar dan aktivitas jaringan.

Pada data Alphractal yang dibagikan Wedson, Bitcoin berada di satu kutub dengan RVTS 82,73, sedangkan XRP berada di kutub lain karena RVTS-nya mendekati level terendah historis. (Sol)

Artikel Menarik Lainnya