Peluang Kerja Surabaya Dibuka untuk Desil 1-3

|

1 Views
Peluang Kerja Surabaya Dibuka untuk Desil 1-3

FinanSaya.com – Pemerintah Kota Surabaya membuka peluang kerja bagi warga Desil 1-3 yang masuk usia produktif dan belum memiliki pendapatan tetap.

Program ini disiapkan khusus untuk warga Kota Surabaya melalui Dinas Perindustrian dan Ketenagakerjaan.

Kepala Disperinaker Kota Surabaya Agus Hebi Djuniantoro mengatakan, pemkot telah melakukan pendataan terhadap warga sasaran.

Dari pendataan tersebut, terdapat sekitar 2.463 orang yang dinilai perlu mendapat intervensi pekerjaan.

“Jadi 2.463 orang ini nantinya akan kita sandingkan dengan peluang kerja yang kami punya di Kota Surabaya. Ada sekitar 39 perusahaan yang nantinya dari 2.463 orang ini kita arahkan untuk melamar di 39 perusahaan tersebut,” kata Hebi, Jumat (11/9/2026).

Peluang Kerja untuk Warga Desil 1-3

Sasaran program ini adalah warga Desil 1-3 yang berada pada usia produktif, tetapi belum memiliki penghasilan tetap.

Pemkot Surabaya ingin kelompok tersebut tidak hanya terdata, tetapi juga diarahkan menuju peluang kerja yang tersedia.

Hebi menjelaskan, warga yang masuk dalam pendataan akan disandingkan dengan kebutuhan perusahaan.

Dengan cara itu, proses pencarian kerja tidak dilakukan secara acak, melainkan diarahkan sesuai peluang yang sudah dimiliki Disperinaker Surabaya.

Program ini menjadi bagian dari upaya pemkot membantu warga yang membutuhkan agar bisa masuk ke pasar kerja formal.

Ada 2738 Lowongan dari 39 Perusahaan

Disperinaker Surabaya mencatat terdapat 2.738 lowongan pekerjaan yang tersedia dari 39 perusahaan.

Jumlah lowongan tersebut lebih besar dibandingkan jumlah warga sasaran yang terdata, yaitu sekitar 2.463 orang.

Meski begitu, proses penempatan tetap bergantung pada kecocokan antara kemampuan pelamar dan kualifikasi yang dibutuhkan perusahaan.

Pemkot Surabaya tidak hanya mengarahkan warga untuk melamar. Disperinaker juga menyiapkan pendampingan agar pencari kerja lebih siap mengikuti proses seleksi.

Pendampingan tersebut mencakup pembuatan berkas lamaran hingga persiapan menghadapi wawancara.

Berkas Lamaran Akan Didampingi

Hebi mengatakan pencari peluang kerja akan dibantu agar berkas yang dikirim sesuai standar perusahaan.

Langkah ini penting karena dokumen lamaran kerap menjadi tahap awal seleksi sebelum pelamar dipanggil untuk tes berikutnya.

Berkas yang tidak rapi atau tidak sesuai kebutuhan perusahaan dapat mengurangi peluang pelamar untuk maju ke tahap seleksi.

Karena itu, Disperinaker akan memberikan arahan mengenai cara menyusun berkas dengan baik.

“Kita ajari bagaimana caranya agar sesuai standar. Kemudian yang kedua, ketika saat ada wawancara nanti kita akan ajari juga bagaimana cara wawancaranya,” ujar Hebi.

Pencari Kerja Dibekali Cara Wawancara

Selain berkas, pemkot juga menyiapkan pendampingan untuk menghadapi tes wawancara.

Pencari kerja akan diberi panduan agar dapat menunjukkan kemampuan dan potensi yang dimiliki ketika dipanggil perusahaan.

Baca Juga: Tenaga Kerja Surabaya Terserap 5120 Orang

Pendampingan ini diharapkan membuat warga lebih percaya diri saat mengikuti proses rekrutmen untuk meraih kesempatan peluang kerja.

Bagi warga yang belum terbiasa melamar kerja, wawancara dapat menjadi tantangan tersendiri.

Karena itu, bimbingan dari Disperinaker diarahkan agar pelamar memahami cara menjawab pertanyaan, menjelaskan pengalaman, dan menunjukkan kesiapan bekerja.

Aplikasi ASSiK Bantu Pantau Panggilan

Pemkot Surabaya juga akan membuatkan akun personal bagi pencari kerja yang terdaftar dalam Desil 1-3 melalui aplikasi ASSiK.

ASSiK merupakan singkatan dari Arek Suroboyo Siap Kerjo.

Melalui aplikasi tersebut, pencari kerja dapat memantau pemberitahuan dari perusahaan yang dilamar.

“Nanti mereka bisa melihat lewat Hp, bahwa ada panggilan atau tidak, nanti ada notifikasi (pemberitahuan) di sana. Untuk memudahkan pencari kerja, sehingga nantinya pada saat wawancara, tes, dan sebagainya tidak terlewatkan,” sebutnya.

Dengan sistem notifikasi tersebut, pemkot ingin memastikan informasi panggilan kerja tidak terlewat oleh pelamar.

Monitoring Dibantu Kecamatan dan Kelurahan

Disperinaker Surabaya tidak berhenti pada tahap pembuatan akun dan pendampingan lamaran.

Hebi mengatakan pihaknya akan terus memonitor pencari kerja yang masuk dalam program tersebut.

Monitoring dilakukan dengan bantuan kecamatan dan kelurahan.

Tujuannya untuk memastikan pencari kerja diarahkan sesuai kualifikasi dan tidak menumpuk di satu perusahaan.

Dengan pengawasan tersebut, distribusi pelamar dapat lebih terarah.

Pemkot juga bisa mengevaluasi apakah proses pendampingan sudah berjalan efektif atau masih perlu diperbaiki.

Dilaporkan kepada Wali Kota

Hasil monitoring nantinya menjadi bahan evaluasi untuk dilaporkan kepada Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi.

Hebi menyebut Wali Kota Surabaya mendukung program tersebut.

“Nama-nama tersebut nanti dimonitor sebagai bahan evaluasi untuk kemudian dilaporkan kepada Wali Kota. Karena Pak Wali Kota (Eri Cahyadi) sangat mendukung program ini,” pungkasnya.

Dengan skema ini, Pemkot Surabaya berupaya membuat peluang kerja bagi warga Desil 1-3 tidak berhenti pada informasi lowongan, tetapi juga mencakup pendampingan berkas, bimbingan wawancara, akun ASSiK, dan monitoring setelah proses lamaran berjalan. (Sol)

Artikel Menarik Lainnya