FinanSaya.com – Pemerintah Kota Surabaya mencatat 5.120 tenaga kerja baru telah ditempatkan hingga Juli 2026. Penempatan dilakukan melalui sejumlah jalur, mulai dari rekrutmen perusahaan, Bursa Kerja Khusus, job fair, pelatihan, hingga peluang kerja luar negeri.
Capaian tersebut menjadi bagian dari strategi Pemkot Surabaya untuk menekan Tingkat Pengangguran Terbuka atau TPT.
Pada 2025, TPT Surabaya tercatat 4,84 persen. Tahun ini, Pemkot menargetkan angka tersebut turun menjadi 4,47 persen.
Untuk mengejar target itu, Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Kota Surabaya membidik penyerapan 8.838 tenaga kerja baru sepanjang 2026.
Tenaga Kerja Ditempatkan Lewat Banyak Jalur
Kepala Disperinaker Kota Surabaya Agus Hebby Djuniantoro mengatakan, penyerapan pekerja dilakukan dengan memperluas akses masyarakat terhadap peluang kerja.
Peluang tersebut tidak hanya dibuka di dalam kota, tetapi juga mencakup kesempatan kerja di luar negeri melalui jalur resmi.
“Untuk penyerapan tenaga kerja yang sudah kami upayakan, sampai dengan Juli 2026 tercatat sebanyak 5.120 tenaga kerja telah ditempatkan. Kami terus membuka berbagai akses agar warga Surabaya memiliki kesempatan masuk ke dunia kerja sesuai kompetensinya,” kata Hebby, Jumat (28/8/2026).
Dari total 5.120 orang tersebut, penempatan terbesar berasal dari rekrutmen reguler perusahaan, yakni 2.952 orang.
Jalur Bursa Kerja Khusus di SMK dan perguruan tinggi menyumbang 1.615 orang. Sementara penempatan tenaga kerja luar negeri mencapai 166 orang.
Selain itu, penempatan melalui pelatihan dan sertifikasi mencapai 120 orang, lowongan kerja aktif melalui ASSIK 160 orang, dan job fair 107 orang.
Target 8838 Penempatan Tahun Ini
Disperinaker Surabaya menargetkan 8.838 penempatan kerja baru sepanjang 2026.
Dengan realisasi 5.120 orang hingga Juli, Pemkot masih perlu mengejar sisa target pada semester kedua tahun ini.
Strategi yang digunakan tidak hanya mengandalkan satu kanal. Pemkot membuka akses lewat perusahaan, sekolah, kampus, aplikasi lowongan kerja, pelatihan, sertifikasi, proyek pemerintah, investasi, dan peluang kerja luar negeri.
Pola ini dipilih agar warga dengan latar belakang pendidikan dan keterampilan berbeda tetap memiliki peluang masuk ke pasar kerja.
Proyek APBD Serap Pekerja Lokal
Selain melalui rekrutmen perusahaan, Pemkot Surabaya juga mendorong proyek yang dibiayai APBD agar memberi manfaat langsung bagi warga.
Salah satu jalurnya adalah pekerjaan konstruksi yang dikerjakan Pemkot Surabaya.
Hingga Agustus 2026, terdapat 1.820 pekerjaan konstruksi yang telah berkontrak dari total 3.048 rencana pekerjaan konstruksi Pemkot Surabaya pada 2026.
Dari proyek yang sudah berjalan, sebanyak 884 pekerja lokal ber-KTP Surabaya telah terserap.
“Untuk jasa konstruksi yang dibiayai APBD, saat ini sudah tercatat 884 tenaga kerja warga Kota Surabaya yang terserap. Kami merencanakan ada tambahan 936 tenaga kerja lokal lagi hingga akhir tahun,” ujarnya.
Dengan rencana tambahan tersebut, proyek konstruksi APBD diharapkan semakin banyak menyerap warga Surabaya.
Investasi Serap 32718 Pekerja
Peluang kerja juga datang dari aktivitas investasi di Surabaya.
Hebby menyebut terdapat 368 perusahaan yang melakukan investasi di Kota Surabaya dengan total penyerapan 32.718 pekerja.
Dari jumlah itu, sekitar 50 persen atau lebih dari 16 ribu pekerja merupakan warga ber-KTP Surabaya.
“Ke depan, kami akan terus membuka kesempatan dan memperluas peluang kerja bagi warga Kota Surabaya dengan mendorong investasi yang masuk agar memberikan kesempatan kepada tenaga kerja lokal, minimal 50 persen,” katanya.
Pemkot ingin investasi yang masuk tidak hanya menambah aktivitas ekonomi, tetapi juga membuka peluang kerja bagi warga setempat.
Karena itu, keberpihakan terhadap tenaga kerja lokal menjadi salah satu fokus saat investasi tumbuh di Surabaya.
Sertifikasi Tukang Capai 1700 Orang
Untuk memastikan warga mampu mengisi peluang kerja, Disperinaker juga memperkuat kompetensi sumber daya manusia.
Pelatihan dan sertifikasi diberikan sesuai kebutuhan dunia kerja. Salah satu fokusnya adalah peningkatan kompetensi tenaga konstruksi.
Baca Juga: Cetak Tenaga Kerja AI, Anthropic Siapkan Dana Jumbo
Hingga kini, sekitar 1.700 tenaga tukang telah mendapatkan sertifikasi.
Sertifikasi tersebut diharapkan membuat pekerja lokal lebih siap memenuhi kebutuhan pembangunan infrastruktur dan aktivitas investasi di Surabaya.
Dengan kompetensi yang lebih jelas dan terukur, pekerja lokal memiliki peluang lebih besar untuk terserap dalam proyek maupun sektor usaha yang membutuhkan keahlian teknis.
Pelatihan Juga Arahkan Wirausaha
Hebby mengatakan pelatihan tidak hanya diarahkan agar warga menjadi pekerja. Pemkot juga mendorong warga yang memiliki potensi usaha untuk mengembangkan kewirausahaan.
“Pelatihan tidak hanya kami arahkan untuk menjadi pekerja. Kami juga mendorong masyarakat yang memiliki potensi untuk berwirausaha. Setelah mendapatkan pelatihan, mereka akan kami hubungkan dengan industri atau pelaku usaha yang sudah lebih mumpuni agar mendapatkan pembinaan dan pendampingan,” jelasnya.
Menurut Hebby, pola tersebut penting agar pelatihan tidak berhenti di ruang kelas.
Peserta perlu mendapatkan jalan lanjutan, baik berupa kesempatan kerja maupun pendampingan usaha.
“Dengan demikian, masyarakat memiliki lebih banyak pilihan untuk meningkatkan kesejahteraan melalui pekerjaan maupun kewirausahaan,” imbuhnya.
Surabaya Bidik Peluang PMI
Pemkot Surabaya juga mulai menangkap peluang kerja luar negeri melalui program Pekerja Migran Indonesia atau PMI.
Berdasarkan informasi dari Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia, Jawa Timur memiliki target sekitar 26 ribu peluang kerja bagi PMI.
Hebby menegaskan Surabaya akan ikut mengambil peluang tersebut dengan tetap mengutamakan jalur legal dan aman.
Sosialisasi akan dilakukan hingga tingkat kecamatan agar masyarakat memahami prosedur keberangkatan dan tidak terjebak penempatan ilegal.
“Kami akan melakukan sosialisasi ke kecamatan-kecamatan untuk menjelaskan bagaimana mengikuti program PMI secara legal. Kami ingin masyarakat mendapatkan informasi yang benar sehingga tidak salah memilih jalur penempatan,” katanya.
Akses Pembiayaan PMI Disiapkan
Disperinaker juga berkoordinasi dengan Himpunan Bank Milik Negara untuk membuka akses pembiayaan bagi calon PMI.
Skema yang dibahas mencakup Kredit Usaha Rakyat dan pembiayaan lainnya.
“Target Jawa Timur sekitar 26 ribu peluang kerja bagi PMI ini harus ditangkap oleh Surabaya. Kami ingin warga Surabaya bisa memanfaatkan peluang tersebut dengan tetap mendapatkan pendampingan dan melalui jalur yang legal,” pungkasnya.
Hingga Juli 2026, realisasi penempatan tenaga kerja baru di Surabaya mencapai 5.120 orang dari target 8.838 orang, sedangkan proyek konstruksi APBD telah menyerap 884 pekerja lokal dan investasi di 368 perusahaan menyerap 32.718 pekerja. (Sol)




