Anggaran Lapangan Potro Agung di Surabaya Capai Rp2,4 Miliar

|

5 Views
Anggaran Lapangan Potro Agung di Surabaya Capai Rp2,4 Miliar

FinanSaya.com – Lapangan Potro Agung di Kelurahan Rangkah, Kecamatan Tambaksari, Surabaya, kini berubah menjadi sport center modern setelah direvitalisasi Pemerintah Kota Surabaya. Fasilitas yang sebelumnya dikenal gersang dan berpasir itu dibangun ulang di atas lahan seluas 4.700 meter persegi.

Wajah baru lapangan tersebut dilengkapi mini soccer, jogging track, lapangan basket, dan lapangan voli. Peresmian dilakukan pada Minggu (5/7/2026) pagi melalui laga mini soccer yang diikuti Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi bersama para pemain Persebaya Legend.

Eri mengatakan revitalisasi Lapangan Potro Agung merupakan tindak lanjut dari pengaduan dan usulan masyarakat. Aspirasi itu masuk melalui RT, RW, dan Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan atau LPMK dalam Musrenbang 2024.

“Apapun akan terus kita perbaiki untuk Surabaya. Tapi memang anggarannya harus bergantian atau skala prioritas. Nah, sekarang Lapangan Potro Agung yang legendaris ini sudah selesai dibangun dengan anggaran Rp2,4 miliar,” ujar Eri.

Lapangan Potro Agung Dikelola Mandiri

Meski dibangun menggunakan APBD, Pemkot Surabaya tidak ingin pengelolaan fasilitas tersebut terus bergantung pada anggaran pemerintah. Eri menyebut pengelolaan sport center akan diserahkan kepada LPMK secara ex-officio bersama warga sekitar.

Fasilitas itu juga dapat disewakan secara komersial. Namun, Eri meminta pemasukan dari sewa dicatat dan dikelola dengan benar untuk kebutuhan perawatan.

“Saya nyuwun tolong, kalau sudah dikelola dan disewakan, pemasukannya dihitung dengan baik. Jangan sampai ada uang sewanya, tapi lapangannya rusak, lalu ajukan proposal lagi ke Pemkot. Manajemennya harus jalan untuk pemeliharaan,” tegasnya.

Arahan itu menunjukkan Pemkot Surabaya ingin mendorong pola pengelolaan fasilitas umum yang lebih mandiri. Lapangan Potro Agung yang sudah dibangun dengan APBD diharapkan memiliki sumber pembiayaan untuk perawatan jangka panjang.

Pola pengelolaan Lapangan Potro Agung juga sejalan dengan arah pembangunan Surabaya dalam RPJMD 2025–2029 yang menekankan kolaborasi pemerintah dan masyarakat dalam pembangunan kota.

Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi saat mencoba bermain bola di Lapangan Potro Agung yang diresmikan pada Minggu (5/7/2026).

Sport Center Dibangun Rp2,4 Miliar

Revitalisasi Lapangan Potro Agung sendiri menghabiskan anggaran Rp2,4 miliar. Dengan anggaran tersebut, kawasan yang sebelumnya berupa lapangan terbuka kini memiliki fungsi lebih luas sebagai pusat olahraga warga.

Keberadaan mini soccer, basket, voli, dan jogging track membuat fasilitas tersebut dapat dipakai berbagai kelompok masyarakat. Lapangan tidak hanya menjadi tempat pertandingan, tetapi juga ruang aktivitas harian warga Tambaksari.

Baca Juga: Pemkot Percepat Penggunaan Kendaraan Listrik di Surabaya

Pemkot Surabaya juga melihat potensi ekonomi dari meningkatnya aktivitas di kawasan tersebut. Saat ada pertandingan atau kegiatan komunitas, pelaku UMKM lokal dapat memanfaatkan keramaian untuk berjualan.

Dengan fungsi itu, sport center tidak hanya menjadi ruang olahraga. Kawasan ini juga dapat menjadi titik perputaran ekonomi kecil bagi warga sekitar, terutama ketika kegiatan olahraga berjalan rutin.

Ruang Publik Positif untuk Anak Muda

Eri berharap Lapangan Potro Agung menjadi tempat kegiatan positif bagi anak-anak muda Surabaya. Menurutnya, ruang publik yang aktif, terang, dan ramai kegiatan dapat mencegah pemanfaatan area untuk hal negatif.

“Jangan sampai kalau malam atau sudah sepi, malah dipakai buat yang negatif. Makanya nanti dipadangi yang terang biar tidak ada yang berani. Tempat ini harus jadi pusat kegiatan positif anak muda,” imbuhnya.

Tidak hanya meresmikan, ia bersama pejabat Pemkot lain sempat bermain bola bersama untuk merasakan sendiri bagaimana atmosfer permainan di lapangan tersebut.

Sebagai konteks fiskal, APBD Kota Surabaya Tahun Anggaran 2026 ditetapkan sekitar Rp12,7 triliun. Dalam konteks ini, PAD Surabaya 2026 diproyeksikan Rp8,198 triliun, sedangkan belanja daerah direncanakan Rp12,731 triliun.

Pemkot Surabaya juga belajar dari sejumlah fasilitas umum yang pernah terbengkalai setelah diserahkan kepada warga. Karena itu, pengelolaan Lapangan Potro Agung akan dievaluasi secara berkala.

Evaluasi dilakukan setiap tiga bulan untuk memastikan pemasukan, perawatan, dan pengelolaan fasilitas berjalan sesuai tujuan. Jika pengelolaan dinilai baik, kerja sama dapat dilanjutkan.

“Banyak lapangan sepak bola yang dikelola tertentu, disewakan, tapi saat rusak kembali minta ke Pemkot. Ini kerja sama pengelolaan akan kami evaluasi setiap 3 bulan sekali. Kalau perawatannya bagus, kerja sama diteruskan. Ini yang namanya gotong royong,” pungkasnya. (Sol)

Artikel Menarik Lainnya