FinanSaya.com – Inflasi kota Surabaya pada Mei 2026 tercatat sebesar 3,77 persen secara year on year.
Angka tersebut lebih tinggi dibanding inflasi rata-rata Provinsi Jawa Timur pada periode yang sama, yakni 3,49 persen. Secara bulanan, Surabaya juga mencatat inflasi 0,37 persen, tertinggi di antara 11 kabupaten/kota Indeks Harga Konsumen atau IHK di Jawa Timur.
Berdasarkan Berita Resmi Statistik BPS Jawa Timur, IHK Kota Surabaya pada Mei 2026 berada di angka 112,16. Sementara IHK Jawa Timur secara keseluruhan tercatat 111,83.
Surabaya di Atas Rata-Rata Jawa Timur
Inflasi kota Surabaya secara tahunan berada 0,28 poin persentase di atas inflasi Jawa Timur.
Pada saat yang sama, inflasi bulanan Surabaya juga lebih tinggi dibanding inflasi month to month Jawa Timur yang tercatat 0,28 persen.
Dengan inflasi bulanan 0,37 persen, Surabaya menjadi daerah IHK dengan inflasi m-to-m tertinggi di Jawa Timur pada Mei 2026.
Secara umum, seluruh 11 kabupaten/kota IHK di Jawa Timur mengalami inflasi tahunan. Inflasi tertinggi terjadi di Sumenep sebesar 5,12 persen dengan IHK 116,18. Inflasi terendah terjadi di Kabupaten Tulungagung sebesar 2,84 persen dengan IHK 112,29.
Dalam daftar tersebut, inflasi kota Surabaya menempatkan Surabaya dalam kelompok daerah dengan laju inflasi cukup tinggi.
Pangan Jadi Penyumbang Besar
Pada level provinsi, tekanan inflasi Jawa Timur dipicu kenaikan harga pada sejumlah kelompok pengeluaran.
Penyumbang terbesar berasal dari kelompok makanan, minuman, dan tembakau. Kelompok ini mengalami inflasi 5,67 persen dengan andil 1,57 persen terhadap inflasi tahunan Jawa Timur.
BPS Jawa Timur mencatat sejumlah komoditas yang dominan mendorong inflasi tahunan di provinsi ini. Komoditas tersebut antara lain cabai rawit, beras, daging ayam ras, minyak goreng, daging sapi, cabai merah, bawang merah, nasi dengan lauk, tahu mentah, air kemasan, dan udang basah.
Kenaikan pada kelompok pangan menjadi salah satu faktor yang ikut menjelaskan tekanan inflasi kota Surabaya pada Mei 2026.
Emas Perhiasan dan Transportasi Ikut Mendorong
Selain pangan, kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya juga mencatat inflasi tinggi di Jawa Timur.
Kelompok ini mengalami inflasi 10,65 persen dengan andil 0,75 persen terhadap inflasi tahunan. Salah satu komoditas dominan dari kelompok tersebut adalah emas perhiasan.
Kelompok transportasi juga ikut memberi tekanan. Inflasi kelompok transportasi tercatat 3,30 persen dengan andil 0,41 persen.
Komoditas transportasi yang dominan mendorong inflasi antara lain angkutan udara, mobil, sepeda motor, dan bensin.
Dalam daftar komoditas pendorong inflasi tahunan Jawa Timur, BPS juga mencatat laptop/notebook, bahan bakar rumah tangga, akademi/perguruan tinggi, telepon seluler, dan beberapa komoditas lain.
Faktor-faktor tersebut menjadi bagian dari konteks inflasi kota Surabaya, terutama karena Surabaya merupakan pusat aktivitas perdagangan, jasa, pendidikan, transportasi, dan konsumsi di Jawa Timur.
Baca Juga: BPS Jawa Timur Sebut Inflasi Masih Aman
Inflasi Bulanan Dipicu Sejumlah Komoditas
Secara month to month, inflasi kota Surabaya tercatat sebesar 0,37 persen pada Mei 2026.
Angka ini lebih tinggi dibanding inflasi bulanan Jawa Timur sebesar 0,28 persen.
Pada level provinsi, komoditas yang dominan mendorong inflasi bulanan antara lain angkutan udara, minyak goreng, bawang merah, cabai rawit, cabai merah, beras, laptop/notebook, bahan bakar rumah tangga, air kemasan, sawi hijau, telepon seluler, bensin, dan tahu mentah.
Warga Surabaya Perlu Pantau Harga Harian
Dengan IHK 112,16, inflasi kota Surabaya pada Mei 2026 berada di atas IHK Jawa Timur yang sebesar 111,83.
Perbedaan ini menunjukkan harga di Surabaya bergerak lebih cepat dibanding rata-rata provinsi. Bagi rumah tangga, kondisi tersebut dapat terasa pada belanja pangan, transportasi, dan kebutuhan rutin.
Bagi pelaku usaha, inflasi juga dapat memengaruhi biaya operasional. Harga bahan baku, ongkos distribusi, dan biaya transportasi bisa ikut berubah ketika tekanan harga meningkat.
Karena itu, pemantauan harga komoditas utama tetap penting, terutama untuk pangan yang paling dekat dengan pengeluaran harian masyarakat.
Sumenep Tertinggi Secara Tahunan
Meski Surabaya mencatat inflasi bulanan tertinggi, inflasi tahunan tertinggi di Jawa Timur terjadi di Sumenep.
Sumenep mencatat inflasi y-on-y sebesar 5,12 persen dengan IHK 116,18. Tulungagung menjadi daerah dengan inflasi tahunan terendah, yakni 2,84 persen dengan IHK 112,29.
Surabaya berada di antara dua posisi tersebut dengan inflasi tahunan 3,77 persen dan IHK 112,16. (Sol)




