Eks Hi-Tech Mal Siap Diisi, F&B Dapat Area Khusus

|

9 Views
Eks Hi-Tech Mal Siap Diisi, F&B Dapat Area Khusus

FinanSaya.com – Eks Hi-Tech Mal mulai ditata Pemerintah Kota Surabaya setelah normalisasi bangunan selesai pada Mei 2026. Pemkot kini melanjutkan penataan area basement dan lantai dasar gedung legendaris tersebut untuk menampung aktivitas industri kreatif.

Penataan itu merupakan bagian dari rencana revitalisasi eks gedung Hi-Tech Mall sebagai pusat sains, kreativitas, dan teknologi bagi anak muda Surabaya. Pada Februari 2026, Pemkot Surabaya menyebut pengembangan kawasan ini mengusung konsep Science, Creative, and Technology Hub.

Kawasan THR diarahkan menjadi pusat aktivitas berbasis teknologi informasi, riset, dan industri kreatif. Pemkot Surabaya juga menyiapkan kolaborasi dengan perguruan tinggi dan perwakilan Badan Riset dan Inovasi Nasional atau BRIN untuk pengembangan kegiatan riset.

Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman serta Pertanahan Surabaya, Iman Krestian, mengatakan bagian basement gedung Hi-Tech Mal sedang berada dalam tahap penyesuaian tata letak ruangan.

Penyesuaian itu mencakup tata letak galeri, ruang tenan, area penyimpanan barang, dan kebutuhan lain yang disampaikan pelaku industri kreatif.

“Jadi sudah selesai di bulan Mei, terus ada kunjungan dari teman-teman industri kreatif yang akan menempati, dan ada beberapa tambahan permintaan. Kayak ada permintaan untuk tambahan galeri, tambahan area-area penyimpanan barang dan macam-macam, ada beberapa properti yang nanti disediakan tempat penyimpanan,” kata Iman, Senin, 8 Juni 2026.

Menurut Iman, pengerjaan tahap tersebut semula ditargetkan tuntas pada Mei 2026. Namun, adanya tambahan usulan kebutuhan ruangan membuat pemkot perlu melakukan penyesuaian lanjutan.

“Jadi saat ini sudah fit out untuk kebutuhan ruangan-ruangan yang mereka butuhkan,” ujar Iman.

Eks Hi-Tech Mal Siapkan 50 Tenan

Eks Hi-Tech Mal nantinya disiapkan untuk menampung sekitar 40 hingga 50 tenan di area basement. Tenan tersebut akan berasal dari pelaku industri kreatif dan food and beverage atau F&B.

Iman menjelaskan area F&B akan dipisahkan dari area industri kreatif. Pelaku industri kreatif seperti motor custom dan sektor sejenis akan ditempatkan di area tersendiri.

“Untuk F&B itu ada area sendiri, industri kreatif seperti motor custom dan sebagainya itu ada sendiri. Mungkin sekitar 40-50, bisa lebih sih, tapi sementara ada 50 tenan,” terang Iman.

Di lantai dasar, pemkot juga menyiapkan ruang untuk aktivitas industri kreatif. Area tersebut direncanakan menjadi lokasi baru Koridor space yang saat ini berada di Siola.

Rencana pemindahan Koridor space dari Siola juga menjadi bagian dari penguatan ekosistem kreatif di kawasan ini. Selain Koridor, Pemkot Surabaya sebelumnya menyiapkan pemindahan Rumah Bahasa dari Balai Pemuda, lengkap dengan perpustakaan.

Pemkot Surabaya menyebut konsep besarnya adalah menjadikan eks Hi-Tech Mall sebagai self improvement center bagi masyarakat, khususnya anak muda Surabaya.

Baca Juga: Mayoritas Harga Bapok Surabaya Stabil Hari Ini

Selain pemindahan Koridor space, pemkot juga menyiapkan pembangunan tempat ibadah di lantai dasar. Iman menyebut di area tersebut akan dibuat masjid baru.

“Lantai dasar juga proses pembuatan industri kreatif juga, Koridor yang ada di Siola itu nanti kita pindahkan ke area lantai dasarnya eks Hi-Tech mal. Sama pembuatan masjid baru di situ,” sebutnya.

Ditargetkan Klir Awal Juli 2026

Pemkot Surabaya menargetkan penataan Eks Hi-Tech Mal bisa segera selesai dalam waktu dekat. Iman berharap pekerjaan dapat tuntas pada pertengahan hingga akhir Juni 2026.

Ia menegaskan seluruh penataan diharapkan sudah klir pada awal Juli 2026. Target tersebut berkaitan dengan rencana penyelenggaraan pesta rakyat Surabaya pada Juli 2026.

“Harapannya pertengahan bulan sampai akhir bulan ini, awal Juli harus sudah klir. Karena nanti bulan Juli rencananya ada pesta rakyat Surabaya, dan rencananya digelar di SBEC, jadi bersamaan dengan itu,” tandasnya.

Dalam rencana pengembangan awal, gedung lima lantai itu dibagi untuk sejumlah fungsi. Basement disiapkan sebagai toko modern, food court, dan multifunction hall untuk aktivitas komunitas.

Lantai dasar tetap diarahkan untuk toko IT dan area F&B. Sementara lantai satu dan dua direncanakan menjadi ruang organisasi kepemudaan, studio musik, dan pusat industri kreatif.

Lantai tiga akan dikembangkan sebagai immersive space, yakni ruang audio visual interaktif untuk pameran kreatif dan pertunjukan seni. Fasilitas olahraga seperti padel dan biliar juga masuk dalam rencana pengembangan.

Bekas bioskop direncanakan dimanfaatkan sebagai teater pemutaran film karya sineas lokal. Di bagian belakang kawasan, area Surabaya Expo Center atau SBEC telah direvitalisasi sebagai lokasi konser.

Bekas kolam renang juga sedang dialihfungsikan menjadi lapangan mini soccer dan fasilitas olahraga lainnya. Dengan rencana tersebut, kawasan eks Hi-Tech Mall diarahkan kembali hidup sebagai ruang publik modern, pusat kreativitas, dan destinasi baru keluarga di Surabaya. (Sol)

Artikel Menarik Lainnya