Biaya Pendidikan Jatim Naik hingga 1,90 Persen di Bulan Mei

|

6 Views
Biaya Pendidikan Jatim Naik hingga 1,90 Persen di Bulan Mei

FinanSaya.com – Biaya pendidikan Jatim mengalami kenaikan pada Mei 2026.

Badan Pusat Statistik Provinsi Jawa Timur mencatat kelompok pendidikan mengalami inflasi secara tahunan atau year on year sebesar 1,90 persen.

Kenaikan itu terlihat dari Indeks Harga Konsumen kelompok pendidikan yang bergerak dari 105,43 pada Mei 2025 menjadi 107,43 pada Mei 2026. Kelompok pendidikan memberi andil 0,14 persen terhadap inflasi tahunan Jawa Timur.

Seluruh Subkelompok Pendidikan Naik

BPS Jatim mencatat seluruh subkelompok pendidikan mengalami inflasi tahunan.

Dalam laporan tersebut, biaya pendidikan Jatim paling tinggi terlihat pada subkelompok pendidikan lainnya, yang mencatat inflasi 3,65 persen.

Setelah itu, subkelompok pendidikan dasar dan anak usia dini mengalami inflasi 2,19 persen. Pendidikan menengah naik 1,42 persen, sedangkan pendidikan tinggi naik 1,32 persen.

Data ini menunjukkan kenaikan tidak hanya terjadi pada satu jenjang pendidikan. Tekanan harga muncul dari berbagai komponen, mulai dari pendidikan anak usia dini, sekolah dasar, pendidikan menengah, pendidikan tinggi, hingga layanan pendidikan tambahan.

2 Komponen Sumbang Kenaikan

Sejumlah komponen pendidikan ikut memberikan sumbangan terhadap inflasi tahunan Jawa Timur.

Akademi atau perguruan tinggi memberi andil 0,03 persen. Bimbingan belajar dan sekolah dasar masing-masing memberi andil 0,02 persen.

Selain itu, biaya sekolah menengah pertama, sekolah menengah atas, taman kanak-kanak, dan kursus bahasa asing masing-masing memberi andil 0,01 persen terhadap inflasi tahunan.

Kenaikan biaya pendidikan Jatim ini menjadi perhatian karena pengeluaran pendidikan biasanya bersifat rutin dan sulit dihindari oleh rumah tangga yang memiliki anak sekolah atau anggota keluarga yang sedang menempuh pendidikan.

Inflasi Jatim Lebih Tinggi dari Tahun Lalu

Kenaikan kelompok pendidikan terjadi saat inflasi Jawa Timur juga meningkat dibandingkan tahun sebelumnya.

Pada Mei 2026, inflasi tahunan Jawa Timur tercatat 3,49 persen. Angka ini lebih tinggi dibandingkan Mei 2025 yang sebesar 1,22 persen dan Mei 2024 yang sebesar 2,83 persen.

Sementara itu, inflasi tahun kalender atau year to date Jawa Timur pada Mei 2026 mencapai 1,43 persen. Angka ini juga lebih tinggi dibandingkan periode yang sama pada 2025 sebesar 0,89 persen dan 2024 sebesar 1,18 persen.

Dengan kondisi tersebut, biaya pendidikan Jatim menjadi salah satu komponen yang ikut menambah tekanan inflasi, meski andilnya masih lebih kecil dibanding kelompok makanan, minuman, dan tembakau.

Baca Juga: Inflasi Kota Surabaya Lebih Tinggi dari Rata-Rata Jatim

Inflasi Bulanan Berbalik dari Deflasi

BPS Jatim juga mencatat inflasi bulanan atau month to month pada Mei 2026 sebesar 0,28 persen.

Angka ini berbalik dari Mei 2025 yang mengalami deflasi 0,34 persen dan Mei 2024 yang juga deflasi 0,21 persen.

Perubahan ini menunjukkan tekanan harga pada Mei 2026 lebih kuat dibandingkan periode yang sama dua tahun sebelumnya. Dalam konteks rumah tangga, kenaikan harga berbagai kebutuhan dapat membuat pengeluaran bulanan terasa lebih berat.

Kenaikan biaya pendidikan Jatim menambah daftar komponen yang perlu diperhatikan, terutama menjelang periode masuk sekolah, pembayaran daftar ulang, kursus, bimbingan belajar, atau kebutuhan pendidikan lain.

Biaya Pendidikan Jatim Bukan Penyumbang Terbesar

Meski naik, kelompok pendidikan bukan penyumbang terbesar inflasi tahunan Jawa Timur.

Dalam laporan BPS Jatim, tekanan inflasi tahunan terbesar masih berasal dari kelompok makanan, minuman, dan tembakau dengan andil 1,57 persen.

Kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya memberi andil 0,75 persen. Kelompok transportasi memberi andil 0,41 persen. Penyediaan makanan dan minuman atau restoran memberi andil 0,23 persen.

Sementara kelompok pendidikan memberi andil 0,14 persen.

Dampak ke Rumah Tangga

Kenaikan biaya pendidikan dapat memengaruhi perencanaan keuangan keluarga.

Orang tua perlu menyiapkan biaya sekolah, seragam, buku, transportasi, kegiatan belajar tambahan, dan biaya penunjang lain. Untuk keluarga dengan lebih dari satu anak, kenaikan kecil di beberapa komponen bisa terasa cukup besar jika terjadi bersamaan.

Dalam kondisi inflasi umum yang juga meningkat, biaya pendidikan Jatim dapat menambah tekanan pada pengeluaran keluarga.

Apalagi, beberapa komponen pendidikan seperti bimbingan belajar, kursus bahasa asing, dan pendidikan tinggi sering tidak sepenuhnya fleksibel bagi keluarga yang sudah memiliki target pendidikan tertentu. (Sol)

Artikel Menarik Lainnya