Pemutakhiran Desil Surabaya Catat 3.283 Aduan

|

4 Views
Pemutakhiran Desil Surabaya Catat 3.283 Aduan

FinanSaya.com – Pemerintah Kota Surabaya mencatat 3.283 aduan sanggahan terkait Pemutakhiran Desil pada triwulan III 2026.

Aduan tersebut masuk melalui mekanisme sanggah yang disediakan untuk warga yang merasa kondisi sosial ekonominya belum sesuai dengan peringkat desil yang tercatat.

Kepala Dinas Sosial Kota Surabaya Antiek Sugiharti mengatakan hasil pemutakhiran desil dari lapangan kemudian diusulkan kepada pemerintah pusat sebagai bahan penyesuaian data.

“Nah, dari total 3.283 aduan sanggahan, itu yang naik desilnya ada 345. Yang turun desilnya ada di 1.845 dan ada yang tetap itu di 1.093,” ujar Antiek, Senin (7/9/2026).

Pemutakhiran Desil untuk Bansos Tepat Sasaran

Pemkot Surabaya menyatakan pemutakhiran desil dilakukan agar bantuan sosial bisa lebih tepat sasaran.

Data tersebut juga berkaitan dengan pembaruan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional atau DTSEN yang perlu dilakukan secara berkala.

Meski begitu, Pemkot Surabaya tidak memiliki kewenangan akhir dalam menentukan peringkat desil warga.

Dinsos Surabaya berperan melakukan verifikasi lapangan atau outreach, mencocokkan kondisi riil masyarakat, lalu mengusulkan data pemutakhiran desil kepada pemerintah pusat.

Antiek menegaskan, hasil akhir pemeringkatan tetap berada di pemerintah pusat.

“Sehingga kenapa kita sudah cek, tapi hasilnya (desil) ada yang masih tetap. Nah, itu tadi bahwa kami mengusulkan, menyampaikan, tetapi proses pendesilnya menjadi kewenangan di pusat,” katanya.

Data Dinsos Mencakup Desil 1 sampai 5

Antiek menjelaskan, data yang diterima Dinsos Surabaya mencakup warga pada desil 1 sampai 5.

Sementara itu, data desil 1 sampai 10 dapat diperoleh melalui Badan Perencanaan Pembangunan Daerah atau Bappeda.

“Jadi memang di dalam data yang kami terima itu ada yang data desil 1 sampai 5. Kemudian kalau yang dari teman-teman Bappeda itu bisa mendapatkan data dari desil 1 sampai 10,” ujar dia.

Pembagian data tersebut penting karena setiap program bantuan menggunakan acuan desil yang berbeda.

Menurut Antiek, Kementerian Sosial umumnya memakai desil 1 sampai 4 sebagai sasaran bantuan sosial. Sementara kepesertaan BPJS Penerima Bantuan Iuran atau PBI menggunakan desil 1 sampai 5.

“Umumnya yang dipakai oleh Kementerian Sosial di desil 1 sampai 4 untuk Bansos, sedangkan desil 1 sampai 5 untuk BPJS PBI,” terang dia.

Ada Warga Belum Masuk Pemeringkatan

Dalam praktiknya, tidak semua warga langsung masuk dalam pemeringkatan desil.

Antiek menyebut ada warga yang belum tercatat karena saat survei Badan Pusat Statistik dilakukan, warga tersebut tidak berada di lokasi.

Ada pula warga yang alamatnya belum ditemukan saat proses pendataan.

“Ada yang tidak pemeringkatan itu biasanya ketika dilakukan survei oleh teman-teman BPS, yang bersangkutan tidak ada, atau tidak ditemukan alamatnya atau kebetulan tidak ada di tempat,” tuturnya.

Kondisi seperti ini membuat mekanisme sanggah dan pembaruan data menjadi penting.

Warga yang belum tercatat atau merasa datanya tidak sesuai dapat menggunakan kanal resmi untuk mengajukan pembaruan.

Empat Kanal Sanggah Desil

Dinsos Surabaya membuka beberapa jalur bagi masyarakat yang ingin mengajukan sanggahan atau pemutakhiran desil.

Antiek mengatakan warga dapat mengajukan sanggahan secara mandiri melalui aplikasi Cek Bansos.

Dalam aplikasi tersebut, warga dapat mengisi identitas, alasan sanggahan, serta mengunggah bukti pendukung seperti foto rumah dan kondisi tempat tinggal.

“Nanti di sana bisa menyampaikan usulan sanggah untuk memasukkan identitasnya di desil itu alasannya menyanggah karena apa. Kemudian nanti ada unggah bukti, ada foto rumah, kondisi rumah di dalam, dan nanti akan ada hasilnya,” kata dia.

Baca Juga: Pemkot Minta Pagar Mal Surabaya Tak Terlalu Tinggi

Selain Cek Bansos, warga juga dapat menggunakan platform Perlinsos Digital.

“Itu juga bisa dilakukan pemutakhiran (data) di dalam Perlinsos. Warga juga bisa menyampaikan sanggahan, ada beberapa data yang diisi,” imbuhnya.

Bisa Lewat BPS dan Kelurahan

Selain dua kanal digital tersebut, warga juga dapat melakukan pemutakhiran desil melalui laman BPS di alamat dtsen-form.bps.go.id.

Jalur lain yang tetap bisa digunakan adalah kelurahan setempat.

Secara keseluruhan, Antiek menyebut ada empat kanal untuk Pemutakhiran Desil, yakni aplikasi Cek Bansos, Perlinsos Digital, laman BPS, dan kelurahan.

“Jadi yang pertama bisa melalui Cek Bansos secara mandiri. Yang kedua melalui Perlinsos. Yang ketiga melalui BPS. Dan keempat bisa melalui kelurahan,” paparnya.

Dengan banyaknya kanal tersebut, warga memiliki beberapa pilihan untuk menyampaikan kondisi sosial ekonomi terbaru mereka.

RT dan RW Diminta Aktif Cek Warga

Dinsos Surabaya juga mengajak RT dan RW ikut mencermati kondisi warga di lingkungan masing-masing.

Menurut Antiek, warga yang berada pada desil 6 sampai 10 tetapi masuk kategori tidak mampu dapat didata untuk diusulkan dalam pemutakhiran.

“Kalau memang warganya pada posisi tidak mampu, kondisinya berada di desil 6-10, monggo (silakan) didata kemudian disampaikan ke kelurahan untuk kami turun bersama-sama (outreach), kami usulkan untuk pembaruan,” tuturnya.

Peran RT dan RW dinilai penting karena mereka lebih dekat dengan kondisi harian warga.

Melalui laporan kewilayahan, Dinsos dapat melakukan outreach dan mengusulkan pembaruan berdasarkan kondisi riil di lapangan.

Warga Mampu Juga Perlu Dilaporkan

pemutakhiran desil tidak hanya berlaku bagi warga tidak mampu yang belum masuk desil prioritas.

Antiek juga meminta warga yang sudah tergolong mampu tetapi masih tercatat pada desil 1 sampai 5 untuk ikut dilaporkan.

Langkah ini diperlukan agar data sosial ekonomi menjadi lebih akurat.

“Sehingga kami juga lakukan pemutakhiran data,” imbuhnya.

Dengan data yang lebih tepat, bantuan sosial diharapkan bisa diarahkan kepada warga yang benar-benar membutuhkan.

“Jadi kesempatan ini mari kita memperbaiki bersama-sama data itu dan supaya bantuan ini bisa tepat sasaran, itu adalah mereka yang betul-betul membutuhkan,” pungkasnya.

Pada triwulan III 2026, Pemutakhiran Desil di Surabaya mencatat 3.283 aduan sanggahan, terdiri atas 345 warga naik desil, 1.845 turun desil, dan 1.093 tetap setelah proses pemutakhiran diusulkan. (Sol)

Artikel Menarik Lainnya