Skill Kecantikan Warga Surabaya Diasah Gratis

|

5 Views
Skill Kecantikan Warga Surabaya Diasah Gratis

FinanSaya.com – Sebanyak 54 warga Surabaya mendapat pelatihan perawatan wajah dan skill kecantikan melalui program corporate social responsibility atau CSR Miracle Beauty Clinic.

Pelatihan ini menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kota Surabaya mendorong pemberdayaan masyarakat melalui peningkatan skill kecantikan yang bisa membuka peluang ekonomi baru.

Kegiatan tersebut diikuti peserta perwakilan dari 31 kecamatan. Pembukaan dilakukan Ketua TP PKK Kota Surabaya Rini Indriyani di Miracle Academy, Jalan Biliton, Kecamatan Gubeng, Surabaya, Kamis (3/9/2026).

Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Surabaya Agus Hebi Djuniantoro mengatakan pelatihan ini merupakan bagian dari langkah TP PKK Surabaya untuk membekali warga dengan keterampilan praktis.

“Jadi pelatihan tersebut merupakan upaya dari PKK Kota Surabaya dalam memberdayakan masyarakat. Pelatihan kali ini merupakan CSR dari Miracle,” kata Agus Hebi, Jumat (4/9/2026).

Skill Kecantikan Jadi Bekal Mandiri

Agus menjelaskan, pelatihan skill kecantika diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan belajar singkat.

Peserta didorong agar mampu memanfaatkan keterampilan tersebut untuk memperoleh penghasilan secara mandiri.

Menurutnya, bidang perawatan wajah memiliki peluang karena layanan tersebut dapat digunakan di lingkungan masyarakat, perangkat daerah, maupun komunitas.

Skill kecantikan ini juga dinilai bisa menjadi bekal awal bagi warga yang ingin memulai layanan perawatan sederhana dengan kemampuan yang telah terukur.

“Nanti diharapkan mereka bisa mandiri untuk bisa mendapatkan pendapatan,” tutur Hebi.

Peserta Diseleksi dari 98 Orang

Peserta pelatihan skill kecantikan tidak langsung ditetapkan sejak awal. Agus menyebut terdapat proses seleksi sebelum 54 orang dipilih mengikuti kegiatan.

Awalnya, jumlah calon peserta mencapai sekitar 98 orang. Setelah itu dilakukan kurasi dengan mempertimbangkan sejumlah kriteria, termasuk usia.

“Awalnya peserta sekitar 98 orang, terus dikurasi, karena memang dipilih yang muda-muda, untuk dikursuskan mengikuti pelatihan perawatan wajah. Nanti diharapkan mereka bisa mandiri untuk bisa mendapatkan pendapatan,” tutur Hebi.

Dengan proses tersebut, peserta yang ikut pelatihan merupakan warga yang telah dipilih dari berbagai kecamatan di Surabaya.

Pelatihan Digelar Tiga Hari

Pelatihan perawatan wajah ini berlangsung selama tiga hari, mulai Kamis (3/9/2026) hingga Sabtu (5/9/2026).

Agar proses belajar lebih efektif, kegiatan dibagi menjadi tiga batch. Setiap batch berisi 18 peserta.

“Jadi ada tiga batch. Setiap satu batch terdiri dari 18 orang,” imbuhnya.

Pembagian kelompok ini membuat pelatihan dapat berjalan lebih terarah. Peserta juga memiliki ruang lebih besar untuk mengikuti materi praktik dan memahami teknik yang diberikan.

Dengan total 54 peserta, seluruh peserta mengikuti pelatihan skill kecantikan dalam format kelompok kecil selama periode kegiatan.

Materi Fokus Perawatan Wajah

Agus menegaskan pelatihan ini bukan pelatihan tata rias atau makeup artist.

Materi yang diberikan lebih berfokus pada perawatan wajah, kesehatan kulit, serta teknik totok wajah. Dengan begitu, peserta diarahkan memahami layanan perawatan, bukan sekadar merias tampilan.

“Pelatihannya berupa perawatan wajah, seperti totok wajah untuk kesehatan kulit, dan sebagainya. Jadi, bukan seperti makeup artist (MUA),” ungkap dia.

Baca Juga: Digitalisasi Parkir Surabaya Dijamin Transparan, Kata Dishub

Peserta Dapat Sertifikat

Setelah mengikuti pelatihan skill kecantikan, peserta akan memperoleh sertifikat sebagai bukti keterampilan.

Agus menyebut sertifikat itu penting karena menjadi tanda bahwa peserta telah mengikuti proses belajar dan memiliki kemampuan dasar sesuai materi yang diberikan.

“Pastinya mendapat sertifikat. Karena itu untuk membuktikan bahwa dia sudah terampil,” kata Hebi.

Sertifikat tersebut juga dapat menjadi modal awal bagi peserta untuk menawarkan layanan atau melanjutkan pengembangan keterampilan.

Bagi peserta yang ingin membangun usaha kecil, bukti pelatihan dapat membantu meningkatkan kepercayaan calon pengguna jasa.

Bisa Dimanfaatkan PD dan Dharma Wanita

Pemkot Surabaya berharap keterampilan peserta dapat terserap dalam berbagai lingkungan kegiatan.

Agus menyebut perangkat daerah Pemkot Surabaya dan Dharma Wanita dapat memanfaatkan layanan peserta setelah pelatihan selesai.

“Diharapkan kalau sudah selesai nanti PD-PD bisa memanfaatkan itu. Termasuk di Dharma Wanita bisa memanfaatkan untuk perawatan wajah, sehingga mereka mendapatkan penghasilan,” katanya.

Dengan skema tersebut, pelatihan tidak hanya memberi keterampilan, tetapi juga membuka peluang pasar awal bagi peserta.

Pemanfaatan di lingkungan perangkat daerah dan Dharma Wanita dapat menjadi jembatan bagi peserta untuk mulai mendapatkan pengalaman layanan.

CSR Miracle Jadi Program Perdana

Agus mengatakan pelatihan skill kecantikan melalui CSR Miracle merupakan kegiatan perdana.

Meski begitu, Disperinaker Surabaya sebelumnya juga telah memiliki program pelatihan di bidang keterampilan yang serupa.

“Kalau di kita Disperinaker juga ada pelatihan perawatan wajah. Nah, di tahun 2026 ini sudah dilaksanakan,” pungkasnya.

Artinya, pelatihan melalui CSR Miracle menjadi tambahan dari program pemberdayaan keterampilan yang sudah dijalankan Pemkot Surabaya.

Program ini mempertemukan dukungan swasta, TP PKK, dan pemerintah kota dalam satu agenda pelatihan yang langsung menyasar warga.

Pelatihan skill kecantikan melalui CSR Miracle Beauty Clinic diikuti 54 warga dari 31 kecamatan, berlangsung tiga hari di Miracle Academy, dan setiap peserta dijadwalkan menerima sertifikat setelah menyelesaikan pelatihan perawatan wajah. (Sol)

Artikel Menarik Lainnya