Surabaya Kite Festival 2026, Pemenang Dapat Rp52 Juta

|

6 Views
Surabaya Kite Festival 2026, Pemenang Dapat Rp52 Juta

FinanSaya.com – Hadiah menjadi salah satu daya tarik utama Surabaya Kite Festival 2026. Tahun ini, total hadiah yang disiapkan mencapai sekitar Rp52 juta.

Pemerintah Kota Surabaya bahkan menargetkan nilai hadiah meningkat hampir dua kali lipat pada penyelenggaraan berikutnya. Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menyebut total hadiah tahun depan dibidik mencapai Rp100 juta.

Tidak hanya hadiah uang, pemenang utama festival tahun ini juga mendapat peluang lebih besar. Juara Surabaya Kite Festival 2026 akan berkesempatan dibiayai penuh oleh Konsulat Jenderal India untuk berlaga pada festival layang-layang terbesar di India pada periode Januari–Februari mendatang.

“Jadi, selain mendapatkan hadiah, mereka yang menang akan mendapatkan kesempatan dibiyayai oleh Konsulat Jendral India untuk berlaga di festival terbesar,” terangnya.

Hadiah Surabaya Kite Festival 2026 Dibidik Naik

Eri mengatakan Pemkot Surabaya melihat potensi besar dari festival layang-layang ini. Karena itu, kualitas penyelenggaraan akan terus ditingkatkan, termasuk dari sisi kenyamanan venue dan nilai hadiah.

“Surabaya Kite Festival 2026 total hadiahnya sekitar Rp52 juta. Tahun depan target kita alokasikan total hadiah mencapai Rp100 juta. Penyelenggaraannya akan disesuaikan dengan kondisi angin terbaik,” lanjutnya.

Kenaikan target hadiah tersebut menjadi sinyal bahwa Pemkot ingin membawa festival ini ke level yang lebih kompetitif. Apalagi, peserta tidak hanya datang dari daerah-daerah di Indonesia, tetapi juga dari luar negeri.

Surabaya Kite Festival 2026 ini digelar di Long Beach Area Selatan, Pakuwon City, mulai Sabtu (29/8/2026) hingga Minggu (30/8/2026). Pemkot Surabaya berkolaborasi dengan PT Pakuwon Jati Tbk dalam penyelenggaraan ajang tersebut.

Juara Utama Berpeluang Terbang ke India

Dukungan Konsulat Jenderal India membuat kompetisi tahun ini semakin menarik. Kesempatan bertanding ke festival internasional menjadi nilai tambah bagi peserta, terutama bagi komunitas layang-layang yang ingin membawa karya mereka ke panggung global.

Menurut Eri, dukungan tersebut menunjukkan bahwa festival layang-layang Surabaya mulai mendapat perhatian lebih luas.

Ajang ini tidak hanya menjadi ruang hiburan, tetapi juga jalur promosi budaya dan kreativitas pembuat layang-layang Indonesia.

Bagi peserta, hadiah uang dan peluang tampil di India menjadi kombinasi penting dalam Surabaya Kite Festival 2026. Keduanya memberi apresiasi langsung sekaligus membuka jalan untuk jejaring internasional.

Salah satu peserta Surabaya Kite Festival 2026 yang menerbangkan layang-layang Doraemon. (sumber: Humas Pemkot)

Diikuti 100 Peserta dari 38 Kelompok

Surabaya Kite Festival 2026 menghadirkan 100 peserta dari 38 kelompok komunitas layang-layang. Mereka datang dari tingkat nasional hingga mancanegara.

Wali Kota Eri menyebut festival ini kembali rutin digelar setelah sempat vakum. Menurutnya, daya tarik festival yang memanfaatkan lapangan di kawasan Pakuwon Timur tersebut semakin diperhitungkan.

“Alhamdulillah, festival layang-layang yang sempat vakum kini sudah kembali rutin digelar. Tahun ini diikuti peserta dari berbagai daerah hingga luar negeri seperti Malaysia, Swedia, dan Jepang. Bahkan ada perwakilan dari Denmark serta India tadi menyampaikan komitmennya untuk langsung berpartisipasi tahun depan,” ujar Wali Kota Eri di lokasi acara, Minggu (30/8/2026).

Kehadiran peserta dari berbagai negara membuat festival ini tidak hanya menjadi agenda lokal Surabaya. Ajang tersebut mulai berkembang sebagai ruang pertemuan komunitas layang-layang lintas negara.

Baca Juga: Tenaga Kerja Surabaya Terserap 5120 Orang

Penilaian Dilakukan Dua Tahap

Eri menjelaskan sistem penilaian lomba dilakukan melalui dua tahapan utama.

Tahap pertama adalah penilaian teknis desain dan kesesuaian tema saat layang-layang berada di darat. Tahap kedua adalah penilaian keseimbangan layang-layang ketika bermanuver atau terbang di udara.

Dengan sistem itu, peserta tidak hanya dituntut membuat bentuk yang menarik. Layang-layang juga harus mampu terbang stabil dan menunjukkan kualitas teknis saat berada di udara.

Tema festival tahun ini adalah “Budaya dan Kuliner”. Tema tersebut memberi ruang bagi peserta untuk menampilkan identitas budaya melalui desain layang-layang.

Punakawan Jadi Daya Tarik

Dari berbagai bentuk yang mengudara, karakter pewayangan Punakawan menjadi salah satu yang paling menarik perhatian di acara Surabaya Kite Festival 2026.

Eri menyebut Punakawan memiliki kekhasan yang kuat sebagai identitas budaya Indonesia. Tokoh seperti Semar dan Petruk dinilai unik karena tidak dimiliki negara lain.

“Ciri khas Indonesia yang disukai di tingkat dunia adalah Punakawan. Tokoh seperti Semar dan Petruk ini unik dan tidak dimiliki negara lain, sehingga menjadi identitas budaya yang terus kita tonjolkan,” terang Wali Kota Eri.

Kehadiran layang-layang bertema Punakawan memperkuat karakter festival. Ajang ini tidak hanya menampilkan ukuran dan bentuk layang-layang, tetapi juga membawa cerita budaya yang bisa dikenalkan kepada penonton internasional.

Juri Nasional Dilibatkan

Kepala Dinas Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga serta Pariwisata Kota Surabaya Herry Purwadi mengatakan Pemkot Surabaya menggandeng juri tingkat nasional untuk menjaga kualitas kompetisi.

“Tim juri yang bertugas sangat kredibel, di antaranya melibatkan perwakilan dari Museum Layang-Layang Jakarta, Ketua Persatuan Layang-Layang Jawa Timur, hingga tokoh dari Persatuan Pelayang Nasional,” kata Herry.

Keterlibatan juri berpengalaman menjadi penting karena penilaian festival tidak hanya berdasarkan tampilan visual. Aspek teknis, kesesuaian tema, dan kemampuan terbang juga menjadi bagian dari penilaian.

Dengan juri nasional, hasil lomba diharapkan lebih objektif dan mampu menjaga standar kompetisi.

Pengunjung Tembus 5000 Orang

Antusiasme masyarakat terhadap Surabaya Kite Festival 2026 melampaui perkiraan awal penyelenggara.

Herry mengatakan target awal pengunjung sebenarnya sekitar 3.000 orang. Namun, sejak hari pertama hingga hari kedua, jumlah pengunjung telah menembus lebih dari 5.000 orang.

“Target awal kami sebenarnya sekitar 3.000 pengunjung. Namun sejak hari pertama Sabtu kemarin hingga hari kedua ini, jumlah pengunjung tercatat sudah menembus lebih dari 5.000 orang. Ini luar biasa sekali,” ungkapnya.

Selain menghadirkan atraksi visual di langit Surabaya, festival ini juga menggerakkan ekonomi warga. Sebanyak 20 UMKM lokal dilibatkan di area sekitar festival.

Rangkaian penilaian lomba dijadwalkan rampung pada Minggu sore, dilanjutkan pengumuman pemenang dan penyerahan total hadiah Rp52 juta di Long Beach Area Selatan, Pakuwon City. (Sol)

Artikel Menarik Lainnya