FinanSaya.com – Pasar Bitcoin disebut mulai memasuki fase akhir bear market setelah sinyal penting dari perbandingan cost basis investor jangka pendek dan jangka panjang kembali muncul. Sinyal tersebut dibagikan analis on-chain Darkfost.
Menurut Darkfost, sinyal end of bear market baru saja terpicu setelah tekanan bearish berlangsung sekitar sembilan bulan. Dalam periode tersebut, tekanan tidak hanya dirasakan investor jangka pendek, tetapi juga pemegang Bitcoin jangka panjang.
Meski begitu, Darkfost menegaskan sinyal fase akhir bear market ini tidak berarti harga Bitcoin langsung membentuk dasar. Sinyal tersebut lebih tepat dibaca sebagai tanda bahwa pasar mulai masuk tahap akhir dari fase penurunan.
Fase Akhir Bear Market Terlihat dari Cost Basis
Dalam riset fase akhir bear market, Darkfost berfokus pada perbandingan cost basis dua kelompok investor Bitcoin. Short-Term Holder atau STH merujuk pada investor yang memegang Bitcoin kurang dari enam bulan.
Sementara itu, Long-Term Holder atau LTH adalah pemegang Bitcoin lebih dari enam bulan. Dalam grafik yang digunakan Darkfost, cost basis LTH tidak memasukkan pasokan Bitcoin yang telah disimpan lebih dari tujuh tahun.
Penyesuaian itu dilakukan agar indikator lebih mencerminkan Bitcoin yang masih aktif secara ekonomi. Dengan begitu, data LTH lebih dekat pada kelompok pemegang jangka panjang yang masih berpotensi melakukan transaksi.
Cost basis sendiri menggambarkan rata-rata harga perolehan Bitcoin milik suatu kelompok investor. Jika harga pasar berada di bawah cost basis, kelompok tersebut secara rata-rata berada dalam posisi rugi belum terealisasi.
Sinyal Muncul dari Persilangan STH dan LTH
Sinyal fase akhir bear market muncul ketika cost basis STH bergerak turun dan menembus ke bawah cost basis LTH. Darkfost memakai periode konfirmasi tiga hari untuk memastikan persilangan tersebut bukan hanya pergerakan singkat.
Secara sederhana, kondisi ini menunjukkan harga rata-rata pembelian investor jangka pendek sudah turun hingga berada di bawah harga rata-rata pemegang jangka panjang aktif.
Pola tersebut biasanya terjadi setelah investor baru terus membeli Bitcoin saat harga melemah. Akumulasi di level yang makin rendah kemudian menekan rata-rata harga perolehan mereka.
Menurut Darkfost, cost basis STH telah turun tajam dari sekitar US$112.500 menjadi US$69.000. Penurunan ini menunjukkan pembeli baru tidak lagi hanya masuk di area harga tinggi, tetapi mulai mengakumulasi Bitcoin pada harga yang lebih rendah.
Belum Berarti Bitcoin Sudah Dasar
Meski sinyal ini penting, Darkfost mengingatkan bahwa fase akhir bear market tidak selalu selesai tepat saat persilangan ke bawah terjadi. Harga Bitcoin masih bisa turun, bergerak mendatar, atau berfluktuasi tinggi sebelum pemulihan benar-benar terbentuk.
Karena itu, sinyal tersebut tidak bisa dipakai sebagai kepastian bahwa titik terendah sudah tercapai. Indikator ini lebih menunjukkan bahwa pasar berada dalam fase yang secara historis sering muncul mendekati akhir siklus penurunan.
Dalam konteks tersebut, fase ini dinilai lebih relevan bagi investor yang menggunakan strategi dollar-cost averaging atau DCA. Strategi ini dilakukan dengan membeli Bitcoin secara berkala dalam jumlah tetap tanpa mencoba menebak dasar harga secara tepat.
Dengan pendekatan DCA, investor tidak perlu menunggu satu titik harga tertentu. Mereka membangun posisi secara bertahap ketika pasar masih berada dalam tekanan dan valuasi mulai turun dari fase euforia sebelumnya.
Bull Market Belum Terkonfirmasi
Darkfost membedakan sinyal fase akhir bear market dengan sinyal awal bull market. Menurutnya, bull market baru lebih kuat terkonfirmasi ketika cost basis STH kembali naik dan menembus ke atas cost basis LTH.
Persilangan naik tersebut menunjukkan struktur pasar sudah berubah. Investor jangka pendek mulai memiliki harga perolehan lebih tinggi karena harga pasar bergerak naik dan permintaan baru kembali masuk.
Bacs Juga: Bitcoin Merugi, 47 Persen Pasokan di Zona Minus
Dalam kerangka ini, persilangan turun menjadi tanda awal bahwa fase akumulasi mulai menarik. Sebaliknya, persilangan naik dapat digunakan sebagai salah satu acuan bahwa tren bullish sudah lebih jelas terbentuk.
Dengan kata lain, fase akhir bear market bukan posisi yang sama dengan awal bull market. Pasar masih berada dalam transisi sampai sinyal pemulihan yang lebih kuat muncul.
Institusi Belum Mengubah Siklus
Masuknya investor institusi, perusahaan besar, dan produk investasi berbasis Bitcoin sempat dianggap dapat mengubah perilaku pasar secara mendasar. Namun, Darkfost menilai pola investor pada siklus ini masih mirip dengan siklus sebelumnya.
Investor jangka pendek tetap membeli ketika harga turun. Aktivitas itu menurunkan rata-rata harga perolehan mereka dan perlahan mendekatkan cost basis STH ke cost basis LTH.
Menurut Darkfost, kehadiran institusi belum mengubah karakter utama populasi investor Bitcoin. Pola psikologis pasar juga masih berulang, mulai dari euforia, distribusi, penurunan, kapitulasi, hingga akumulasi.
Sinyal ini menjadi perkembangan positif bagi Bitcoin, tetapi risiko belum hilang. Investor tetap perlu memperhatikan likuiditas global, tekanan jual, sentimen makroekonomi, dan kemampuan Bitcoin mempertahankan area support utama.
Selama konfirmasi bull market belum muncul, pasar masih dapat dianggap berada dalam fase transisi. Analisis Darkfost menunjukkan Bitcoin mungkin belum sepenuhnya keluar meski pergerakannya tampak seperti fase akhir bear market, tetapi pola on-chain mulai menyerupai kondisi yang secara historis muncul mendekati fase akhir bear market. (Sol)




