3 BBM Non-Subsidi Pertamina Turun per 1 Juli

|

4 Views
3 BBM Non-Subsidi Pertamina Turun per 1 Juli

FinanSaya.com – PT Pertamina Patra Niaga menurunkan harga 3 BBM non-subsidi mulai Rabu, 1 Juli 2026 pukul 00.00 WIB. Produk yang mengalami penyesuaian adalah Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamina Dex.

Dalam daftar harga terbaru, Pertamax Turbo turun dari Rp20.750 per liter menjadi Rp19.300 per liter. Penurunan harga bensin beroktan tinggi itu mencapai Rp1.450 per liter atau sekitar 7 persen.

Penurunan lebih besar terjadi pada dua produk diesel nonsubsidi. Dexlite turun dari Rp23.000 per liter menjadi Rp19.700 per liter, sedangkan Pertamina Dex turun dari Rp24.800 per liter menjadi Rp21.150 per liter.

Harga tersebut berlaku untuk wilayah dengan Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor atau PBBKB sebesar 5 persen. Di kelompok wilayah ini, penurunan terbesar terjadi pada Pertamina Dex, yakni Rp3.650 per liter.

Harga 3 BBM Non-Subsidi Turun

Penyesuaian harga 3 BBM non-subsidi tidak diikuti oleh seluruh produk BBM Pertamina. Dalam daftar terbaru, Pertamax tetap dijual Rp16.250 per liter dan Pertamax Green 95 tetap Rp17.000 per liter.
Harga BBM subsidi juga tidak berubah. Pertalite masih dijual Rp10.000 per liter, sedangkan Solar subsidi tetap Rp6.800 per liter sesuai harga jual eceran jenis BBM tertentu.

Dengan perubahan ini, pengguna kendaraan yang memakai BBM premium dan diesel nonsubsidi menjadi kelompok yang paling langsung merasakan dampaknya. Pertamax Turbo biasanya digunakan untuk kendaraan dengan kebutuhan performa lebih tinggi.

Selain 3 BBM non-subsidi itu, Dexlite dan Pertamina Dex menyasar kendaraan diesel modern yang membutuhkan bahan bakar dengan cetane number lebih tinggi. Selisih harga baru membuat biaya pengisian untuk kendaraan diesel nonsubsidi menjadi lebih rendah dibandingkan bulan sebelumnya.

Jika dihitung untuk pengisian 50 liter, pengguna Pertamina Dex dapat menghemat sekitar Rp182.500 dibandingkan harga sebelumnya. Untuk Dexlite, penghematan pada volume yang sama mencapai sekitar Rp165.000.

Pada Pertamax Turbo, penghematan untuk pengisian 50 liter mencapai sekitar Rp72.500. Namun, dampak ke masyarakat umum relatif terbatas karena Pertalite dan Solar subsidi tidak mengalami perubahan harga.

Formula Harga BBM Umum

Penyesuaian harga 3 BBM non-subsidi berkaitan dengan mekanisme harga Jenis BBM Umum yang mengikuti formula pemerintah. Kementerian ESDM menjelaskan harga jual eceran BBM umum dihitung berdasarkan harga dasar.

Harga dasar tersebut mencakup biaya perolehan, biaya distribusi, biaya penyimpanan, serta margin. Perhitungan juga memakai rata-rata harga indeks pasar dan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat.

Baca Juga: Subsidi BBM RI Dinilai Belum Tepat Sasaran oleh World Bank

Kurs menjadi salah satu komponen yang memengaruhi formula harga BBM nonsubsidi karena sebagian acuan harga energi memakai denominasi dolar AS. Berdasarkan data JISDOR Bank Indonesia, kurs rupiah pada 30 Juni 2026 berada di Rp17.899 per dolar AS.

Sehari sebelumnya, pada 29 Juni 2026, kurs JISDOR berada di Rp17.856 per dolar AS. Selain kurs, formula harga BBM umum juga memperhitungkan pajak dan margin badan usaha.

Direktorat Jenderal Migas Kementerian ESDM pernah menjelaskan bahwa harga jual eceran BBM umum mencakup harga indeks pasar, konstanta, margin, PPN, dan PBBKB sesuai ketentuan daerah. Margin badan usaha dibatasi paling tinggi 10 persen dari harga dasar.

Daftar Harga per Wilayah

Harga 3 BBM non-subsidi Pertamina per 1 Juli 2026 berbeda antarwilayah karena dipengaruhi besaran PBBKB masing-masing daerah. Untuk DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, NTB, dan NTT, Pertamax Turbo dijual Rp19.300 per liter.

Di kelompok wilayah yang sama, Dexlite dijual Rp19.700 per liter dan Pertamina Dex Rp21.150 per liter. Harga ini menjadi acuan untuk wilayah dengan PBBKB 5 persen.

Di Aceh, Sumatera Utara, Jambi, Bengkulu, Sumatera Selatan, Bangka Belitung, Lampung, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, seluruh provinsi Sulawesi, dan Papua, Pertamax Turbo dijual Rp19.750 per liter. Untuk wilayah tersebut, Dexlite ditetapkan Rp20.150 per liter, sedangkan Pertamina Dex Rp21.650 per liter. Harga lebih tinggi berlaku di Sumatera Barat, Riau, Kepulauan Riau, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Utara.

Di kelompok wilayah itu, Pertamax Turbo dijual Rp20.150 per liter, Dexlite Rp20.550 per liter, dan Pertamina Dex Rp22.100 per liter.

Untuk kawasan perdagangan bebas atau FTZ, harga 3 BBM non-subsidi lebih rendah. Di FTZ Batam, Pertamax Turbo dijual Rp18.350 per liter, Dexlite Rp18.700 per liter, dan Pertamina Dex Rp20.100 per liter. Di FTZ Sabang, Pertamax dijual Rp15.250 per liter dan Dexlite Rp18.450 per liter. (Sol)

Artikel Menarik Lainnya