Menkeu Optimis Kemandirian Ekonomi Indonesia Akan Lebih Kuat

|

11 Views
Menkeu Sebut Kemandirian Ekonomi Indonesia Akan Lebih Kuat

FinanSaya.com – Kemandirian ekonomi Indonesia menjadi salah satu arah utama penggunaan APBN dalam agenda pembangunan nasional. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan APBN akan terus diarahkan untuk memperkuat ekonomi nasional melalui pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi, riset, dan industrialisasi berbasis talenta.

Hal itu disampaikan Purbaya dalam Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri Indonesia 2026 di Jakarta, Minggu, 28 Juni 2026. Menurut dia, APBN harus tetap sehat, kredibel, dan berkelanjutan agar mampu menjalankan dua fungsi utama.

Fungsi pertama adalah menjaga stabilisasi ekonomi. Fungsi kedua adalah menjadi motor penggerak produktivitas, investasi, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

“Melalui forum KSTI ini, pemerintah mengajak perguruan tinggi, lembaga riset, dan dunia industri untuk memperkuat kolaborasi dalam menghasilkan kebijakan ekonomi berbasis ilmu pengetahuan yang memberikan manfaat nyata bagi pembangunan nasional,” ujar Purbaya.

Kemandirian Ekonomi Indonesia Ditopang Talenta

Purbaya mengatakan kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, lembaga riset, dan industri penting untuk mewujudkan visi Indonesia sebagai salah satu dari lima kekuatan ekonomi terbesar dunia pada 2045.

Untuk mencapai kemandirian ekonomi Indonesia yang kuat, pertumbuhan ekonomi tinggi harus didukung sumber daya manusia unggul, industrialisasi, penciptaan lapangan kerja, serta tumbuhnya wirausaha dan perusahaan rintisan berbasis inovasi.

Menkeu menegaskan pembangunan industri nasional harus menempatkan talenta sebagai fondasi utama. Karena itu, dalam hal ini pemerintah mendorong penguatan bidang Science, Technology, Engineering, and Mathematics atau STEM yang dipadukan dengan ilmu sosial, humaniora, seni, keagamaan, dan ekonomi atau SHARE.

Menurut pemerintah, perpaduan tersebut diperlukan agar kemajuan teknologi tetap berorientasi pada pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan. Dengan basis talenta yang lebih kuat, kemandirian ekonomi Indonesia diharapkan tidak hanya bertumpu pada konsumsi, tetapi juga pada produktivitas dan inovasi.

Kementerian Keuangan juga menajamkan kebijakan beasiswa LPDP. Mulai 2026, sekitar 80 persen beasiswa akan difokuskan pada bidang STEM dan industri strategis.

Arah tersebut terlihat dari minat pendaftar LPDP tahap I tahun 2026. LPDP mencatat total pendaftar pada tahap tersebut mencapai 32.049 orang. Skema Beasiswa STEM Industri Strategis menjadi yang paling diminati dengan 11.428 pendaftar, disusul Beasiswa SHARE sebanyak 10.362 pendaftar.

Baca Juga: Kapasitas Fiskal Daerah Digenjot, Potensi Capai Rp90 Triliun

LPDP menyebut tingginya minat pada dua skema baru itu menunjukkan respons positif terhadap penajaman arah beasiswa untuk penguatan industri strategis dan pembangunan berbasis sosial-humaniora.

Bidang yang menjadi prioritas meliputi pangan, energi, kesehatan, digitalisasi, kecerdasan buatan, semikonduktor, hilirisasi, maritim, dan manufaktur maju. Kebijakan ini ditujukan untuk menghasilkan talenta yang sesuai dengan kebutuhan transformasi ekonomi nasional.

APBN untuk Kemandirian Ekonomi Dijaga Sehat

Selain pengembangan SDM, Kementerian Keuangan memperkuat kebijakan berbasis bukti melalui kolaborasi riset dengan perguruan tinggi. Melalui Center for Public Finance Research, peneliti bekerja bersama unit di Kementerian Keuangan untuk menyusun rekomendasi kebijakan yang lebih akurat dan berdampak bagi masyarakat.

Di tengah dinamika global, Menkeu Purbaya menyebut fundamental kemandirian ekonomi Indonesia tetap terjaga. Pertumbuhan ekonomi nasional pada triwulan I 2026 mencapai 5,61 persen, dengan inflasi sebesar 3,08 persen.

Stabilitas tersebut didukung surplus perdagangan, cadangan devisa yang memadai, pertumbuhan kredit yang tetap kuat, serta sektor manufaktur yang masih berada pada zona ekspansif.

“Pemerintah akan terus menjaga stabilitas ekonomi melalui kebijakan fiskal yang adaptif, sehingga APBN mampu melindungi masyarakat dari berbagai risiko global sekaligus menjaga momentum pertumbuhan ekonomi,” kata Purbaya.

Reformasi fiskal juga disebut masih terus berjalan. Hingga Mei 2026, pendapatan negara menunjukkan peningkatan signifikan, belanja negara dipercepat secara lebih proporsional, dan defisit APBN tetap berada pada level aman.

APBN 2026 difokuskan pada agenda prioritas pemerintah, mulai dari ketahanan pangan dan energi, pendidikan, kesehatan, Program Makan Bergizi Gratis, pemberdayaan desa, koperasi dan UMKM, pertahanan negara, hingga percepatan investasi dan perdagangan.

Purbaya menegaskan keberhasilan menuju Indonesia maju, mandiri, dan berdaya saing membutuhkan kolaborasi luas. Bagi pemerintah, kemandirian ekonomi Indonesia perlu dibangun melalui APBN yang sehat, talenta unggul, riset, industrialisasi, dan sinergi dengan dunia usaha. (Sol)

Artikel Menarik Lainnya