FinanSaya.com – Revitalisasi eks Hi-Tech Mall ditargetkan memasuki tahap soft launching pada 5 Juli 2026. Pemerintah Kota Surabaya menyiapkan wajah baru gedung yang dulu dikenal sebagai pusat perdagangan elektronik itu menjadi ruang industri kreatif, UMKM, komunitas, dan generasi muda.
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengatakan area yang dibuka pada tahap awal meliputi basement dan lantai dasar. Dua area itu akan diisi tenant food and beverage, pelaku usaha custom motor dan mobil, serta komunitas kreatif lokal.
“Insyaallah pada 5 Juli kami lakukan soft launching. Yang dibuka lebih dulu adalah lantai basement dan lantai dasar dengan menghadirkan brand lokal Surabaya, tenant F&B, pelaku custom, serta industri kreatif,” ujar Eri saat meninjau progres revitalisasi eks Hi-Tech Mall, Rabu, 24 Juni 2026.
Menurut Eri, pembukaan bertahap dilakukan untuk menggerakkan kembali aktivitas dari area bawah terlebih dahulu. Pemkot ingin memperkenalkan wajah baru pasca revitalisasi eks Hi-Tech Mall, sekaligus menghidupkan kawasan tersebut sebagai pusat ekonomi dan kreativitas.
Revitalisasi Eks Hi-Tech Mall Dimulai dari Basement
Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman serta Pertanahan Surabaya Iman Kristian mengatakan progres penataan basement telah mencapai sekitar 90 persen. Pekerjaan yang tersisa meliputi penyelesaian detail akhir dan pembersihan menjelang pembukaan.
“Basement akan menjadi pusat industri kreatif, komunitas custom, serta berbagai aktivitas anak-anak dan remaja. Saat soft launching nanti, fokus operasional memang masih di area bawah, sementara lantai lainnya menyusul setelah proses penataan selesai,” kata Iman.

Pada tahap awal dari revitalisasi eks Hi-Tech Mall ini, hanya lantai dasar dan basement yang dibuka untuk umum. Lantai dasar akan tetap diisi tenant komersial yang sudah ada, terutama sektor komputer, serta dilengkapi koridor industri kreatif di sisi sayap utara.
Antusiasme pelaku usaha disebut mulai terlihat. Iman menyebut sekitar 18 tenant F&B dipastikan bergabung, sementara sekitar 30 tenant industri kreatif telah mengisi seluruh ruang yang disediakan pada tahap awal.
Hall 3.500 Meter Persegi Disiapkan
Selain membuka area bawah untuk revitalisasi eks Hi-Tech Mall, Pemkot Surabaya juga menuntaskan pembangunan gedung pertemuan seluas sekitar 3.500 meter persegi. Fasilitas tersebut ditargetkan selesai pada Agustus 2026 dan disiapkan untuk berbagai kegiatan dalam ruangan.
“Gedung pertemuan ini insyaallah selesai pada Agustus. Luasnya sekitar 3.500 meter persegi sehingga bisa dimanfaatkan untuk berbagai kegiatan indoor, termasuk acara mantenan,” kata Eri.
Baca Juga: Eks Hi-Tech Mal Siap Diisi, F&B Dapat Area Khusus
Ke depan, revitalisasi eks Hi-Tech Mall juga menyasar lantai tiga. Area itu dirancang sebagai ruang multifungsi, termasuk gedung pertemuan, ruang pertunjukan bagi pelajar SD dan SMP, panggung seni untuk PAUD, serta area bermain.
Pengembangan lantai satu dan lantai dua akan dilakukan bertahap. Lantai satu disiapkan untuk pelaku industri kreatif, sedangkan lantai dua direncanakan menjadi area perkantoran Pemkot Surabaya.
Pemkot juga menyiapkan fasilitas untuk menarik investor dan komunitas anak muda. Konsep yang dibidik meliputi area e-sport, simulator mobil e-sport, dan ruang kolaborasi kreatif.
“Kami ingin kawasan ini benar-benar menjadi ruang bagi anak muda. Jika memiliki bakat di bidang e-sport maupun kreativitas lainnya, diharapkan dapat berkembang menjadi prestasi, bukan sekadar hobi,” ujar Eri.
Setelah soft launching, Pemkot Surabaya akan mengundang lebih banyak investor dari luar Surabaya yang disebut telah menyatakan minat. Bagi pihak yang ingin bergabung, pendaftaran dan koordinasi dapat dilakukan melalui BPKAD Surabaya.
Soft launching revitalisasi eks Hi-Tech Mall pada 5 Juli 2026 juga akan diisi hiburan dan kegiatan, termasuk penampilan musik serta sejumlah atraksi lainnya.
Sebelumnya pada 8 Juni lalu, Iman Krestian Eks Hi-Tech Mal nantinya juga disiapkan untuk menampung sekitar 40 hingga 50 tenan di area basement. Tenan tersebut akan berasal dari pelaku industri kreatif dan food and beverage atau F&B.
Iman menjelaskan area F&B akan dipisahkan dari area industri kreatif. Pelaku industri kreatif seperti motor custom dan sektor sejenis akan ditempatkan di area tersendiri.
“Untuk F&B itu ada area sendiri, industri kreatif seperti motor custom dan sebagainya itu ada sendiri. Mungkin sekitar 40-50, bisa lebih sih, tapi sementara ada 50 tenan,” terang Iman. (Sol)




