FinanSaya.com – Pendaftaran perlinsos digital di Surabaya mulai disiapkan melalui sosialisasi intensif kepada camat dan lurah. Pemerintah Kota Surabaya mendukung uji coba program Perlindungan Sosial Digital Terintegrasi berskala nasional yang digagas Kementerian Sosial bersama Kementerian Komunikasi dan Digital.
Sosialisasi pendaftaran perlinsos digital digelar di Ruang Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Surabaya lantai 3, Kamis, 18 Juni 2026. Kegiatan tersebut dibuka Asisten Bidang Administrasi Umum Pemkot Surabaya Anna Fajriatin dan dihadiri jajaran organisasi perangkat daerah terkait.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Surabaya Eddy Christijanto mengatakan Perlinsos Digital menjadi bagian dari transformasi pemerintahan digital. Portal ini akan menjadi pintu utama pendaftaran penerima bantuan sosial, khususnya Bantuan Pangan Non-Tunai dan Program Keluarga Harapan.
“Jika selama ini prosesnya melalui usulan berjenjang dari ketua RT, RW, Musyawarah Kelurahan, hingga ke Dinas Sosial dan keluar SK Walikota, ke depan prosesnya akan langsung menggunakan aplikasi Perlinsos ini,” ujar Eddy.
Pendaftaran Perlinsos Digital Pakai Biometrik
Eddy menjelaskan sistem baru tersebut memakai data biometrik yang bersumber dari data kependudukan Dirjen Dukcapil. Digitalisasi ini ditujukan untuk menekan exclusion error, yaitu warga miskin yang luput dari bantuan, serta inclusion error, yakni warga mampu yang justru menerima bantuan.
Sistem Perlinsos Digital juga didesain memiliki interoperabilitas dengan delapan lembaga negara. Integrasi itu mencakup Korlantas Polri untuk mengecek kepemilikan kendaraan, BPN untuk sertifikat tanah, serta database PLN dan PKN.
Dengan integrasi data tersebut, aparatur sipil negara dari golongan mana pun serta pensiunan PNS dipastikan otomatis terkunci dan tidak dapat menerima bansos. Eddy menegaskan, pendaftaran perlinsos digital ini dibuat agar proses penentuan penerima bantuan lebih berbasis data.
“Dengan digitalisasi perencanaan ini, tidak ada lagi yang namanya titip-titipan. Semua berbasis data yang valid dan transparan,” tegas Eddy.
Di Surabaya, pendaftaran perlinsos digital dapat dilakukan secara mandiri oleh warga yang telah mengaktifkan Identitas Kependudukan Digital. Selain itu, Pemkot Surabaya menyiapkan agen bagi warga prasejahtera yang tidak memiliki akses smartphone atau mengalami kesulitan teknologi.

Pemkot Siapkan Belasan Ribu Agen
Pemkot Surabaya sendiri juga telah mendaftarkan 12.741 agen untuk mendukung pendaftaran perlinsos digital. Agen tersebut terdiri dari camat, lurah, ketua RT, ketua RW, kepala OPD, hingga ASN pendamping Kampung Pancasila.
Sesuai arahan pemerintah pusat, para agen ditargetkan mendaftarkan seluruh kepala keluarga di wilayahnya. Prioritas utama diberikan kepada warga yang masuk kategori desil 1 sampai desil 5.
Baca Juga: Anggaran Bansos Surabaya Bakal Disaring Lewat Perlinsos
Eddy mengatakan para agen hanya dapat melihat jumlah total warga yang berhasil didaftarkan pada dasbor aplikasi. Mereka tidak bisa melihat detail identitas personal secara rinci karena implementasi Undang-Undang Perlindungan Data Pribadi.
Jika sistem menyatakan warga tidak layak menerima bantuan setelah dilakukan pemindaian biometrik, tetapi kondisi lapangan menunjukkan sebaliknya, tersedia fitur sanggah. Dalam pendaftaran perlinsos digital, warga dapat melampirkan data pendukung untuk diverifikasi ulang.
Eddy berharap pendaftaran masyarakat berbasis Kampung Pancasila berjalan penuh mulai Senin, 22 Juni 2026 dan selesai pada Selasa, 7 Juli 2026. Karena itu, pihak Camat dan lurah diminta mengedukasi serta mengawal ketua RT dan RW agar migrasi ke perlindungan sosial digital berjalan lancar.
Dalam sesi praktik, Kepala Dinas Sosial Surabaya Antiek Sugiharti memandu camat dan lurah melakukan pendaftaran di aplikasi. Petugas teknis Dinsos juga membantu peserta yang mengalami kendala verifikasi identitas.
Setelah berhasil login, akun pejabat wilayah otomatis aktif sebagai agen pelayanan. Sebagai agen resmi, camat dan lurah memiliki otoritas mendaftarkan warga yang membutuhkan intervensi.
Antiek menjelaskan proses pendaftaran memakai fitur keamanan pemindaian wajah. Warga yang didaftarkan harus dipindai wajahnya secara langsung di dalam lingkaran sistem sampai indikator berubah menjadi hijau.
“Ini untuk memastikan validasi data di lapangan benar-benar akurat,” jelas Antiek.
Dengan sistem tersebut, pendaftaran perlinsos digital di Surabaya menjadi tahap penting. Pendaftaran perlinsos digital diharapkan memangkas birokrasi, mengurangi salah sasaran bantuan, dan mempercepat distribusi program jaring pengaman sosial di Surabaya. (Sol)




