FinanSaya.com – Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti Widya Putri mendorong Lumosh Living memperluas pasar ekspor produk keramiknya.
Dukungan itu disampaikan saat Wamendag Roro melakukan kunjungan kerja ke UMKM produsen alat makan keramik berorientasi ekspor tersebut di Surabaya, Jawa Timur, Minggu (6/9).
Kunjungan ini menjadi bagian dari upaya Kementerian Perdagangan mengoptimalkan potensi UMKM lokal agar semakin berdaya saing di pasar global.
Lumosh Living dinilai memiliki kekuatan pada inovasi produk, konsep ekonomi sirkular, dan pendekatan pemasaran yang menonjolkan cerita sosial di balik produk.
Lumosh Living Punya Peluang Ekspor
Wamendag Roro menilai produk keramik Lumosh Living memiliki potensi ekspor yang menjanjikan.
Menurutnya, peluang tersebut perlu diusahakan bersama, termasuk melalui pemanfaatan perwakilan perdagangan Indonesia di luar negeri.
“Kami memiliki perwadag yang tersebar di banyak negara dan mereka berfungsi sebagai mediator untuk mempertemukan UMKM dengan buyer yang sesuai. Oleh karena itu, kami mendorong UMKM terus proaktif memanfaatkan berbagai business matching atau business pitching yang difasilitasi oleh perwadag,” jelas Wamendag Roro.
Dengan fasilitasi tersebut, UMKM diharapkan tidak hanya menunggu pembeli, tetapi juga aktif mengikuti agenda promosi dan pencocokan bisnis.
Bagi pelaku usaha seperti Lumosh Living, akses ke buyer global menjadi penting karena produk keramik memiliki pasar yang luas di kategori home living dan tableware.
Ekonomi Sirkular Jadi Pembeda
Salah satu aspek yang menarik perhatian Kemendag adalah penerapan ekonomi sirkular dalam produksi Lumosh Living.
UMKM yang berdiri sejak 2016 ini mengembangkan lini produk reclay tableware. Produk tersebut dibuat dari pengolahan ulang pecahan keramik retur konsumen serta produk retak atau gagal produksi saat proses pemanasan.
Material yang semula berpotensi menjadi limbah diolah kembali menjadi tatakan, gelas, mangkuk, dan piring.
Konsep ini membuat produk tidak hanya dinilai dari fungsi dan desain, tetapi juga dari nilai keberlanjutan yang dibawa dalam proses produksinya.
Wamendag Roro menilai pendekatan tersebut dapat menjadi daya tarik bagi pasar internasional.
“Lumosh Living layak menjadi contoh inspiratif bagaimana suatu UMKM dapat sukses ketika mereka tidak hanya berfokus pada inovasi produk, tetapi juga mengaplikasikan metode pemasaran yang lebih personal serta mengusung nilai-nilai sosial yang mendalam,” ujar Wamendag Roro.
Limbah Keramik Diolah Ulang
Co-founder Lumosh Living Raymon Tjiadi menjelaskan, produk reclay tableware memanfaatkan 40 persen limbah keramik dan 10 persen pasir besi.
Komposisi tersebut membuat penggunaan bahan baku murni dapat berkurang hingga 50 persen.
“Inovasi sirkular ini juga terbukti meningkatkan kepadatan dan ketahanan produk hingga 20 persen, mengurangi emisi karbon sebesar 30 persen, serta dipastikan bebas timbal (lead) dan kadmium (cadmium-free) dengan tingkat kualitas 99 persen setara dengan produk keramik baru. Konsep ini menjadi pembeda Lumosh dari keramik yang diproduksi secara massal,” tandas Raymon.
Dengan pendekatan itu, nilai jual produk tidak hanya terletak pada bentuk akhir. Proses produksi dan dampak lingkungannya ikut menjadi bagian dari identitas produk.
Desain Keramik Ikuti Tren
Dari sisi desain, Wamendag Roro mengapresiasi kreativitas Lumosh Living dalam membaca preferensi pasar.
Salah satu contohnya adalah produk mangkuk matcha yang dibuat unik satu sama lain.
Produk tersebut disebut mampu meraih penjualan tinggi secara daring karena memanfaatkan tren teh hijau yang digandrungi generasi muda.
Baca Juga: ISF 2026 Targetkan Transaksi Rp38 Triliun
Strategi ini menunjukkan bahwa UMKM keramik perlu terus mengikuti perubahan selera konsumen.
Produk yang memiliki fungsi serupa dapat memperoleh nilai lebih jika dikemas dengan desain yang relevan dan cerita yang kuat.
Storytelling Dipakai untuk Pemasaran
Lumosh Living juga menerapkan pendekatan pemasaran yang lebih personal.
Melalui storytelling, konsumen dikenalkan pada cerita pekerja di balik produk serta dampak sosial yang dihadirkan melalui setiap pembelian.
Pendekatan ini membuat produk tidak hanya hadir sebagai barang pakai, tetapi juga membawa narasi tentang proses, orang, dan nilai yang mendukungnya.
Di pasar global, pendekatan seperti ini dapat menjadi pembeda. Konsumen tidak hanya membeli bentuk dan kualitas, tetapi juga nilai keberlanjutan serta cerita yang melekat pada produk.
Kekuatan inovasi dan konsep berkelanjutan tersebut telah membawa Lumosh Living menembus pasar ekspor ke Belanda dan Spanyol.
UMKM ini juga memenangkan penghargaan Good Design Award Jepang pada 2025.
Produk Dipamerkan di ITPC Jeddah
Raymon mengatakan fasilitasi Kemendag melalui perwakilan perdagangan di luar negeri membantu memperluas promosi dan peluang ekspor.
Produk alat makan keramik Lumosh Living yang diproduksi di Probolinggo, Jawa Timur, kini ikut dipamerkan di rak display produk lokal Indonesia di luar negeri.
Salah satunya berada di Indonesian Trade Promotion Center atau ITPC Jeddah.
Selain promosi melalui perwakilan perdagangan, Lumosh Living juga menjalankan strategi kolaborasi.
“Kami pernah menggarap edisi khusus dengan pemengaruh di bidang kuliner tepat setelah pandemi usai. Untuk saat ini, kami sedang bersiap untuk peluncuran pop-up store di Bali yang berkolaborasi dengan Korte, UMKM produsen cokelat premium,” jelas Raymon.
Siap Ikut TEI 2026
Setelah berpartisipasi pada Trade Expo Indonesia 2025, Lumosh Living kini bersiap mengikuti TEI 2026.
Raymon berharap pemerintah terus memfasilitasi partisipasi UMKM dalam pameran dagang internasional.
Pada TEI mendatang, Lumosh Living menargetkan perluasan pasar ekspor ke Rusia.
Selain itu, perusahaan juga ingin memperkuat citra sebagai produsen kategori home living ke pasar Jepang.
“Kementerian Perdagangan berkomitmen untuk terus mendampingi dan mendorong UMKM berorientasi ekspor seperti Lumosh Living melalui penyediaan akses pameran internasional, fasilitasi promosi ekspor perwadag, serta penguatan kemitraan guna memperkokoh daya saing produk Indonesia di pasar global,” pungkas Wamendag Roro.
Hingga kini, Lumosh Living telah menembus pasar Belanda dan Spanyol, meraih Good Design Award Jepang 2025, memamerkan produk di ITPC Jeddah, dan menyiapkan keikutsertaan dalam TEI 2026 dengan target pasar Rusia serta Jepang. (Sol)




