Utang Nasional Amerika Saat Ini Dekati US$39,5 Triliun

|

17 Views
Utang Nasional Amerika Saat Ini Dekati US$39,5 Triliun

FinanSaya.com – Utang nasional Amerika Serikat kembali mencetak rekor setelah mendekati US$39,5 triliun pada Juli 2026. Kenaikan tersebut terjadi ketika pemerintah federal masih menjalankan defisit anggaran besar, meski tidak sedang menggelontorkan belanja darurat sebesar masa pandemi Covid-19.

Data Joint Economic Committee atau JEC Kongres AS menunjukkan utang nasional bruto mencapai US$39,38 triliun per 3 Juli 2026. Nilai itu bertambah US$3,16 triliun dibandingkan posisi pada tanggal yang sama tahun sebelumnya.

Berdasarkan perhitungan JEC, utang nasional Amerika bertambah rata-rata sekitar US$8,66 miliar per hari dalam periode tersebut. Angka itu setara US$360,74 juta per jam, US$6,01 juta per menit, atau lebih dari US$100.000 setiap detik.

Apabila dibulatkan, tambahan utang tersebut mendekati US$3,2 triliun dalam setahun. Kecepatan ini menunjukkan beban fiskal pemerintah AS masih tumbuh tinggi di luar periode belanja darurat pandemi.

Utang Nasional Amerika Menuju US$40 Triliun

JEC memperkirakan utang nasional Amerika dapat menembus US$40 triliun sekitar 8 Oktober 2026. Proyeksi itu dibuat dengan asumsi rata-rata pertumbuhan utang selama tiga tahun terakhir terus berlanjut.

Meski begitu, perkiraan tersebut perlu dibaca dengan hati-hati. Tanggal Oktober tidak dihitung semata-mata dari kenaikan rata-rata US$8,66 miliar per hari selama setahun terakhir.

Jika hanya memakai laju tahunan terbaru secara langsung, ambang US$40 triliun secara matematis bisa tercapai lebih cepat. Karena itu, proyeksi JEC mencerminkan pendekatan berbasis rata-rata beberapa tahun, bukan sekadar tren harian satu tahun terakhir.

Dari total US$39,38 triliun pada awal Juli 2026, sekitar US$31,68 triliun merupakan utang yang dipegang publik. Sementara itu, US$7,70 triliun berupa utang antarlembaga pemerintah atau intragovernmental debt.

Komposisi Utang AS

Utang yang dipegang publik mencakup surat berharga pemerintah AS yang dimiliki individu, perusahaan, pemerintah daerah, Federal Reserve, investor asing, dan pihak lain di luar pemerintah federal.

Sementara itu, utang antarlembaga pemerintah merupakan kewajiban terhadap berbagai rekening, dana perwalian, dan dana khusus pemerintah. Dua komponen ini digabungkan dalam total utang publik atau gross national debt.

Departemen Keuangan AS memperbarui data tersebut pada setiap akhir hari kerja melalui basis data Debt to the Penny. Data harian ini menjadi salah satu rujukan utama untuk melihat posisi utang federal.

Dengan komposisi tersebut, utang nasional Amerika tidak hanya mencerminkan kewajiban kepada investor pasar obligasi. Di dalamnya juga terdapat kewajiban pemerintah federal kepada rekening dan dana internal pemerintah.

Lonjakan 2020 Jadi Pembanding

Kenaikan utang nasional Amerika pada 2026 kerap dibandingkan dengan lonjakan saat pandemi Covid-19 pada 2020. Government Accountability Office atau GAO mencatat utang federal AS mencapai US$26,9 triliun pada 30 September 2020.

Jumlah itu bertambah US$4,2 triliun dibandingkan setahun sebelumnya. Kenaikan tersebut terutama dipengaruhi respons pemerintah terhadap pandemi dan turunnya penerimaan akibat pelemahan ekonomi.

Baca Juga: Rupiah Sensitif Pada Berita Amerika Bukan Tanpa Alasan

Namun, perbandingan 2020 dan 2026 tidak sepenuhnya setara. GAO menghitung kenaikan selama tahun fiskal 2020 dan secara khusus menyebut utang yang dipegang publik naik US$4,21 triliun.

Sementara itu, angka US$3,16 triliun terbaru merupakan perubahan utang nasional bruto dalam periode 12 bulan hingga 3 Juli 2026. Karena cakupan dan periode penghitungannya berbeda, perbandingan sebaiknya dipakai sebagai gambaran umum, bukan peringkat statistik langsung.

Defisit Anggaran Jadi Pendorong

Utang nasional Amerika bertambah ketika belanja federal lebih besar daripada penerimaan negara. Untuk menutup defisit tersebut, pemerintah menerbitkan surat utang.

Congressional Budget Office atau CBO memperkirakan defisit anggaran federal AS mencapai US$1,9 triliun pada tahun fiskal 2026. Nilai itu setara 5,8 persen dari produk domestik bruto.

Rasio tersebut berada di atas rata-rata 50 tahun terakhir yang sekitar 3,8 persen PDB. CBO juga memproyeksikan utang yang dipegang publik mencapai 101 persen PDB pada 2026.

Dalam proyeksi dasar CBO, rasio tersebut dapat meningkat menjadi 120 persen PDB pada 2036. Kenaikan belanja program wajib, terutama Social Security dan Medicare, serta pembayaran bunga utang menjadi faktor utama tekanan fiskal jangka panjang.

Beban Bunga Makin Disorot

GAO menilai utang pemerintah AS kini tumbuh lebih cepat daripada perekonomiannya. Kondisi ini menjadi perhatian karena rasio utang terhadap PDB yang terus naik dapat memperbesar biaya pinjaman.

Kenaikan biaya pinjaman dapat berdampak pada ruang belanja pemerintah. Semakin besar porsi anggaran untuk bunga, semakin sempit ruang fiskal untuk program lain atau respons terhadap krisis berikutnya.

GAO juga memperingatkan risiko terhadap investasi perusahaan dan pertumbuhan upah apabila beban utang terus meningkat. Tekanan ini tidak selalu muncul secara langsung, tetapi menjadi persoalan struktural dalam jangka panjang.

Besarnya utang nasional Amerika tidak otomatis berarti negara tersebut akan segera gagal membayar kewajibannya. Namun, pertumbuhan utang yang terus melampaui pertumbuhan ekonomi dapat mempersempit ruang fiskal pemerintah federal.

Pada data JEC per 3 Juli 2026, utang nasional bruto AS tercatat US$39,38 triliun, terdiri atas US$31,68 triliun utang yang dipegang publik dan US$7,70 triliun utang antarlembaga pemerintah. (Sol)

Artikel Menarik Lainnya