FinanSaya.com – Beli emas perhiasan sering dianggap cara mudah untuk punya aset yang bisa dipakai sekaligus disimpan. Bentuknya cantik, bisa digunakan untuk acara penting, dan tetap punya nilai jika suatu saat perlu dijual atau digadaikan.
Namun, banyak orang kecewa ketika menjual emas perhiasan. Dulu belinya terasa mahal, tetapi saat dijual harganya jauh lebih rendah dari ekspektasi. Penyebabnya bukan selalu karena toko “nakal”. Sering kali, pembeli memang belum memahami cara harga emas perhiasan dihitung.
Emas perhiasan berbeda dari emas batangan. Saat beli emas perhiasan, kamu tidak hanya membayar kandungan emasnya. Ada biaya desain, ongkos pembuatan, merek, kadar, dan faktor estetika. Saat dijual, komponen-komponen itu tidak selalu dihitung penuh.
Kenapa Banyak Orang Beli Emas Perhiasan?
Ada alasan kuat mengapa beli emas perhiasan tetap populer.
Pertama, emas perhiasan punya nilai pakai. Kalung, cincin, gelang, anting, atau liontin bisa digunakan untuk sehari-hari, acara keluarga, pernikahan, hadiah, atau mahar. Jadi, pembelinya tidak hanya mengejar nilai ekonomi, tetapi juga nilai emosional dan estetika.
Kedua, emas perhiasan relatif mudah dikenali dan diterima. Banyak toko emas menerima jual beli perhiasan. Pegadaian juga menyebut emas perhiasan dapat menjadi barang jaminan untuk gadai emas, selain emas batangan, koin, atau bentuk emas lainnya.
Ketiga, sebagian orang merasa emas lebih mudah dipahami dibanding produk keuangan lain. Tidak perlu membaca prospektus, laporan keuangan, atau grafik harga yang rumit.
Namun, kemudahan itu bisa menipu jika pembeli tidak tahu perbedaan antara harga beli dan harga jual kembali.
Kenapa Harga Jual Emas Perhiasan Bisa Mengecewakan?
Alasan utama harga jual emas perhiasan sering terasa mengecewakan adalah karena harga beli tidak murni berisi nilai emas.
Saat beli emas perhiasan, kamu membayar berat emas, kadar emas, ongkos pembuatan, desain, dan margin toko. Namun, saat menjual, toko biasanya lebih fokus pada nilai emas bersihnya. Ongkos pembuatan sering tidak kembali penuh.
Pegadaian menjelaskan bahwa setiap toko emas memiliki standar buyback atau pembelian kembali yang berbeda. Faktor yang dapat memengaruhi harga jual perhiasan antara lain ongkos pembuatan, ketersediaan surat, tempat menjual, dan potongan harga atau cutting yang ditetapkan toko.
Karena itu, sebelum beli emas perhiasan, jangan hanya bertanya “model ini bagus atau tidak?”. Tanyakan juga “kalau dijual lagi, hitungannya bagaimana?”
Cara Beli Emas Perhiasan agar Tidak Kecewa Saat Dijual
Berikut beberapa langkah praktis sebelum membeli emas perhiasan.
1. Pahami Kadar Emas
Kadar emas menunjukkan seberapa besar kandungan emas murni dalam perhiasan.
Emas perhiasan biasanya tidak 24 karat karena emas murni terlalu lunak untuk dipakai sehari-hari. Agar lebih kuat, emas dicampur dengan logam lain. Semakin tinggi kadar emas, semakin besar kandungan emas murninya, tetapi biasanya juga lebih lunak.
Dalam laman resmi Pegadaian, dijelaskan bahwa emas perhiasan umumnya memiliki kadar kemurnian lebih rendah dibanding emas batangan karena dicampur logam lain untuk meningkatkan ketahanan.
Saat beli emas perhiasan, pastikan kadar tertulis jelas di surat pembelian. Jangan hanya percaya istilah seperti “emas tua” atau “emas muda” tanpa angka kadar yang jelas. Lebih aman jika ada keterangan karat atau persentase kadar.
2. Jangan Hanya Tergoda Model
Model perhiasan memang penting, terutama jika emas akan dipakai. Namun, model yang rumit biasanya memiliki ongkos pembuatan lebih tinggi.
Masalahnya, ongkos pembuatan tidak selalu kembali saat dijual. Perhiasan dengan desain sangat detail, banyak ornamen, atau mengikuti tren tertentu bisa terasa mahal saat dibeli, tetapi tidak otomatis dihargai lebih tinggi saat dijual.
Jika tujuanmu lebih dekat ke simpan nilai, pilih model yang sederhana, umum, dan mudah diterima pasar. Misalnya cincin polos, gelang sederhana, atau kalung dengan desain klasik. Model seperti ini biasanya lebih mudah dijual kembali dibanding desain yang terlalu spesifik.
3. Perhatikan Ongkos Pembuatan
Sebelum beli emas perhiasan, tanyakan ongkos pembuatan secara jelas.
Ongkos pembuatan bisa dihitung per gram atau berdasarkan model. Semakin tinggi ongkosnya, semakin besar selisih yang harus “dikejar” agar kamu tidak rugi saat menjual.
Pegadaian memberi gambaran bahwa harga jual perhiasan dapat dihitung dari berat emas, kadar kemurnian, dan harga emas saat ini, lalu dikurangi biaya pembuatan. Pegadaian juga mengingatkan bahwa setiap toko dapat memiliki standar perhitungan dan potongan yang berbeda-beda.
Artinya, dua perhiasan dengan berat sama belum tentu punya hasil jual kembali yang sama. Kadar, ongkos, kondisi barang, dan kebijakan toko bisa membuat nilainya berbeda.
Baca Juga: Emas Tidak Membayar Bunga, Kenapa Tetap Diburu?
4. Simpan Surat Pembelian
Surat pembelian sangat penting. Jangan menganggapnya sekadar kertas kecil yang mudah dibuang.
Surat biasanya berisi informasi berat, kadar, jenis perhiasan, harga, tanggal pembelian, dan nama toko. Saat menjual, surat ini membantu proses pengecekan. Tanpa surat, toko bisa memberi potongan lebih besar karena harus menilai ulang keaslian, kadar, dan riwayat barang.
Pegadaian juga menyebut dalam prosedur gadai emas, nasabah menyerahkan barang jaminan emas dan surat emas apabila ada, lalu petugas melakukan proses taksiran nilai emas.
Jadi, setelah beli emas perhiasan, simpan surat di tempat aman. Lebih baik foto suratnya juga sebagai cadangan, tetapi tetap simpan fisiknya.
5. Pilih Toko yang Jelas Aturan Buyback-nya
Tidak semua toko punya aturan buyback yang sama. Ada toko yang lebih menguntungkan jika emas dijual kembali di toko asal. Ada juga yang memberi potongan besar jika barang dibeli dari tempat lain.
Sebelum membeli, tanyakan beberapa hal: apakah bisa dijual kembali di toko tersebut, berapa potongannya, apakah ongkos pembuatan dihitung saat jual, apakah perlu surat asli, dan apakah kondisi rusak memengaruhi harga.
Ini penting karena harga emas bisa sama, tetapi kebijakan toko berbeda. Pegadaian menekankan bahwa setiap toko memiliki standar pembelian kembali yang berbeda dan pembeli perlu melakukan riset mengenai potongan harga agar tidak merugi.
6. Cek Kondisi Fisik Perhiasan
Kondisi fisik memengaruhi harga jual kembali. Perhiasan yang penyok, patah, aus, hilang pengait, atau banyak goresan bisa mendapat penilaian berbeda.
Pegadaian menjelaskan bahwa emas perhiasan biasanya bisa terkena potongan saat dijual kembali karena faktor ongkos pembuatan dan keausan fisik.
Karena itu, rawat perhiasan dengan baik. Hindari memakai perhiasan saat melakukan aktivitas berat, terkena bahan kimia, atau berisiko tersangkut. Simpan di tempat terpisah agar tidak saling bergesekan.
Jika membeli perhiasan dengan batu permata, berlian, atau ornamen tambahan, pahami bahwa nilai jualnya bisa berbeda. Tidak semua toko menghitung batu atau ornamen sesuai harga belinya.
7. Jangan Beli dengan Harapan Untung Cepat
Beli emas perhiasan kurang cocok untuk tujuan untung cepat. Spread dan potongan bisa cukup besar, terutama jika ongkos pembuatan tinggi.
Jika kamu membeli hari ini lalu menjual dalam waktu dekat, ada kemungkinan harga jual lebih rendah dari harga beli, kecuali harga emas naik cukup besar. Karena itu, beli emas perhiasan sebaiknya dilakukan dengan tujuan yang realistis: dipakai, disimpan, atau dijadikan cadangan nilai jangka lebih panjang.
Jika tujuanmu murni investasi, emas batangan biasanya lebih efisien karena kadar, sertifikat, dan harga buyback lebih mudah dipantau. Logam Mulia ANTAM, misalnya, menyediakan informasi harga dan simulasi buyback emas batangan di kanal resminya.
Kapan Emas Perhiasan Tetap Layak Dibeli?
Emas perhiasan tetap layak dibeli jika kamu memang ingin memakainya.
Misalnya untuk cincin nikah, hadiah orang tua, mahar, koleksi, atau perhiasan sehari-hari. Dalam kondisi ini, manfaatnya bukan hanya dari harga jual kembali, tetapi juga dari fungsi pakai dan nilai emosional.
Namun, jika ingin lebih aman saat dijual lagi, pilih kadar yang jelas, model sederhana, ongkos pembuatan wajar, toko terpercaya, dan simpan surat pembelian.
Jadi, jangan memaksa emas perhiasan menjadi instrumen investasi murni. (Sol)




