Surabaya Great Expo 2026 Lampaui Target

|

3 Views
Surabaya Great Expo 2026 Lampaui Target

FinanSaya.com – Pemerintah Kota Surabaya menutup Surabaya Great Expo 2026 dengan capaian transaksi di atas target. Selama lima hari penyelenggaraan, nilai perputaran ekonomi pameran itu mencapai Rp7.751.000.000 atau sekitar Rp7,751 miliar.

Angka tersebut melampaui target awal Rp7 miliar. Jumlah pengunjung juga tercatat 48.022 orang selama pameran berlangsung di Exhibition Hall Grand City, Surabaya.

SGE 2026 digelar sejak Rabu (5/8/2026) hingga Minggu (9/8/2026). Penutupan dilakukan pada Minggu malam setelah rangkaian pameran, layanan publik, hiburan, dan kegiatan komunitas selesai digelar.

Surabaya Great Expo 2026 Catat Rp7 Miliar

Capaian transaksi tahun ini terdiri dari transaksi langsung dan potensi transaksi bisnis tidak langsung. Direktur PT Dayapromo Mitra Tama atau Dyandra Promosindo, M. Kushendarman, menyebut nilai transaksi langsung mencapai Rp5.050.000.000.

Adapun potensi transaksi bisnis tidak langsung tercatat Rp2.701.000.000. Dengan tambahan tersebut, total nilai transaksi Surabaya Great Expo 2026 mencapai Rp7.751.000.000.

“Capaian tersebut menjadi salah satu indikator bahwa Surabaya Great Expo tidak hanya memberikan ruang promosi dan transaksi, tetapi juga memberikan peluang kemitraan, business networking, pengembangan pasar, serta kerja sama jangka panjang bagi para peserta pameran,” ujar Kushendarman.

Ia menyebut capaian transaksi tahun ini meningkat dibandingkan penyelenggaraan tahun lalu. Namun, bahan tidak memerinci nilai transaksi SGE 2025 sebagai pembanding.

Pameran Ditutup Bukan Peluangnya

Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro, dan Perdagangan Kota Surabaya Mia Santi Dewi menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan Surabaya Great Expo 2026.

“Atas nama Pemkot Surabaya, saya menyampaikan terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada seluruh peserta pameran, mitra, komunitas, PT Dayapromo Mitra Tama selaku penyelenggara, serta masyarakat dan pengunjung yang telah membuat SGE tahun ini begitu hidup,” ujar Mia.

Mia menegaskan penutupan pameran tidak boleh dimaknai sebagai akhir dari peluang bisnis bagi pelaku UKM. Menurutnya, hubungan bisnis yang terbentuk selama pameran perlu terus dilanjutkan.

“Satu hal yang ingin saya sampaikan, yang kita tutup hari ini adalah pamerannya, bukan peluang usahanya. Saya berharap setelah SGE selesai, justru akan muncul lebih banyak transaksi, kolaborasi, pelanggan baru, dan tentu lebih banyak UKM yang naik kelas,” tegasnya.

Pesan itu menjadi penekanan penting karena keberhasilan UKM tidak hanya dinilai dari transaksi selama stan masih berdiri. Perluasan pasar, peningkatan omzet, dan penguatan fondasi bisnis setelah pameran juga menjadi ukuran penting.

Salah satu stan UMKM batik saat gelaran SGE 2026 di Grand City Surabaya

UKM Diminta Jaga Kontak Bisnis

Mia meminta pelaku usaha tidak berhenti setelah kegiatan fisik pameran selesai. Kontak bisnis, peluang kolaborasi, dan transaksi lanjutan perlu dijaga agar dampak SGE tidak hanya berlangsung lima hari.

“Apa yang sudah dimulai di SGE ini jangan berhenti ketika booth dibongkar dan lampu pameran dimatikan. Kontak bisnisnya tetap disimpan, kolaborasinya dilanjutkan, transaksinya diteruskan, dan produknya terus dikembangkan. Kita ingin SGE tidak hanya menjadi event tahunan, tetapi menjadi mesin penggerak ekonomi dan etalase produk-produk terbaik di Kota Surabaya,” tandasnya.

Dengan pendekatan itu, Surabaya Great Expo 2026 diarahkan menjadi ruang lanjutan bagi pelaku usaha. Pameran bukan sekadar tempat menjual produk, tetapi juga tempat membangun jejaring dengan pembeli, komunitas, pemerintah, dan calon mitra usaha.

Baca Juga: Surabaya Great Expo 2026, Target Transaksi Rp7 Miliar

Layanan Publik Ikut Hadir di SGE

Selain promosi produk, Surabaya Great Expo 2026 juga membuka akses layanan publik dan konsultasi. Layanan yang disediakan meliputi keimigrasian, BPOM, pendaftaran merek, sertifikasi halal, informasi dan proses ekspor, hingga layanan kesehatan.

Kehadiran layanan tersebut membuat pengunjung tidak hanya datang untuk berbelanja. Pelaku usaha juga dapat memperoleh informasi pendukung untuk memperkuat legalitas, mutu produk, dan peluang ekspor.

Selama pameran, pengunjung juga disuguhi pertunjukan seni dan tarian, talkshow, workshop, fashion show, hiburan, kompetisi, kegiatan komunitas, dan kegiatan dunia pendidikan.

Berbagai kegiatan pendukung itu membuat Surabaya Great Expo 2026 berfungsi sebagai agenda promosi, ruang transaksi, pusat layanan, sekaligus panggung interaksi masyarakat.

SGE Digelar untuk HJKS dan HUT RI

Surabaya Great Expo 2026 diselenggarakan dalam rangka memeriahkan Hari Jadi Kota Surabaya ke-733 dan memperingati HUT Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81.

Peserta yang hadir berasal dari beragam sektor. Di antaranya pelaku UMKM, fashion batik, industri kreatif, BUMN, BUMD, perusahaan swasta, instansi pelayanan publik, dan komunitas.

Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi saat pembukaan SGE 2026, Rabu (5/8/2026).

Kushendarman menyampaikan apresiasi kepada Pemkot Surabaya, perangkat daerah, instansi pemerintah, dan pemangku kepentingan yang mendukung penyelenggaraan kegiatan.

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi yang hadir langsung membuka pameran pada Rabu (5/8/2026).

“Keberagaman peserta menjadikan Surabaya Great Expo 2026 sebagai ruang untuk mempertemukan pelaku usaha, pemerintah, dan masyarakat dalam membangun interaksi serta peluang kolaborasi. Kami menyampaikan terima kasih atas dukungan seluruh pihak, dan memohon maaf apabila masih terdapat kekurangan dalam pelaksanaan kegiatan ini,” ungkapnya.

Kerja Sama Diharapkan Berlanjut

Penyelenggara berharap kerja sama antara pemerintah, pelaku usaha, komunitas, dan peserta pameran dapat kembali berlanjut pada SGE 2027.

“Semoga kerja sama ini terus berkembang dan memberikan manfaat luas bagi perekonomian Kota Surabaya,” pungkasnya.

Dalam penutupan Surabaya Great Expo 2026, Pemkot Surabaya mencatat transaksi Rp7.751.000.000, terdiri atas transaksi langsung Rp5.050.000.000 dan potensi transaksi tidak langsung Rp2.701.000.000, dengan total pengunjung 48.022 orang selama lima hari pameran. (Sol)

Artikel Menarik Lainnya