QRIS Jatim Diklaim Tembus 8,9 Juta Pengguna

|

8 Views
QRIS Jatim Diklaim Tembus 8,9 Juta Pengguna

FinanSaya.com – QRIS Jatim terus meluas seiring meningkatnya penggunaan pembayaran digital di Jawa Timur. Bank Indonesia mencatat jumlah pengguna QRIS di Jawa Timur telah mencapai 8.929.961 pengguna, dengan total volume transaksi sebanyak 1.038.865.485 transaksi.

Data tersebut tercantum dalam materi Media Briefing Perkembangan dan Outlook Perekonomian Jawa Timur yang disampaikan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur di Surabaya, 22 Juni 2026.

Jika dihitung dari total volume transaksi, setiap pengguna QRIS di Jawa Timur rata-rata mencatat sekitar 116 transaksi. Sementara itu, dengan jumlah merchant mencapai 2.799.606, rata-rata volume transaksi per merchant berada di kisaran 371 transaksi. Rasio ini menunjukkan QRIS sudah digunakan berulang, bukan sekadar terdaftar sebagai kanal pembayaran.

Peningkatan QRIS Jatim ini menunjukkan pembayaran digital semakin melekat dalam aktivitas ekonomi masyarakat. QRIS tidak lagi hanya digunakan di pusat perbelanjaan modern, tetapi juga merambah pelaku usaha kecil, warung, sektor jasa, hingga transaksi harian warga.

Dalam paparan yang sama, Bank Indonesia Jawa Timur menempatkan digitalisasi sistem pembayaran sebagai bagian penting untuk mendukung akselerasi pertumbuhan ekonomi daerah. Peran BI diarahkan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif, memelihara stabilitas inflasi, serta memperkuat digitalisasi dan pengawasan sistem pembayaran.

QRIS Jatim Tembus Hampir 9 Juta Pengguna

Perkembangan QRIS Jatim juga sejalan dengan kondisi sistem pembayaran daerah yang tumbuh positif. Pada April 2026, transaksi pembayaran di Jawa Timur meningkat pada seluruh komponen pembayaran, terutama didorong aktivitas transfer.

Dalam paparan BI, transaksi pembayaran di Jawa Timur pada April 2026 disebut meningkat pada seluruh komponen pembayaran, terutama transfer. Perkembangan kebutuhan uang rupiah beredar pada Mei 2026 juga mengalami kondisi net-outflow, sejalan dengan terjaganya konsumsi rumah tangga dan banyaknya hari libur pada bulan tersebut.

Bank Indonesia mencatat transaksi nontunai menjadi salah satu indikator yang ikut menopang aktivitas ekonomi daerah. Hal ini memperlihatkan perubahan pola transaksi masyarakat dari pembayaran tunai menuju kanal digital.

Bagi pelaku usaha, QRIS memberi kemudahan menerima pembayaran dari berbagai aplikasi keuangan. Sementara bagi konsumen, transaksi menjadi lebih cepat, praktis, dan tidak bergantung pada uang tunai.

Dari sisi ekonomi daerah, meluasnya penggunaan QRIS dapat memperkuat pencatatan transaksi pelaku usaha.

Baca Juga: Ekonomi Jatim Tumbuh 5,96 Persen Kalahkan Nasional

Merchant QRIS Dekat Angka 2,8 juta

Dengan jumlah merchant mendekati 2,8 juta, QRIS Jatim menjadi salah satu infrastruktur penting dalam transformasi ekonomi digital daerah. Semakin banyak titik penerimaan pembayaran digital berarti semakin besar peluang pelaku usaha kecil masuk ke ekosistem keuangan formal.

Capaian digitalisasi juga terlihat dari Championship TP2DD Nasional. Dalam paparan BI soal QRIS Jatim, Provinsi Jawa Timur meraih Juara I, Kabupaten Mojokerto Juara II, dan Kabupaten Sidoarjo Juara III.

Bank Indonesia juga mencatat sejumlah agenda penguatan digitalisasi, antara lain Pekan QRIS Nasional, QRIS Jelajah Budaya Indonesia, Festival Literasi Digital, dan Amazing Rupiah Festival. Program tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas literasi dan akseptasi pembayaran digital di masyarakat.

Arah kebijakan Bank Indonesia secara nasional juga memperkuat implementasi digitalisasi sistem pembayaran sesuai Blueprint Sistem Pembayaran Indonesia 2030. Langkah yang disorot meliputi perluasan akseptasi keuangan digital melalui QRIS Jelajah, ekspansi QRIS antarnegara, serta implementasi Pusat Inovasi Digital Indonesia.

Pertumbuhan QRIS menjadi sorotan, karena Jawa Timur memiliki kontribusi besar terhadap perekonomian nasional. Pada triwulan I 2026, ekonomi Jawa Timur tumbuh 5,96 persen yoy, lebih tinggi dari pertumbuhan ekonomi nasional 5,61 persen. Jawa Timur juga menjadi kontributor terbesar kedua terhadap ekonomi nasional dan Pulau Jawa.

Untuk triwulan II 2026, BI juga memprakirakan ekonomi jatim tumbuh kuat. Dorongannya berasal dari optimisme konsumen terhadap kondisi ekonomi saat ini, pertumbuhan transaksi kartu, serta ekspor nonmigas yang menopang kinerja manufaktur industri utama.

Dengan jumlah pengguna hampir 9 juta dan volume transaksi lebih dari 1 miliar, QRIS Jatim tidak hanya menjadi alat bayar. Tantangan berikutnya adalah memastikan transaksi digital benar-benar memberi manfaat bagi UMKM, memperluas inklusi keuangan, dan mendukung pertumbuhan ekonomi daerah secara lebih merata. (Sol)

Artikel Menarik Lainnya