Persaingan Bursa Kripto Masuk Babak Baru, Kata Analis Ini

|

7 Views
Persaingan Bursa Kripto Masuk Babak Baru, Kata Analis Ini

FinanSaya.com – Persaingan bursa kripto diperkirakan memasuki fase baru. Analis kripto Ali Martinez menilai pemenang berikutnya di industri ini tidak lagi ditentukan hanya oleh biaya transaksi murah, kedalaman order book, atau kecepatan eksekusi.

Kesimpulan itu disampaikan Martinez setelah menelaah laporan terbaru Kaiko mengenai perkembangan industri bursa kripto. Menurut dia, kualitas eksekusi di antara platform besar kini semakin mirip.

Likuiditas, spread, dan latensi tetap menjadi faktor penting. Namun, tiga hal tersebut mulai bergeser menjadi standar minimum yang harus dimiliki bursa besar, bukan lagi pembeda utama.

Persaingan Bursa Kripto Tak Lagi Sekadar Biaya

Selama bertahun-tahun, banyak bursa kripto menarik pengguna dengan biaya transaksi rendah. Strategi persaingan bursa kripto itu efektif ketika kebutuhan utama pengguna masih terbatas pada membeli, menjual, dan membuka posisi perdagangan.

Namun, pola kompetisi mulai berubah. Ketika biaya, kualitas eksekusi, dan kedalaman pasar semakin seragam, platform membutuhkan nilai tambah lain untuk mempertahankan pengguna.

Dalam fase baru persaingan bursa kripto, pengguna tidak hanya melihat berapa biaya untuk membuka posisi. Mereka juga menilai keamanan, kepatuhan, kenyamanan aplikasi, pilihan produk, dan kemampuan platform menghubungkan layanan kripto dengan kebutuhan keuangan lain.

Bursa yang hanya mengandalkan trading dasar berisiko tertinggal jika tidak mampu membangun layanan yang lebih luas.

Binance Masih Dominasi Volume

Meski arah kompetisi berubah, skala perdagangan tetap menjadi kekuatan penting. Data dalam laporan yang dikutip menunjukkan Binance masih memimpin pasar dengan jarak lebar.

Sepanjang 2025, Binance disebut memproses volume perdagangan sebesar US$34,3 triliun. Angka itu jauh di atas OKX yang mencatat sekitar US$13 triliun dan Bybit sebesar US$9 triliun.

Binance juga diklaim masih menguasai lebih dari separuh volume perdagangan spot kripto global. Di pasar derivatif, platform tersebut memiliki sekitar US$21 miliar futures open interest.

Dominasi dalam persaingan bursa kripto ini menunjukkan Binance masih memiliki keunggulan besar dari sisi skala dan likuiditas. Namun, menurut arah analisis Martinez, volume besar tidak otomatis menjamin kemenangan jangka panjang apabila kebutuhan pengguna bergerak lebih kompleks.

Hyperliquid Jadi Sinyal Tantangan Baru

Kemunculan Hyperliquid menunjukkan pemain baru masih dapat menantang bursa besar, terutama di sektor derivatif on-chain. Platform ini menarik perhatian karena menawarkan pengalaman perdagangan kompetitif di atas infrastruktur blockchain.

Perkembangan tersebut menjadi sinyal bahwa pengguna tetap bersedia berpindah platform. Perpindahan itu dapat terjadi ketika mereka menemukan kualitas eksekusi, produk, atau pengalaman penggunaan yang dianggap lebih sesuai.

Baca Juga: Generasi Muda Cenderung Tertarik Kripto, Ini Alasannya

Bagi bursa besar, persaingan bursa kripto ini menjadi peringatan. Skala dan nama besar memang membantu menarik likuiditas, tetapi inovasi produk tetap dapat membuka ruang bagi pemain baru.

Menurut Martinez, bagian paling menarik dari laporan Kaiko bukan hanya perbandingan order book atau volume perdagangan. Sorotan utama justru terletak pada layanan yang berkembang di luar aktivitas jual beli aset kripto.

Bursa Berebut Ekosistem Keuangan

Kaiko menilai kompetisi berikutnya akan bergerak ke berbagai produk tambahan. Layanan itu mencakup imbal hasil, dompet self-custody, sistem pembayaran, obligasi pemerintah yang ditokenisasi, wrapped Bitcoin, liquid staking, saham tokenisasi, hingga pembayaran stablecoin.

Perubahan ini menunjukkan bursa kripto sedang berupaya menjadi lebih dari sekadar tempat trading. Platform besar ingin menjadi pintu utama bagi pengguna untuk mengakses layanan keuangan berbasis blockchain.

Strategi tersebut dapat membuat bursa mengelola lebih banyak aktivitas pengguna. Mulai dari perdagangan, penyimpanan aset, investasi pasif, pembayaran, hingga akses ke aset dunia nyata yang ditokenisasi.

Dalam konteks ini, persaingan bursa kripto bergerak dari adu biaya menuju adu ekosistem. Bursa yang mampu membuat pengguna tetap berada dalam satu platform akan memiliki peluang lebih besar mempertahankan loyalitas.

Binance Berpeluang Jadi Platform Terpadu

Martinez menilai Binance dan bursa besar lain sedang menciptakan lebih banyak jalur bagi investor ritel maupun institusi untuk menggunakan infrastruktur kripto secara langsung.

Dengan basis pengguna besar, likuiditas tinggi, dan ragam produk yang luas, Binance memiliki posisi kuat dalam perubahan ini. Namun, peluang serupa tetap terbuka bagi platform lain yang bisa menghadirkan layanan aman, transparan, dan terintegrasi.

Ke depan, pengguna kemungkinan tidak hanya memilih bursa berdasarkan volume atau biaya. Mereka akan mempertimbangkan apakah aset dapat disimpan dengan aman, digunakan untuk pembayaran, menghasilkan imbal hasil, atau menjadi akses ke produk investasi lain.

Pada akhirnya, pemenang persaingan bursa kripto kemungkinan bukan hanya platform dengan biaya paling murah atau volume paling besar. Keunggulan akan ditentukan oleh kemampuan membangun ekosistem yang membuat pengguna memakai satu platform untuk lebih banyak kebutuhan keuangan. (Sol)

Artikel Menarik Lainnya