Pergerakan Lemah IHSG Tahan Upaya ke 5.900

|

7 Views
Pergerakan Lemah IHSG Tahan Upaya ke 5.900

FinanSaya.com – Pergerakan lemah IHSG terjadi pada perdagangan Senin, 6 Juli 2026, setelah indeks sempat dibuka menguat pada awal sesi. Tekanan jual kembali muncul dan menahan laju Indeks Harga Saham Gabungan di bawah area 5.900.

Berdasarkan data Investing.com pada perdagangan berjalan, IHSG berada di level 5.865,85. Posisi itu turun 9,93 poin atau 0,17 persen.

Sepanjang perdagangan berjalan, indeks bergerak dalam rentang 5.860,22 hingga 5.935,68. Rentang tersebut menunjukkan IHSG sempat mendekati area 5.900, tetapi belum mampu mempertahankan penguatan.

Pada awal perdagangan, kondisi pasar sempat terlihat lebih positif. Data menunjukkan IHSG dibuka naik 41,8 poin atau 0,71 persen ke level 5.917 pada Senin pagi.

Pergerakan Lemah IHSG Berbalik dari Zona Hijau

Pembukaan positif IHSG terjadi sejalan dengan mayoritas bursa Asia yang bergerak di zona hijau. Penguatan terlihat pada Hang Seng Hong Kong, Shanghai Composite dan CSI 300 Tiongkok, Topix Jepang, serta KLCI Malaysia.

Sebagai informasi, aktivitas transaksi pada sesi pagi juga terpantau ramai. Volume perdagangan mencapai 3,32 miliar saham dengan nilai transaksi sekitar Rp1,56 triliun.

Frekuensi perdagangan tercatat 255.190 kali transaksi. Dari sisi breadth pasar, 369 saham menguat, 144 saham melemah, dan 196 saham stagnan pada awal perdagangan.

Meski data pembukaan menunjukkan dominasi saham menguat, pergerakan lemah IHSG mulai terlihat setelah indeks gagal mempertahankan level yang lebih tinggi. Tekanan jual membuat indeks kembali bergerak terbatas.

Rupiah dan Sentimen Global Jadi Perhatian

Pergerakan lemah IHSG bisa disebabkan oleh pelaku pasar yang masih berhati-hati terhadap arah arus dana asing, nilai tukar rupiah, serta perkembangan sentimen global setelah libur Hari Kemerdekaan Amerika Serikat.

Di pasar valuta, Investing.com mencatat USD/IDR berada di level Rp17.988,50 per dolar AS, naik 0,24 persen. Pelemahan rupiah terhadap dolar AS menjadi salah satu faktor yang dapat membatasi ruang penguatan pasar saham domestik.

Dari sisi teknikal, sejumlah analis sebelumnya masih melihat peluang IHSG menguji area psikologis lebih tinggi. Phintraco Sekuritas memperkirakan indeks berpotensi bergerak ke rentang 5.900–6.000 pada awal pekan.

Namun, ada kemungkinan pergerakan lemah IHSG dari MNC Sekuritas, yang menilai IHSG dalam beberapa waktu ke depan masih rawan koreksi.

IHSG Sebelumnya Menguat Tajam

Sebelum pergerakan lemah IHSG pada Senin, indeks sempat mencatat kenaikan kuat pada Jumat, 3 Juli 2026. Saat itu, IHSG ditutup menguat 131 poin ke level 5.875,78.

Pada perdagangan Jumat, sebanyak 494 saham menguat, 154 saham melemah, dan 139 saham stagnan. Penguatan tersebut ditopang sentimen positif dari saham-saham BUMN.

Selain itu, pasar juga merespons ekspektasi bahwa The Fed tidak akan menaikkan suku bunga dalam waktu dekat. Sentimen geopolitik global yang membaik ikut memberi dorongan terhadap indeks.

Namun, kenaikan kuat pada perdagangan sebelumnya belum cukup untuk membuat IHSG bergerak solid pada awal pekan. Indeks kembali menghadapi tekanan saat mencoba bertahan di sekitar level 5.900.

Baca Juga: IHSG Melemah di Awal Pekan, Perbankan Merah Pada 29 Juni

Saham Lapis Dua Masih Melesat

Di tengah indeks yang bergerak terbatas, sejumlah saham tetap mencatat penguatan signifikan dan masuk daftar top gainer sementara.

Berdasarkan data Investing.com, Leyand International Tbk atau LAPD menjadi salah satu saham dengan kenaikan tertinggi. Saham LAPD naik 27,59 persen ke level Rp74.

Sekar Bumi Tbk atau SKBM menyusul dengan kenaikan 24,42 persen ke Rp535. Nusatama Berkah Tbk atau NTBK menguat 22 persen ke level Rp61.

Andalan Sakti Primaindo Tbk atau ASPI naik 19,81 persen ke Rp496. Sementara itu, Wahana Interfood Nusantara Tbk atau COCO menguat 13,10 persen ke level Rp328.

Kenaikan saham-saham tersebut menunjukkan peluang transaksi masih muncul pada saham tertentu. Namun, secara indeks, pergerakan lemah IHSG masih tertahan oleh tekanan jual, pelemahan rupiah, dan kehati-hatian pasar terhadap sentimen global. (Sol)

Disclaimer: Artikel ini hanya bertujuan sebagai informasi dan edukasi, bukan merupakan ajakan, rekomendasi, maupun saran investasi untuk membeli atau menjual aset tertentu. Lakukan riset mandiri dan pertimbangkan kondisi keuangan pribadi.

Artikel Menarik Lainnya