Mobile Banking vs Internet Banking, Ini Bedanya

|

7 Views
Mobile Banking vs Internet Banking, Ini Bedanya

FinanSaya.com – Mobile banking vs internet banking sering dianggap sama.

Keduanya memang sama-sama layanan perbankan digital. Nasabah bisa cek saldo, transfer, bayar tagihan, membeli produk tertentu, hingga memantau mutasi rekening tanpa harus datang ke kantor cabang.

Masalahnya, cara akses dan karakter penggunaan dari mobile banking vs internet banking berbeda.

Mobile banking biasanya lebih dekat dengan aktivitas harian melalui aplikasi di ponsel. Sementara internet banking umumnya diakses lewat browser dan sering dipakai untuk transaksi yang lebih luas atau kebutuhan yang lebih administratif.

OJK dalam buku Bijak Ber-Electronic Banking menjelaskan bahwa e-banking mencakup berbagai kanal seperti ATM, EDC, internet banking, SMS banking, mobile banking, e-commerce, phone banking, dan video banking. OJK juga menyebut e-banking memberi kemudahan transaksi dari sisi waktu, tempat, dan biaya karena nasabah tidak perlu datang ke kantor bank.

Apa Itu Mobile Banking?

Mari masuk lebih dalam soal mobile banking vs internet banking.

Mobile banking adalah layanan perbankan yang diakses melalui aplikasi bank di smartphone.

Nasabah biasanya perlu mengunduh aplikasi resmi bank, melakukan registrasi, lalu masuk menggunakan PIN, password, biometrik, atau metode keamanan lain.

Di sinilah mobile banking terasa praktis.

Pengguna bisa transfer uang, scan QRIS, bayar listrik, beli pulsa, top up e-wallet, cek mutasi, buka tabungan, bahkan mengatur kartu debit langsung dari ponsel.

Mobile banking cocok untuk transaksi harian.

Misalnya bayar kopi lewat QRIS, transfer ke teman, mengecek gaji masuk, atau membayar tagihan bulanan.

Bank Indonesia menjelaskan QRIS memudahkan pembayaran dengan satu QR code untuk berbagai aplikasi pembayaran, termasuk aplikasi pembayaran digital yang digunakan masyarakat. BI juga menyebut transaksi QRIS dirancang praktis, aman, dan diawasi oleh Bank Indonesia.

Apa Itu Internet Banking?

Internet banking adalah layanan perbankan yang diakses melalui situs web resmi bank menggunakan browser.

Biasanya, nasabah membuka alamat website bank, login dengan user ID dan password, lalu melakukan transaksi menggunakan token, OTP, atau metode otorisasi tertentu.

Internet banking lebih sering dipakai lewat laptop atau komputer.

Meski bisa dibuka lewat browser ponsel, pengalaman penggunaannya biasanya lebih nyaman di layar yang lebih besar.

Layanan ini cocok untuk nasabah yang butuh tampilan lebih lengkap, misalnya melihat riwayat transaksi lebih panjang, mengunduh mutasi, mengelola pembayaran rutin, atau melakukan transaksi bisnis tertentu.

BTN dalam artikel edukasinya menjelaskan bahwa internet banking dapat diakses melalui browser dan umumnya cocok untuk akses yang lebih luas, sementara mobile banking lebih praktis karena memakai aplikasi smartphone untuk transaksi harian.

Perbedaan Utama Akses Mobile Banking vs Internet Banking

Perbedaan paling mudah antara mobile banking vs internet banking adalah cara akses.

Mobile banking memakai aplikasi, sedangkan internet banking memakai browser.

Mobile banking sangat bergantung pada ponsel yang digunakan nasabah. Jika ponsel hilang, rusak, atau aplikasinya tidak bisa dibuka, akses bisa terganggu.

Internet banking lebih fleksibel dari sisi perangkat karena bisa dibuka lewat komputer atau laptop, selama pengguna memiliki koneksi internet dan metode keamanan yang dibutuhkan.

Namun, fleksibilitas ini juga punya risiko.

Login internet banking di perangkat umum atau jaringan WiFi publik bisa berbahaya jika pengguna tidak hati-hati.

Mobile Banking Lebih Praktis untuk Harian

Untuk kebutuhan sehari-hari antara mobile banking vs internet banking, biasanya lebih unggul mobile banking.

Aplikasinya cepat dibuka. Transaksi bisa dilakukan dalam beberapa langkah. Banyak bank juga sudah mengintegrasikan QRIS, e-wallet, kartu debit, investasi, dan fitur pengaturan keuangan di dalam aplikasi.

Contohnya sederhana.

Saat makan di warung, pengguna tinggal membuka mobile banking, pilih QRIS, scan kode, masukkan nominal, lalu bayar.

Transaksi selesai dalam hitungan detik.

Itulah alasan mobile banking menjadi pilihan utama banyak nasabah muda dan pekerja aktif.

Namun, karena sangat mudah digunakan, risiko belanja impulsif juga meningkat.

Saldo terasa dekat. Pembayaran terlalu mudah. Akhirnya, uang keluar tanpa banyak terasa.

Baca Juga: Saldo Rekening Tipis Berhasil Bikin Banyak Orang Gelisah

Internet Banking Lebih Nyaman untuk Transaksi Terencana

Internet banking biasanya lebih nyaman untuk transaksi yang membutuhkan tampilan data lebih besar.

Misalnya mengecek mutasi rekening bisnis, mengunduh laporan transaksi, mengelola pembayaran vendor, atau melakukan administrasi keuangan yang lebih rapi.

Untuk pelaku usaha, internet banking bisa membantu karena layar laptop lebih mudah dipakai untuk mencocokkan transaksi, membuat laporan, atau melakukan pembayaran dalam jumlah besar.

Beberapa bank juga memberi fitur korporasi melalui internet banking khusus bisnis.

Namun, fitur dan limit setiap bank berbeda.

Karena itu, nasabah tetap perlu mengecek ketentuan bank masing-masing sebelum mengandalkan salah satu layanan.

Mana yang Lebih Aman antara Mobile Banking vs Internet Banking?

Antara mobile banking vs internet banking, keduanya bisa aman jika digunakan dengan benar.

OJK melalui POJK Nomor 21 Tahun 2023 tentang Layanan Digital oleh Bank Umum mengatur bahwa layanan digital bank adalah produk bank berbasis teknologi informasi melalui media elektronik yang memberi akses bagi nasabah atau calon nasabah terhadap produk bank maupun layanan mitra, serta dapat dilakukan secara mandiri. Regulasi ini menunjukkan layanan digital bank berada dalam kerangka pengawasan resmi.

Namun, risiko tetap ada dari mobile banking vs internet banking.

Mobile banking rentan jika ponsel hilang, terkena malware, atau pengguna mengunduh aplikasi palsu.

Internet banking rentan jika pengguna masuk lewat link phishing, memakai komputer publik, atau tidak memeriksa alamat website resmi.

Masalahnya, banyak pembobolan bukan terjadi karena sistem bank langsung jebol.

Sering kali penyebabnya adalah pengguna memberikan OTP, PIN, password, atau klik link palsu yang meniru bank.

Cara Aman Gunakan Keduanya

Gunakan hanya aplikasi resmi dari bank, baik mobile bank vs internet bank.

Untuk internet banking, ketik alamat website secara manual atau gunakan bookmark resmi. Jangan klik link dari SMS, WhatsApp, email, atau iklan mencurigakan.

Jangan pernah memberikan OTP, PIN, password, CVV, atau kode keamanan kepada siapa pun.

Bank tidak akan meminta data rahasia lewat chat pribadi.

Aktifkan notifikasi transaksi. Dengan begitu, setiap uang keluar bisa langsung diketahui.

Perbarui aplikasi mobile banking secara berkala. Hindari memakai WiFi publik untuk transaksi penting. Jika ponsel hilang, segera hubungi bank untuk memblokir akses.

Selama digunakan dengan aman, mobile banking vs internet banking bisa menjadi alat penting untuk mengatur uang, mempercepat transaksi, dan mengurangi ketergantungan pada kantor cabang. (Sol)

Artikel Menarik Lainnya