FinanSaya.com – Baru-baru ini, Michael Burry kritik Nvidia menyoal struktur kesepakatan Nvidia, xAI milik Elon Musk, Valor, Apollo, dan Athene.
Isu ini mencuat setelah pengamat kripto di media sosial X dengan nama samaran Bull Theory menyoroti ulang komentar Burry. Dalam penjelasan itu, Michael Burry kritik Nvidia karena struktur transaksi chip AI dinilai terlalu berlapis dan tidak sepenuhnya memperlihatkan risiko ekonomi yang sebenarnya.
Burry memakai istilah “Fugazi” untuk menggambarkan struktur tersebut. Istilah itu merujuk pada sesuatu yang tampak sah di permukaan, tetapi dinilai tidak mencerminkan kondisi sebenarnya.
Skema Chip GB200 Jadi Sorotan
Menurut Bull Theory, inti kritik Burry ada pada aset chip Nvidia bernilai miliaran dolar yang digunakan oleh xAI, tetapi tidak tercatat langsung di neraca Nvidia maupun xAI.
Dalam skema yang dijelaskan, Nvidia menjual chip AI GB200 senilai sekitar US$5,4 miliar kepada Valor. Valor disebut sebagai special purpose vehicle atau perusahaan cangkang yang dibuat untuk memegang aset tersebut.
Nvidia juga disebut menyuntikkan sekitar US$1,9 miliar ke Valor.
Setelah transaksi berjalan, chip tersebut digunakan di data center xAI untuk menjalankan model AI seperti Grok. Namun secara hukum, chip itu tetap dimiliki Valor. Di titik ini, Michael Burry kritik Nvidia karena Nvidia bisa mencatat penjualan sebagai pendapatan, sementara xAI bisa memakai chip tanpa mencatatnya sebagai aset milik sendiri.
Nvidia Catat Penjualan, xAI Pakai Aset
Struktur ini membuat posisi aset menjadi tidak sederhana.
Nvidia menjual chip kepada Valor. Valor memegang kepemilikan hukum. xAI memakai chip tersebut untuk infrastruktur kecerdasan buatan. Dengan pola itu, aset fisik, pengguna aset, dan pihak pembiayaan berada pada lapisan berbeda.
Menurut penjelasan Bull Theory, Michael Burry kritik Nvidia bukan karena chip itu tidak ada. Chipnya ada dan digunakan. Yang dipersoalkan adalah bagaimana transaksi itu membuat risiko berpindah melalui struktur yang sulit dibaca langsung dari neraca perusahaan utama.
Burry sebelumnya juga mengomentari diagram yang menjelaskan hubungan antara Nvidia, xAI, Apollo, Athene, dan sejumlah SPV. Ia menyebut ada alasan kuat mengapa struktur tersebut perlu diperhatikan.
Apollo Beri Utang, Athene Beli Sekuritas
Bagian yang paling disorot Burry adalah sumber pembiayaan.
Valor disebut membutuhkan utang sekitar US$3,5 miliar. Pembiayaan itu disediakan oleh Apollo. Utang tersebut kemudian dikemas menjadi sekuritas dan dijual ke Athene.
Athene merupakan perusahaan asuransi milik Apollo yang menjual produk anuitas dan tabungan pensiun kepada masyarakat Amerika.
Dalam rangkaian itu, Michael Burry kritik Nvidia karena uang pensiunan Amerika disebut secara tidak langsung ikut membiayai infrastruktur AI Elon Musk. Risiko kredit tidak berhenti di perusahaan teknologi yang memakai manfaat langsung, tetapi bergerak ke lapisan investor yang lebih bawah.
Dana Pensiun Masuk Rantai Risiko
Menurut Burry, struktur ini perlu dilihat dari sisi siapa yang akhirnya menanggung risiko.
Michael Burry kritik Nvidia karena memperoleh pendapatan dari penjualan chip. xAI mendapat akses penggunaan chip untuk menjalankan model AI. Valor memegang aset. Apollo menyediakan pembiayaan. Athene membeli sekuritas yang terhubung dengan utang tersebut.
Selain itu, Burry juga menyoroti struktur risiko di Athene.
Ia menyebut sebagian besar aset ditempatkan melalui captive insurer di Bermuda, di luar pengawasan asuransi AS yang lebih ketat. Selain itu, sekitar US$103 miliar portofolio disebut masuk kategori Level 3 assets.
Level 3 assets adalah aset yang tidak memiliki harga pasar terbuka dan sulit diverifikasi secara independen.
Di bagian ini, Michael Burry kritik Nvidia tidak berdiri sebagai tuduhan bahwa struktur tersebut ilegal. Bull Theory menekankan bahwa seluruh langkah disebut legal dan diungkapkan secara publik. Masalah yang disorot adalah kompleksitas struktur dan posisi risiko yang tidak mudah dipahami investor biasa.
Baca Juga: Michael Burry Sebut Saham AI Mulai Berbahaya
Legal Bukan Berarti Sederhana
Bull Theory menjelaskan bahwa kritik Burry bukan menyatakan skema ini melanggar hukum.
Justru sebaliknya, struktur itu disebut legal. Namun legalitas tidak menghapus pertanyaan tentang risiko, transparansi, dan dampak bila pembiayaan tersebut bermasalah.
Ketika transaksi bergerak dari Nvidia ke Valor, lalu terkait dengan xAI, Apollo, Athene, dan produk anuitas, lapisannya menjadi panjang. Dalam pola seperti ini, Michael Burry kritik Nvidia karena risiko kredit akhirnya berpindah jauh dari perusahaan utama.
Investor yang melihat pendapatan Nvidia mungkin tidak langsung melihat bagaimana aset dan pembiayaan tersebut berada dalam struktur lain.
GPU Disebut Menghilang dari Neraca
Burry sebelumnya menyebut struktur tersebut memungkinkan GPU Nvidia bernilai puluhan miliar dolar “menghilang” dari neraca perusahaan melalui serangkaian langkah kompleks.
Maksudnya, chip tetap ada dan dipakai, tetapi kepemilikan hukumnya berada pada perusahaan perantara. Nvidia mencatat penjualan. xAI menggunakan chip. Valor menjadi pemilik aset.
Dalam pembacaan Burry, struktur ini menciptakan jarak antara aset fisik, risiko kredit, dan pihak yang akhirnya menanggung beban. Karena itu, Michael Burry kritik Nvidia dengan memakai istilah “Fugazi” untuk menyoroti perbedaan antara tampilan akuntansi dan risiko ekonomi.
Boom AI dan Pembiayaan Berlapis
Kritik Burry membuat pembiayaan infrastruktur AI terlihat lebih rumit daripada sekadar pembelian chip.
Ada chip AI, data center, SPV, utang, sekuritisasi, perusahaan asuransi, produk anuitas, dan dana pensiun. Rantai itu membuat risiko tidak selalu tampak di tempat yang paling mudah dibaca.
Dalam kasus ini, Michael Burry kritik Nvidia karena transaksi chip AI disebut dapat memperkuat pendapatan perusahaan teknologi, tetapi menimbulkan pertanyaan tentang siapa yang memikul risiko akhir.
Ledakan investasi AI memang membutuhkan modal besar. Namun struktur pembiayaan yang terlalu berlapis dapat membuat investor sulit menilai kualitas risiko secara langsung. (Sol)




