LNG Abadi Masela Serap Hingga 12 Ribu Pekerja

|

8 Views
LNG Abadi Masela Serap Hingga 12 Ribu Pekerja

FinanSaya.com – Pembangunan fisik LNG Abadi Masela resmi dimulai di Kepulauan Tanimbar, Maluku, pada Kamis (16/7). Proyek strategis nasional senilai US$20,9 miliar itu memasuki tahap groundbreaking setelah cadangan gas Lapangan Abadi ditemukan pada 2000.

Peletakan batu pertama disaksikan Presiden Prabowo Subianto secara virtual dari Istana Negara, Jakarta. Pemerintah menempatkan proyek ini sebagai bagian dari penguatan ketahanan energi nasional sekaligus penggerak ekonomi baru di wilayah timur Indonesia.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia mengatakan proyek Abadi Masela diproyeksikan memberi manfaat ekonomi dan fiskal bagi pemerintah pusat maupun daerah.

“Proyek Abadi Masela diproyeksikan memberikan manfaat ekonomi dan fiskal yang signifikan, antara lain penerimaan nasional maupun daerah serta penciptaan lapangan pekerjaan yang 30%nya akan diprioritaskan berasal dari masyarakat lokal Maluku dan Kabupaten Kepulauan Tanimbar,” ujar Bahlil dalam laporannya.

LNG Abadi Masela Mulai Dibangun

Groundbreaking LNG Abadi Masela menjadi penanda dimulainya pembangunan fisik setelah proyek ini lama menunggu tahap eksekusi. Presiden Prabowo meminta pembangunan tidak lagi tersendat dan dapat diselesaikan secepat mungkin.

“Proyek ini hampir tiga dekade, tiga dasawarsa kita tunggu, tiga dekade, tiga dasawarsa rakyat menunggu. Alhamdulillah hari ini kita mulai pembangunan dan pembangunan tidak boleh terhambat, harus selesai dalam waktu sesingkat-singkatnya,” tegas Prabowo.

Pemerintah berharap proyek tersebut tidak hanya menjadi fasilitas produksi energi, tetapi juga memicu aktivitas ekonomi di Kepulauan Tanimbar. Dampaknya diharapkan muncul melalui lapangan kerja, investasi, pembangunan infrastruktur, dan berkembangnya usaha masyarakat.

Saat beroperasi, Lapangan Abadi Masela diproyeksikan menyumbang US$137,8 miliar terhadap produk domestik bruto nasional. Proyek ini juga diperkirakan meningkatkan PDRB Maluku sebesar US$95 miliar dan PDRB Kabupaten Kepulauan Tanimbar sebesar US$92 miliar.

Gas Domestik 150 MMSCFD

Bahlil menyebut LNG Abadi Masela juga akan memperkuat pasokan energi nasional. Salah satu kontribusinya adalah penyediaan gas pipa domestik sebesar 150 MMSCFD untuk kebutuhan industri.

“Di luar manfaat ekonomi dan fiskal, Proyek Abadi Masela juga akan mendorong tumbuhnya industri pendukung dan UMKM di Maluku, mempercepat pembangunan infrastruktur kawasan, meningkatkan alih pengetahuan dan teknologi, serta memperkuat ketahanan energi nasional melalui penyediaan gas pipa domestik sebesar 150 MMSCFD bagi kebutuhan industri,” kata Bahlil.

Penyediaan gas domestik itu menjadi bagian penting dari proyek karena manfaatnya tidak hanya berhenti pada ekspor LNG. Pemerintah ingin produksi gas dari Masela ikut mendukung kebutuhan industri dalam negeri.

Selain pasokan energi, pembangunan proyek juga diharapkan mempercepat alih pengetahuan dan teknologi. Kegiatan konstruksi dan operasi migas skala besar akan membutuhkan tenaga kerja, rantai pasok, dan dukungan industri penunjang.

Maluku Dapat PI 10 Persen

Pemerintah juga menyiapkan ruang manfaat langsung bagi daerah melalui Participating Interest atau PI 10 persen kepada BUMD Provinsi Maluku. Kebijakan ini diberikan karena Lapangan Abadi berada di Blok Masela, Laut Arafura, lebih dari 12 mil laut dari pulau terdekat.

Kepemilikan PI tersebut akan berjalan bersama Dana Bagi Hasil migas. Pemerintah berharap dua sumber tersebut dapat memperkuat kapasitas fiskal daerah dan meningkatkan pendapatan Pemerintah Provinsi Maluku.

Baca Juga: Harga Khusus BBM bagi Nelayan Dipatok Rp15000

Bupati Kepulauan Tanimbar Ricky Jauwerissa mengatakan tambahan pendapatan dari proyek tersebut akan menjadi modal penting bagi pembangunan daerah.

“Pendapatan ini diproyeksikan menjadi motor penggerak utama dalam mendanai berbagai program pengentasan kemiskinan, peningkatan layanan kesehatan, hingga penguatan status administratif kawasan untuk mempercepat birokrasi pembangunan di kawasan kepulauan,” ujar Ricky.

Dengan skema tersebut, manfaat LNG Abadi Masela diharapkan tidak hanya tercatat pada level nasional, tetapi juga masuk ke anggaran dan program pembangunan daerah.

Serap Lebih dari 12.000 Pekerja

Dari sisi ketenagakerjaan, pembangunan proyek LNG Abadi Masela diperkirakan menyerap lebih dari 12.000 tenaga kerja pada puncak masa konstruksi. Angka tersebut mengacu pada studi Universitas Indonesia dan Universitas Pattimura.

Pemerintah juga menyiapkan prioritas 30 persen tenaga kerja dari masyarakat lokal Maluku dan Kabupaten Kepulauan Tanimbar. Kebijakan ini diarahkan agar warga sekitar memperoleh akses langsung terhadap peluang ekonomi proyek.

Selain tenaga kerja konstruksi, pembangunan infrastruktur migas terintegrasi diperkirakan menggerakkan sektor pendukung. UMKM, jasa logistik, transportasi, penyediaan kebutuhan pekerja, dan kegiatan usaha lokal berpeluang ikut terdorong.

Dengan nilai proyek US$20,9 miliar, proyeksi serapan lebih dari 12.000 tenaga kerja, PI 10 persen untuk BUMD Maluku, serta pasokan gas domestik 150 MMSCFD, pembangunan fisik LNG Abadi Masela dimulai di Kepulauan Tanimbar pada 16 Juli 2026. (Sol)

Artikel Menarik Lainnya