FinanSaya.com – IHSG awal pekan kembali tertekan pada pembukaan perdagangan Senin, 8 Juni 2026. Indeks Harga Saham Gabungan turun 108,45 poin atau 1,94 persen ke level 5.486,31 pada pembukaan sesi I.
Tekanan terhadap IHSG berlanjut sepanjang perdagangan pagi. Indeks sempat bergerak di zona merah dalam rentang 5.376 hingga 5.490. Namun, berdasarkan data TradingView pada perdagangan pukul 09.41 WIB, IHSG terlihat berada di sekitar level 5.515.

Pelemahan IHSG awal pekan tercermin dari mayoritas saham yang berada di zona merah. Sebanyak 436 saham melemah, 78 saham menguat, dan 152 saham tidak bergerak.
Aktivitas perdagangan pada pagi hari juga tercatat cukup ramai. Total frekuensi perdagangan saham mencapai 123.419 kali transaksi dengan volume 1,7 miliar saham. Nilai transaksi harian tercatat sebesar Rp1,2 triliun.
IHSG awal pekan melemah bersamaan dengan koreksi seluruh sektor saham. Sektor transportasi menjadi salah satu yang turun paling dalam dengan pelemahan 4,69 persen.
Sektor infrastruktur terkoreksi 4,58 persen, disusul sektor basic yang turun 4,15 persen. Sektor energi melemah 3,71 persen, sektor industri terpangkas 3,65 persen, dan sektor consumer siklikal turun 3,31 persen.
Sementara itu, sektor consumer nonsiklikal melemah 3,01 persen, sektor properti tergelincir 2,9 persen, sektor kesehatan turun 2,15 persen, sektor keuangan terkoreksi 1,91 persen, dan sektor teknologi melemah 1,61 persen.
Di pasar valuta asing, posisi dolar Amerika Serikat terhadap rupiah berada di kisaran Rp18.099. Kondisi tersebut ikut menjadi perhatian pelaku pasar di tengah tekanan pada bursa saham domestik.
Tekanan Berlanjut dari Pekan Sebelumnya
Tekanan IHSG awal pekan terjadi setelah indeks juga terpukul cukup dalam pada pekan sebelumnya. Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia, lima saham menjadi pemberat utama IHSG sepanjang periode 2–5 Juni 2026.
Tekanan IHSG pada awal pekan terjadi setelah indeks juga terpukul cukup dalam pada pekan sebelumnya. Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia yang dikutip Infobanknews, lima saham menjadi pemberat utama IHSG sepanjang periode 2–5 Juni 2026, yakni BBCA, BBRI, TLKM, BRPT, dan MORA.
BBCA menjadi pemberat terbesar IHSG pada periode tersebut dengan kontribusi penurunan 58,55 poin. Setelah itu, BBRI menyumbang pelemahan 32,93 poin, TLKM 28,19 poin, BRPT 25,88 poin, dan MORA 21,52 poin. Dalam periode yang sama, IHSG terkoreksi 8,69 persen ke level 5.594,76
Baca Juga: 5 Saham Ambruk Parah Saat IHSG Tertekan Siang Ini
Pada perdagangan Senin pagi, sektor keuangan juga masih melemah 1,91 persen.
Mengutip dari beritasatu, Reliance Sekuritas memperkirakan IHSG masih berpotensi melanjutkan pelemahan. Dalam risetnya, Reliance Sekuritas memproyeksikan area support IHSG berada di level 5.541, sedangkan resistance berada di level 5.644.
Secara teknikal, Reliance Sekuritas menilai pola candlestick terakhir membentuk bearish belt hold dan bergerak di bawah MA5. Selain itu, indikator stochastic menunjukkan pola dead cross di area deep oversold.
“Dengan demikian, IHSG hari ini akan mengalami pelemahan,” tulis Reliance Sekuritas dalam risetnya.
IHSG Awal Pekan Ikuti Bursa Asia
Sentimen negatif juga terlihat dari bursa saham Asia pada perdagangan pagi. Indeks Nikkei 225 melemah 3,96 persen, sedangkan Kospi terkoreksi 8,30 persen.
Koreksi di bursa regional menambah tekanan bagi IHSG awal pekan. Pada saat yang sama, pelemahan rupiah di kisaran Rp18.099 per dolar AS menjadi faktor lain yang dipantau pelaku pasar.
Dengan kondisi tersebut, pergerakan indeks pada Senin pagi masih dibayangi tekanan dari saham berkapitalisasi besar, pelemahan sektor saham, nilai tukar rupiah, dan sentimen negatif dari bursa Asia.
IHSG awal pekan berada dalam tekanan setelah turun tajam pada pekan sebelumnya. Data perdagangan pagi menunjukkan mayoritas saham melemah, seluruh sektor terkoreksi, dan aktivitas transaksi tetap ramai dengan nilai transaksi Rp1,2 triliun. (Sol)
Disclaimer: Artikel ini hanya bertujuan sebagai informasi dan edukasi, bukan merupakan ajakan, rekomendasi, maupun saran investasi untuk membeli atau menjual aset kripto tertentu. Pergerakan harga aset kripto sangat volatil dan memiliki risiko tinggi. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pembaca. Lakukan riset mandiri dan pertimbangkan kondisi keuangan pribadi sebelum berinvestasi.




