Harga BTC Naik US$78 Ribu Meski Ditekan The Fed dan BOJ

|

4 Views
Harga BTC Naik US$78 Ribu Meski Ditekan The Fed dan BOJ

FinanSaya.com – Harga BTC menguat sekitar 2,16% dan diperdagangkan di kisaran US$78.100 pada 18 September 2026 meski pasar global sedang menghadapi pengetatan kebijakan moneter dari Jepang dan Amerika Serikat.

Kenaikan tersebut terjadi setelah Bank of Japan kembali memperketat kebijakannya, hanya dua hari setelah Federal Reserve menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin.

Secara teori, suku bunga yang lebih tinggi dapat menjadi hambatan bagi aset berisiko karena meningkatkan daya tarik instrumen berpendapatan tetap dan menaikkan biaya modal.

Namun, harga BTC justru bertahan di atas US$78.000 dan menembus descending trendline pada grafik empat jam.

Harga BTC Tetap Naik Usai BOJ

Keputusan Bank of Japan sempat menimbulkan kekhawatiran terhadap potensi pembongkaran yen carry trade.

Selama bertahun-tahun, yen menjadi salah satu sumber pendanaan murah karena suku bunga Jepang berada di level sangat rendah.

Investor dapat meminjam dalam yen, lalu mengalihkan modal ke aset dengan potensi imbal hasil lebih tinggi.

Ketika suku bunga Jepang naik dan yen menguat, posisi seperti ini dapat menjadi lebih mahal dan mendorong investor menutup leverage.

Namun, skenario deleveraging besar belum terlihat setelah keputusan terbaru.

Harga BTC justru naik menuju US$78.100, sementara pasangan JPY/USD dalam bahan disebut turun ke sekitar 0,00633.

Artinya, yen tidak langsung menguat tajam setelah keputusan BOJ.

BOJ Waspadai Inflasi

BOJ dalam bahan dikaitkan dengan kekhawatiran terhadap tekanan harga.

Inflasi utama Jepang disebut berada sekitar 1,9% pada Agustus 2026, sedikit di bawah target 2%.

Gubernur BOJ Kazuo Ueda menekankan risiko apabila tekanan inflasi mendasar bergerak terlalu jauh.

“Jika risiko inflasi mendasar melampaui 2% terwujud, hal itu dapat memberikan dampak negatif terhadap perekonomian Jepang,” kata Ueda.

Pesan tersebut membuat pasar tetap perlu memperhitungkan kemungkinan kebijakan moneter Jepang bertahan ketat jika tekanan harga meningkat kembali.

The Fed Ikut Mengetatkan

Harga BTC tidak hanya menghadapi BOJ.

Dua hari sebelumnya, Federal Reserve juga disebut menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin.

Kombinasi pengetatan dari dua bank sentral besar membuat ketahanan harga BTC menjadi perhatian.

Pasar biasanya tidak hanya bereaksi terhadap perubahan bunga nominal.

Investor juga menilai apakah keputusan sudah tercermin dalam harga, bagaimana arah kebijakan berikutnya, serta respons mata uang dan yield obligasi setelah pengumuman.

Sejauh ini, Bitcoin mampu bertahan di tengah dua katalis tersebut.

Descending Trendline Berhasil Ditembus

Dari sisi teknikal, struktur jangka pendek Bitcoin mulai membaik.

Harga BTC berhasil bergerak di atas descending trendline pada grafik empat jam.

Breakout tersebut menunjukkan tekanan jual yang sebelumnya membatasi kenaikan mulai melemah.

Volume hijau yang meningkat juga disebut menunjukkan buying pressure lebih kuat.

Namun, breakout garis tren belum cukup untuk memastikan perubahan tren lebih besar.

Bitcoin masih perlu mencetak higher high di atas US$79.890 untuk memperkuat struktur bullish.

RSI 63 dan AO Mulai Positif

Indikator momentum juga mendukung pergerakan tersebut.

Relative Strength Index berada di sekitar 63.

RSI di atas 50 biasanya menunjukkan momentum pembeli lebih dominan, sementara level tersebut masih berada di bawah area overbought tradisional sekitar 70.

Awesome Oscillator juga disebut telah berbalik positif.

Kombinasi RSI, AO, dan breakout descending trendline memberikan sinyal teknikal yang lebih konstruktif.

Namun, keberlanjutannya tetap bergantung pada kemampuan Bitcoin menembus resistance berikutnya.

US$79.890 Sampai US$80.000 Jadi Ujian

Zona paling dekat berada di sekitar US$79.890-US$80.000.

Area tersebut penting karena harga BTC perlu melewatinya untuk membentuk higher high.

Jika resistance ini ditembus dengan volume yang cukup, area berikutnya berada di sekitar US$82.000.

Level tersebut bertepatan dengan area tertinggi 3 September menurut bahan.

Dengan harga BTC sekitar US$78.100, jarak menuju US$80.000 tidak terlalu jauh.

Namun, kondisi akhir pekan dapat membawa risiko volatilitas tambahan karena likuiditas biasanya lebih tipis.

Baca Juga: Korelasi Emas dan Bitcoin Kian Dekati Rekor

Glassnode Soroti US$76.660

Sinyal positif juga muncul dari data on-chain.

Glassnode dalam bahan menunjukkan Bitcoin kembali diperdagangkan di atas True Market Mean sekitar US$76.660.

Metrik tersebut mencoba menggambarkan basis biaya rata-rata dari aktivitas perdagangan sekunder tertentu.

Ketika harga berada di atas level tersebut, sebagian koin yang direpresentasikan metrik ini kembali berada dalam posisi unrealized profit.

Glassnode menilai kondisi tersebut membawa Bitcoin kembali ke bullish regime berdasarkan kerangka on-chain yang digunakan.

Namun, meningkatnya profitabilitas juga membawa risiko profit taking.

US$80.000 Sampai US$85.000 Jadi Zona Berat

Setelah True Market Mean direbut kembali, dua area resistance on-chain disebut masih menunggu.

Resistance pertama berada di sekitar US$80.000, yang dikaitkan dengan rata-rata harga beli kelompok treasury.

Resistance berikutnya berada di sekitar US$85.000, yang disebut berkaitan dengan rata-rata break-even investor ETF Bitcoin.

Area cost basis dapat bekerja sebagai resistance karena investor yang sebelumnya rugi mendapatkan kesempatan keluar mendekati harga impas.

Karena itu, zona US$80.000-US$85.000 berpotensi lebih sulit dibandingkan breakout awal di atas US$76.660.

4.613 BTC Masuk ke Binance

Sisi risikonya mulai terlihat dari exchange flow.

Analis CryptoQuant CryptoOnChain mencatat sekitar 4.613 BTC baru-baru ini bergerak menuju Binance.

Transfer Bitcoin ke exchange tidak berarti seluruh koin tersebut pasti dijual.

Aset dapat dipindahkan untuk collateral, aktivitas trading, manajemen likuiditas, atau tujuan lainnya.

Meski demikian, exchange inflow tetap menjadi indikator yang perlu diperhatikan karena Bitcoin yang berada di bursa lebih mudah dijual dibandingkan koin yang tersimpan dalam cold wallet.

Jika profit taking meningkat di dekat resistance, tekanan jual dapat kembali muncul.

Support US$76.000 Jadi Pertahanan

Jika harga BTC gagal melewati US$80.000, perhatian beralih ke area support.

Level pertama berada di sekitar US$76.290, yang disebut merupakan midline dari falling channel sebelumnya.

Level itu berdekatan dengan True Market Mean di sekitar US$76.660.

Dengan demikian, zona US$76.000-US$76.700 memiliki konfluensi teknikal dan on-chain.

Jika zona tersebut gagal bertahan, support psikologis berikutnya berada di sekitar US$75.000.

Penurunan kembali di bawah True Market Mean juga dapat melemahkan sinyal bullish yang muncul dari data Glassnode.

Pada 18 September 2026, harga BTC berada sekitar US$78.100 setelah naik 2,16%, dengan resistance berikutnya di US$79.890-US$80.000, True Market Mean di US$76.660, support teknikal sekitar US$76.290, dan sekitar 4.613 BTC tercatat bergerak menuju Binance. (Sol)

Artikel Menarik Lainnya