Emas Perhiasan Ikut Dorong Inflasi Juni 2026

|

6 Views
Emas Perhiasan Ikut Dorong Inflasi Juni 2026

FinanSaya.com – Badan Pusat Statistik atau BPS mencatat kali ini emas perhiasan ikut dorong inflasi nasional pada Juni 2026. Komoditas tersebut menjadi salah satu penyumbang utama inflasi tahunan, di tengah inflasi nasional yang mencapai 3,34 persen secara year-on-year.

Dalam Berita Resmi Statistik BPS, inflasi nasional Juni 2026 tercatat 3,34 persen dengan Indeks Harga Konsumen atau IHK sebesar 111,89. Secara bulanan, inflasi berada di level 0,44 persen, sedangkan inflasi tahun kalender mencapai 1,79 persen.

Tekanan harga Juni 2026 tidak hanya berasal dari bahan pangan dan energi. BPS mencatat kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya mengalami inflasi tahunan 10,10 persen, tertinggi dibanding kelompok pengeluaran lain.

Emas Perhiasan Ikut Dorong Inflasi Tahunan

Kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya memberi andil 0,69 persen terhadap inflasi tahunan. Dalam kelompok tersebut, emas perhiasan menjadi komoditas dominan dengan andil 0,61 persen.

Data itu menunjukkan emas perhiasan ikut dorong inflasi dalam skala yang cukup besar. Dalam infografis BPS pada halaman 15, emas perhiasan bahkan ditempatkan sebagai komoditas penyumbang utama inflasi tahunan, di atas bensin, ikan segar, beras, dan tarif angkutan udara.

Pada infografis yang sama, andil emas perhiasan kut dorong inflasi year-on-year tercatat 0,61 persen. Sementara itu, bensin memberi andil 0,25 persen, ikan segar 0,23 persen, beras 0,16 persen, dan tarif angkutan udara 0,15 persen.

Posisi emas perhiasan membuat struktur inflasi Juni 2026 berbeda dari pola yang kerap dikaitkan dengan gejolak pangan atau BBM. Pada periode ini, komoditas nonpangan juga memberi tekanan besar terhadap inflasi nasional.

Pangan Tetap Jadi Penyumbang Terbesar

Meski emas perhiasan ikut dorong inflasi, kelompok makanan, minuman, dan tembakau tetap menjadi penyumbang terbesar inflasi tahunan. Kelompok ini mengalami inflasi 4,67 persen dan memberi andil 1,36 persen terhadap inflasi nasional.

BPS mencatat komoditas pangan yang dominan memberi andil inflasi tahunan antara lain ikan segar sebesar 0,23 persen, beras 0,16 persen, minyak goreng 0,14 persen, dan cabai merah 0,11 persen.

Komoditas lain yang ikut memberi tekanan adalah daging ayam ras, cabai rawit, rokok kretek mesin, dan bawang merah, masing-masing 0,08 persen. Daging sapi dan rokok kretek tangan masing-masing memberi andil 0,04 persen.

Baca Juga: Inflasi Jawa Timur Lebih Panas dari Dua Tahun Lalu

Namun, sejumlah komoditas juga menahan inflasi. BPS mencatat telur ayam ras, kelapa, bawang putih, kacang panjang, daging babi, ketimun, sabun detergen bubuk, pengharum cucian, dan uang sekolah SMA memberi andil deflasi tahunan.

Transportasi dan Energi Masih Menekan

Kelompok transportasi juga menjadi penekan inflasi nasional. Pada Juni 2026, kelompok ini mengalami inflasi tahunan 4,57 persen dan memberi andil 0,55 persen.

Selain emas perhiasan ikut dorong inflasi, bensin menjadi penyumbang terbesar dalam kelompok transportasi dengan andil 0,25 persen. Tarif angkutan udara menyusul dengan andil 0,15 persen. Secara bulanan, bensin juga menjadi penyumbang inflasi utama dengan andil 0,21 persen.

Dari sisi komponen, inflasi inti pada Juni 2026 tercatat 2,76 persen secara tahunan. Komponen harga diatur pemerintah mengalami inflasi 3,42 persen, sedangkan komponen harga bergejolak mencapai 5,58 persen.

Komponen inti memberi andil terbesar terhadap inflasi tahunan, yakni 1,77 persen. Komponen harga bergejolak memberi andil 0,91 persen, sedangkan harga diatur pemerintah memberi andil 0,66 persen.

Inflasi Lebih Tinggi dari Dua Tahun Sebelumnya

Tekanan Juni 2026 juga lebih tinggi dibanding periode yang sama dalam dua tahun terakhir. BPS mencatat inflasi tahunan Juni 2025 sebesar 1,87 persen, sedangkan Juni 2024 sebesar 2,51 persen. Dalam hal ini, emas perhiasan ikut dorong inflasi selain bensin.

Dengan inflasi 3,34 persen pada Juni 2026, tekanan harga tahun ini terlihat lebih kuat. BPS juga mencatat inflasi tahun kalender Juni 2026 sebesar 1,79 persen, lebih tinggi dibanding Juni 2025 sebesar 1,38 persen dan Juni 2024 sebesar 1,07 persen.

Data BPS menunjukkan emas perhiasan ikut dorong inflasi di tengah tekanan pangan, transportasi, energi, dan komponen inti. Pada Juni 2026, inflasi nasional tidak hanya dibentuk oleh kebutuhan pokok, tetapi juga oleh komoditas yang berkaitan dengan perawatan pribadi dan konsumsi rumah tangga. (Sol)

Artikel Menarik Lainnya