FinanSaya.com – Nilai tukar rupiah kembali tertekan terhadap dolar Amerika Serikat pada perdagangan Kamis, 4 Juni 2026. Berdasarkan data Investing.com yang ditampilkan sekitar pukul 10.19 WIB, pasangan mata uang USD/IDR bergerak ke level Rp18.016,4 per dolar AS. Dengan posisi tersebut, dolar tembus Rp18.000 dan kembali melewati level psikologis yang menjadi perhatian pasar.
USD/IDR tercatat naik 90,8 poin atau 0,51 persen. Pergerakan ini menunjukkan dolar AS masih menguat terhadap rupiah, meski posisinya sedikit lebih rendah dibandingkan data sebelumnya di kisaran Rp18.019 per dolar AS.

USD/IDR Bergerak Naik Intraday
Dari grafik intraday tersebut, USD/IDR terlihat bergerak dalam tren naik sejak perdagangan sebelumnya.
Setelah sempat berada di area Rp17.800-an hingga Rp17.900-an, pasangan mata uang ini terus menguat sampai dolar tembus Rp18.000.
Level tertinggi yang tampak pada grafik berada di sekitar Rp18.022,8 per dolar AS. Sementara posisi terakhir USD/IDR berada tidak jauh dari area tersebut, yakni Rp18.016,4 per dolar AS.
Pergerakan ini membuat tekanan terhadap rupiah masih perlu dipantau, terutama karena area Rp18.000 sering dibaca sebagai batas psikologis pasar.
Rupiah di Bawah Tekanan Pasar
Ketika dolar tembus Rp18.000, pelaku pasar biasanya mencermati dua hal.
Pertama, arah pergerakan dolar AS dalam jangka pendek. Kedua, respons kebijakan di dalam negeri, terutama yang berkaitan dengan pasokan devisa dan stabilitas sektor keuangan.
Dalam perdagangan hari ini, penguatan dolar terjadi di tengah perhatian pasar terhadap kondisi global dan sentimen domestik. Pemerintah menilai pergerakan nilai tukar jangka pendek sering dipengaruhi rumor dan sentimen pasar.
Namun, pemerintah menegaskan kondisi tersebut tidak mengubah pandangan bahwa fundamental ekonomi Indonesia tetap kuat.
Menkeu Sebut Fondasi Ekonomi Dijaga
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan bahwa pemerintah tetap fokus menjaga fondasi ekonomi nasional.
Pernyataan itu disampaikan selepas Raker RUU P2SK di DPR pada Rabu, 3 Juni 2026. Sesuai arahan Presiden Prabowo, Menkeu menyebut pemerintah terus menjaga agar perekonomian nasional berjalan dan tumbuh lebih kuat.
“Tapi kalau kita lihat, kewajiban saya adalah menjaga fondasi ekonomi saja. Supaya ekonominya berjalan terus semakin cepat,” kata Menkeu di Jakarta, Rabu, 3 Juni 2026.
Di tengah kondisi dolar tembus Rp18.000, pemerintah meyakini fondasi ekonomi nasional akan menjadi penopang utama stabilitas ekonomi.
DHE-SDI Jadi Tumpuan Pasokan Devisa
Pemerintah juga menaruh harapan pada kebijakan Devisa Hasil Ekspor Sumber Daya Indonesia atau DHE-SDI.
Kebijakan tersebut dinilai dapat meningkatkan pasokan devisa di dalam negeri melalui penempatan hasil ekspor sumber daya alam pada sistem keuangan nasional.
Ketika dolar tembus Rp18.000, pasokan devisa menjadi salah satu faktor yang diperhatikan pasar. Jika likuiditas valuta asing di dalam negeri meningkat, tekanan terhadap rupiah diharapkan dapat mereda.
Menkeu menilai kebijakan DHE-SDI juga akan memperkuat stabilitas sektor keuangan nasional. Peningkatan likuiditas dan pengawasan terhadap pengelolaan DHE dinilai bisa membuat sistem keuangan lebih tangguh menghadapi tantangan global.
Baca Juga: Kapan Jual Dolar AS Saat Rupiah Tertekan?
Rupiah Dinilai Ditentukan Fondasi Ekonomi
Pemerintah menilai arah nilai tukar rupiah pada akhirnya akan ditentukan oleh kekuatan fundamental ekonomi.
“Yang menjadi kewajiban saya adalah menjaga fondasi ekonomi agar terus berjalan dan semakin kuat. Pada akhirnya, kita percaya rupiah akan ditentukan oleh fondasi ekonominya,” ujar Menkeu.
Menurut pemerintah, sentimen jangka pendek dapat memengaruhi pergerakan rupiah. Namun, masuknya devisa hasil ekspor ke dalam negeri melalui DHE-SDI diharapkan memberi dampak positif terhadap pasar valuta asing nasional.
Dampak DHE-SDI Diharapkan Terlihat Dekat
Menkeu memperkirakan dampak awal implementasi DHE-SDI akan mulai terlihat dalam waktu dekat.
“Seharusnya dalam waktu dekat dampaknya kebijakan DHE-SDI mulai terlihat. Ketika sentimen yang berkembang di pasar mulai mereda, didukung oleh masuknya devisa hasil ekspor ke dalam negeri, maka rupiah memiliki peluang untuk kembali menguat,” kata Menkeu.
Stabilitas Rupiah Saat Dolar Tembus Rp18.000
Ke depan, pemerintah menyatakan akan menjaga koordinasi dengan otoritas terkait agar stabilitas ekonomi dan sistem keuangan tetap terpelihara.
Dengan fundamental ekonomi yang disebut kuat, dukungan kebijakan yang konsisten, serta pasokan devisa melalui DHE-SDI, pemerintah meyakini Indonesia memiliki modal untuk menjaga rupiah di tengah ketidakpastian global.
Meski begitu, posisi dolar tembus Rp18.000 tetap menjadi perhatian pasar karena menunjukkan tekanan terhadap rupiah belum sepenuhnya reda.
Dalam jangka pendek, pergerakan USD/IDR masih akan dipantau dari arah sentimen pasar, aliran devisa, dan respons kebijakan pemerintah. (Sol)




