Cara Beli Saham untuk Pemula Tanpa Bingung

|

10 Views
Cara Beli Saham untuk Pemula Tanpa Bingung

FinanSaya.com – Cara beli saham sekarang jauh lebih mudah.

Tidak perlu datang ke kantor bursa. Tidak perlu modal puluhan juta. Tidak perlu kenal broker secara pribadi. Cukup punya rekening efek, aplikasi sekuritas, dana investasi, dan pemahaman dasar.

Masalahnya, mudah membeli saham bukan berarti mudah menghasilkan uang dari saham.

Banyak pemula langsung membeli karena ikut rekomendasi, melihat saham sedang naik, atau takut ketinggalan. Akhirnya, mereka tidak benar-benar paham apa yang dibeli.

Di sinilah pentingnya memahami cara beli saham dengan benar sejak awal.

Pahami Dulu Apa Itu Saham

Saham adalah bukti kepemilikan atas sebuah perusahaan.

Ketika seseorang membeli saham, ia membeli sebagian kecil kepemilikan perusahaan tersebut. Jika perusahaan berkembang, harga saham bisa naik dan investor berpotensi mendapat keuntungan.

Investor juga bisa mendapat dividen jika perusahaan membagikan sebagian laba kepada pemegang saham.

Namun, saham tetap punya risiko.

Harga bisa naik. Harga bisa turun. Bahkan saham perusahaan besar pun bisa terkoreksi jika kondisi pasar buruk, laba menurun, atau sentimen negatif muncul.

Karena itu, saham bukan tempat mencari uang cepat tanpa risiko.

Saham adalah instrumen investasi yang perlu dipahami.

Buka Rekening di Sekuritas

Langkah pertama untuk cara beli saham adalah membuka rekening efek di perusahaan sekuritas.

Sekuritas adalah perantara resmi yang menghubungkan investor dengan Bursa Efek Indonesia. Melalui aplikasi sekuritas, investor bisa membeli dan menjual saham.

Biasanya, proses pembukaan rekening dilakukan secara online.

Calon investor perlu menyiapkan KTP, NPWP jika ada, rekening bank, nomor ponsel, email, dan mengisi formulir profil risiko.

Setelah disetujui, investor akan mendapat Rekening Dana Nasabah atau RDN.

RDN ini menjadi rekening khusus untuk transaksi saham. Dana yang dipakai membeli saham harus masuk ke RDN terlebih dahulu.

Pilih Sekuritas yang Cocok

Jangan asal memilih sekuritas.

Sebelum masuk cara beli saham, perhatikan biaya transaksi, kemudahan aplikasi, layanan customer service, fitur analisis, keamanan, dan reputasi perusahaan.

Untuk pemula, aplikasi yang mudah dipakai lebih penting daripada fitur yang terlalu rumit.

Namun, biaya transaksi juga perlu diperhatikan.

Setiap kali membeli atau menjual saham, investor dikenakan fee. Persentasenya kecil, tetapi jika terlalu sering transaksi, biayanya bisa menumpuk.

Pilih sekuritas yang resmi, diawasi otoritas, dan terdaftar sebagai anggota bursa.

Jangan tergoda aplikasi mencurigakan yang menjanjikan keuntungan pasti.

Setor Dana ke RDN

Setelah rekening efek aktif, investor bisa menyetor dana ke RDN.

Tidak perlu langsung besar.

Pemula bisa mulai dari nominal kecil untuk belajar. Misalnya Rp100 ribu, Rp500 ribu, atau Rp1 juta, tergantung kemampuan masing-masing.

Yang penting, gunakan uang dingin.

Uang dingin adalah dana yang tidak dipakai untuk kebutuhan harian, cicilan, sewa, sekolah, atau dana darurat.

Salah satu yang utama untuk cara beli saham, jangan dengan uang kebutuhan hidup.

Pasar bisa turun kapan saja. Jika uang itu dibutuhkan dalam waktu dekat, investor bisa terpaksa menjual saham saat rugi.

Kenali Lot Saham

Di Bursa Efek Indonesia, cara beli saham dilakukan dalam satuan lot.

Satu lot berisi 100 lembar saham.

Jika harga saham Rp1.000 per lembar, maka minimal pembelian 1 lot adalah Rp100.000, belum termasuk biaya transaksi.

Contohnya, jika ingin membeli saham ABC di harga Rp2.500 per lembar, maka 1 lot harganya Rp250.000.

Pemahaman ini penting agar pemula tidak bingung ketika melihat harga saham di aplikasi.

Harga yang tampil biasanya harga per lembar, tetapi pembelian minimalnya 100 lembar.

Jangan Asal Beli Saham Murah

Banyak pemula tergoda membeli saham yang harganya murah.

Misalnya saham Rp50 dianggap lebih murah daripada saham Rp5.000.

Padahal, harga per lembar tidak otomatis menunjukkan murah atau mahal.

Saham Rp50 bisa saja mahal jika perusahaannya buruk. Saham Rp5.000 bisa saja wajar jika bisnisnya kuat, labanya besar, dan prospeknya jelas.

Yang perlu dilihat bukan hanya harga, tetapi kualitas perusahaan.

Apakah perusahaan menghasilkan laba? Apakah utangnya sehat? Apakah produknya masih dibutuhkan? Apakah manajemennya terpercaya? Apakah bisnisnya punya masa depan?

Saham murah tanpa kualitas bisa menjadi jebakan.

Baca Juga: Saham Big Caps Ambruk, IHSG Jatuh 2 Persen Lebih

Tips Cara Beli Saham Jitu

Untuk pemula, cara beli saham lebih baik mulai dari perusahaan yang bisnisnya mudah dipahami.

Misalnya bank besar, perusahaan makanan, telekomunikasi, energi, ritel, atau consumer goods.

Jika investor tidak paham perusahaan menghasilkan uang dari mana, jangan buru-buru membeli sahamnya.

Contohnya sederhana.

Jika seseorang memakai layanan bank setiap hari, ia bisa mulai mempelajari saham perbankan. Jika sering membeli produk makanan kemasan, ia bisa mempelajari perusahaan consumer goods.

Investasi lebih nyaman jika bisnisnya bisa dipahami.

Gunakan Watchlist

Sebelum membeli, buat daftar pantauan atau watchlist.

Watchlist berisi saham-saham yang menarik untuk diamati, tetapi belum tentu langsung dibeli.

Catat alasan kenapa saham itu masuk daftar.

Misalnya laba stabil, dividen menarik, valuasi mulai murah, atau bisnisnya sedang pulih.

Dengan watchlist, pemula tidak perlu panik mengejar saham yang sedang ramai.

Investor bisa menunggu harga yang lebih masuk akal.

Tentukan Tujuan Investasi

Sebelum menekan tombol beli, tanya dulu, tujuan membeli saham ini apa?

Apakah untuk investasi jangka panjang? Untuk dividen? Untuk trading jangka pendek? Atau hanya ikut rekomendasi?

Jika tujuannya investasi jangka panjang, fokusnya adalah kualitas perusahaan dan prospek bisnis.

Jika tujuannya trading, perlu rencana teknikal, stop loss, dan target harga.

Masalahnya, banyak pemula membeli untuk trading, tetapi ketika rugi berubah mengaku investor jangka panjang.

Ini berbahaya.

Tujuan harus jelas sejak awal.

Cara Beli Saham di Aplikasi

Secara umum, cara beli saham di aplikasi sekuritas cukup sederhana.

Masuk ke aplikasi. Pilih menu saham. Ketik kode saham. Pilih harga beli. Masukkan jumlah lot. Periksa total dana. Lalu kirim order beli.

Jika harga beli cocok dengan penjual, transaksi akan terjadi.

Jika belum cocok, order akan menunggu di antrean.

Setelah transaksi berhasil, saham akan masuk ke portofolio.

Namun, jangan asal menekan tombol buy hanya karena terlihat mudah.

Keputusan membeli tetap harus berdasarkan analisis.

Jangan Lupa Risiko

Saham bisa memberi keuntungan dari capital gain dan dividen.

Namun saham juga bisa rugi.

Harga bisa turun karena laporan keuangan buruk, kondisi ekonomi melemah, sentimen global, kenaikan suku bunga, pelemahan rupiah, atau aksi jual investor besar.

Karena itu, pemula harus siap melihat portofolio merah.

Jangan langsung panik.

Evaluasi apakah penurunan terjadi karena sentimen sementara atau karena fundamental perusahaan rusak. (Sol)

Artikel Menarik Lainnya