FinanSaya.com – Realisasi anggaran sekolah rakyat di Jawa Timur telah mencapai Rp2,84 triliun hingga 30 Juni 2026. Nilai tersebut setara 90,45 persen dari pagu Rp3,14 triliun yang disiapkan melalui APBN.
Capaian itu menjadi salah satu penyerapan tertinggi dalam kelompok program prioritas pendidikan di Jawa Timur pada semester pertama 2026. Pemerintah menempatkan anggaran Sekolah Rakyat sebagai bagian dari upaya memperkuat layanan pendidikan dan kualitas sumber daya manusia.
Data tersebut disampaikan Perwakilan Kementerian Keuangan Provinsi Jawa Timur dalam konferensi pers ALCo APBN KiTa Regional Jawa Timur di Surabaya, Senin (27/7/2026).
Forum itu memaparkan perkembangan ekonomi serta realisasi pendapatan dan belanja negara di Jawa Timur hingga akhir semester pertama 2026.
Anggaran Sekolah Rakyat Terserap Tinggi
Dengan realisasi Rp2,84 triliun, penyerapan anggaran sekolah rakyat sudah melampaui 90 persen dari pagu. Artinya, sebagian besar dana yang disiapkan untuk program tersebut telah dibelanjakan hingga akhir Juni 2026.
Perwakilan Kementerian Keuangan menyebut percepatan pembangunan didorong komitmen pemerintah dalam memperkuat sektor pendidikan. Program ini juga disebut memberi dampak pada pembukaan lapangan kerja selama proses pembangunan berlangsung.
Secara nasional, pembangunan Sekolah Rakyat telah menyerap 91.417 tenaga kerja. Pelaksanaan di lapangan turut didukung 1.731 personel TNI untuk mempercepat penyelesaian program.
Data tersebut menunjukkan program Sekolah Rakyat tidak hanya terkait penyediaan sarana pendidikan. Pembangunannya juga terhubung dengan kegiatan konstruksi, penyerapan tenaga kerja, dan belanja pemerintah pusat.
Jadi Bagian Belanja Pemerintah Pusat
Besarnya realisasi anggaran sekolah rakyat menjadi salah satu bagian penting dari kinerja belanja negara di Jawa Timur. Hingga akhir Juni 2026, belanja pemerintah pusat atau belanja kementerian dan lembaga di wilayah tersebut mencapai Rp25,11 triliun.
Belanja pemerintah pusat itu tumbuh 34,58 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Kenaikan ditopang oleh belanja pegawai, belanja barang, dan belanja modal yang digunakan untuk mendukung berbagai program pemerintah.
Belanja modal menjadi komponen yang tumbuh paling tajam. Realisasinya mencapai Rp4,70 triliun atau 52,94 persen dari pagu.
Secara tahunan, belanja modal melonjak 249,52 persen. Percepatan belanja modal terutama diarahkan untuk mendukung konektivitas dan ketahanan pangan melalui pembangunan gedung, jalan, jaringan, serta irigasi.
Dalam struktur tersebut, Sekolah Rakyat menjadi bagian dari belanja pembangunan yang berkaitan langsung dengan sektor pendidikan.
Belanja Pendidikan Capai Rp9,33 Triliun
Dukungan APBN terhadap pendidikan di Jawa Timur juga terlihat dari realisasi fungsi pendidikan. Hingga akhir Juni 2026, belanja fungsi pendidikan mencapai Rp9,33 triliun.
Nilai itu tumbuh 19,66 persen secara tahunan. Capaian tersebut disebut menjadi yang tertinggi dalam lima tahun terakhir.
Baca Juga: Ekonomi Jatim Tumbuh 5,96 Persen Kalahkan Nasional
Anggaran pendidikan disalurkan dalam beberapa bentuk. Di antaranya bantuan pendidikan tinggi kepada 149.263 mahasiswa dan bantuan wajib belajar kepada 300.529 siswa.
Pemerintah juga menggunakan anggaran tersebut untuk membayar tunjangan profesi guru dan dosen non-aparatur sipil negara.
Dengan komposisi itu, belanja pendidikan di Jawa Timur tidak hanya diarahkan untuk pembangunan fisik. Dana APBN juga digunakan untuk mendukung peserta didik, tenaga pendidik, dan program prioritas pemerintah.
Revitalisasi Sekolah Juga Berjalan
Selain anggaran sekolah rakyat, pemerintah menjalankan Program Revitalisasi Sekolah dan Madrasah di Jawa Timur. Hingga 30 Juni 2026, realisasi anggarannya mencapai Rp116,23 miliar.
Angka tersebut setara 45,58 persen dari pagu Rp254,99 miliar. Program ini menjadi bagian dari upaya memperluas ketersediaan infrastruktur pendidikan yang lebih berkualitas.
Sampai akhir Juni 2026, sebanyak 122 institusi pendidikan di Jawa Timur telah direvitalisasi. Pelaksanaan program didukung percepatan proses verifikasi dan pelaksanaan di daerah.
Dukungan pendidikan juga diperkuat melalui transfer ke daerah. Penyaluran Dana Alokasi Umum diprioritaskan melalui skema specific grant bidang pendidikan.
Sementara itu, DAK Nonfisik antara lain digunakan untuk tunjangan ASN daerah dan Bantuan Operasional Satuan Pendidikan.
Belanja Negara Jatim Capai Rp59,88 Triliun
Secara keseluruhan, realisasi belanja negara di Jawa Timur hingga 30 Juni 2026 mencapai Rp59,88 triliun. Nilai itu setara 52,36 persen dari pagu Rp114,36 triliun.
Belanja tersebut terdiri atas belanja pemerintah pusat sebesar Rp25,11 triliun dan transfer ke daerah sebesar Rp34,77 triliun.
Di sisi pendapatan, realisasi pendapatan negara di Jawa Timur mencapai Rp128,18 triliun. Angka tersebut setara 42,45 persen dari target Rp301,96 triliun.
Pendapatan itu berasal dari penerimaan perpajakan Rp123,81 triliun dan penerimaan negara bukan pajak Rp4,37 triliun.
Hingga akhir semester pertama 2026, anggaran sekolah rakyat di Jawa Timur telah terealisasi Rp2,84 triliun dari pagu Rp3,14 triliun, sementara belanja fungsi pendidikan daerah tersebut mencapai Rp9,33 triliun. (Sol)




