FinanSaya.com – Analis kripto Ali Martinez menilai anggapan bahwa Generasi Z hanya tertarik pada perdagangan berisiko tinggi tidak sepenuhnya tepat. Ia menyebut data terbaru justru menunjukkan banyak investor muda memilih aset besar dan berorientasi jangka panjang.
Ali Martinez mengutip laporan Binance Research yang membandingkan preferensi investasi lintas generasi. Dalam laporan tersebut, Gen Z tercatat memiliki porsi perdagangan leveraged ETF paling rendah dibandingkan kelompok usia lain.
Porsi Gen Z dalam perdagangan leveraged ETF hanya sekitar 5,9%. Angka ini bertolak belakang dengan stereotip bahwa investor muda lebih dominan mengejar leverage, meme coin, atau transaksi spekulatif jangka pendek.
Ali Martinez Soroti Data Gen Z
Menurut Ali Martinez, data Binance Research memberi gambaran yang lebih berimbang mengenai perilaku investor muda. Gen Z tidak sepenuhnya meninggalkan aset berisiko, tetapi pilihan awal mereka banyak mengarah ke perusahaan teknologi besar.
Investasi pertama yang paling populer di kalangan Gen Z disebut berasal dari saham-saham teknologi utama Amerika Serikat. Beberapa di antaranya adalah NVIDIA, Micron Technology, Tesla, Apple, dan ETF Nasdaq-100.
Pilihan tersebut menunjukkan minat pada sektor yang dekat dengan tema teknologi, kecerdasan buatan, semikonduktor, kendaraan listrik, dan indeks saham berbasis perusahaan pertumbuhan.
Dengan komposisi itu, Ali Martinez menilai investor muda tidak bisa langsung disamakan dengan kelompok yang hanya mengejar keuntungan cepat. Banyak dari mereka mulai membangun eksposur melalui aset yang sudah dikenal luas di pasar global.
Saham Teknologi Besar Jadi Favorit
NVIDIA dan Micron Technology berada dalam lingkup sektor semikonduktor yang terkait dengan tren kecerdasan buatan. Tesla dikenal sebagai salah satu emiten teknologi dan kendaraan listrik yang banyak dipantau investor ritel.
Apple tetap menjadi salah satu perusahaan teknologi terbesar di dunia. Sementara itu, ETF Nasdaq-100 memberi akses ke kumpulan saham besar yang banyak berisi perusahaan teknologi dan pertumbuhan.
Preferensi ini memperlihatkan bahwa sebagian Gen Z memilih aset yang memiliki narasi fundamental lebih kuat dibandingkan instrumen spekulatif murni.
Ali Martinez menilai temuan tersebut membantah gambaran sederhana bahwa Gen Z hanya tertarik pada meme coin. Menurut data yang dikutipnya, investor muda juga aktif mencari akses ke instrumen pasar keuangan tradisional.
Gen Z Dominasi Layanan TradFi Binance
Laporan Binance Research juga menunjukkan sekitar 45% pengguna layanan TradFi Binance berasal dari Generasi Z. Kelompok ini menjadi porsi terbesar dibandingkan generasi lain.
Milenial menempati posisi berikutnya dengan porsi sekitar 39%. Generasi X menyumbang sekitar 13%, sedangkan Baby Boomers hanya sekitar 4%.
Komposisi tersebut menunjukkan investor muda menjadi pengguna utama layanan yang menghubungkan platform digital dengan instrumen keuangan tradisional.
Dalam pandangan Ali Martinez, hal ini menandai perubahan fungsi Binance. Platform yang sebelumnya lebih dikenal sebagai bursa kripto kini mulai berperan sebagai gerbang bagi investor baru untuk mengakses saham dan ETF.
Investor Negara Berkembang Paling Dominan
Temuan lain yang disorot adalah asal pengguna Gen Z dalam layanan TradFi Binance. Sekitar 95% investor Gen Z tersebut berasal dari negara berkembang atau emerging markets.
Data ini menunjukkan akses terhadap investasi global semakin terbuka melalui platform digital. Bagi sebagian investor muda di negara berkembang, aplikasi aset digital tidak lagi hanya digunakan untuk membeli kripto.
Baca Juga: Persaingan Bursa Kripto Masuk Babak Baru, Kata Analis Ini
Platform tersebut juga menjadi pintu masuk untuk mengenal saham global, ETF, dan instrumen keuangan tradisional lain yang sebelumnya lebih sulit dijangkau.
Perubahan ini membuat batas antara pasar kripto dan pasar keuangan tradisional semakin tipis. Investor dapat memulai dari platform kripto, lalu memperluas portofolio ke saham atau produk berbasis indeks.
Saham Langsung Masih Banyak Dipilih
Selain leveraged ETF, Binance Research juga membandingkan minat antargenerasi pada perdagangan saham langsung atau direct stocks. Pada kategori ini, Gen Z kembali menjadi kelompok terbesar.
Porsi Gen Z dalam direct stocks mencapai sekitar 44%. Milenial mengikuti dengan 39%, Generasi X sebesar 13%, dan Baby Boomers sekitar 4%.
Pada produk bStocks, dominasi investor muda juga terlihat. Gen Z mencatat porsi sekitar 44%, disusul milenial 37%, Generasi X 14%, dan Baby Boomers 4%.
Data tersebut memperkuat gambaran bahwa minat investor muda tidak hanya tertuju pada produk dengan risiko tinggi. Saham langsung dan produk berbasis saham tetap menjadi pilihan besar dalam aktivitas mereka.
Stereotip Gen Z Mulai Berubah
Selama ini Gen Z sering dikaitkan dengan perdagangan agresif, leverage tinggi, dan meme coin. Namun, data yang dikutip Ali Martinez menunjukkan perilaku investor muda lebih beragam.
Sebagian investor Gen Z memang tetap tertarik pada aset berisiko. Namun, banyak juga yang memilih membangun portofolio melalui saham teknologi besar, ETF, dan instrumen yang memiliki rekam jejak pasar lebih panjang.
Fenomena ini juga menunjukkan platform kripto mulai berfungsi sebagai jalur masuk ke pasar keuangan yang lebih luas. Binance, menurut Martinez, tidak lagi hanya dipandang sebagai tempat transaksi aset digital.
Platform tersebut semakin menjadi gateway untuk mengakses instrumen investasi global, terutama bagi investor muda di negara berkembang.
Dalam data Binance Research yang dikutip Ali Martinez, Gen Z mencatat porsi leveraged ETF hanya sekitar 5,9%, tetapi menjadi kelompok terbesar dalam layanan TradFi Binance dengan porsi sekitar 45%. (Sol)




