FinanSaya.com – Pasar mata uang kripto menutup pekan penuh volatilitas dengan penguatan tajam setelah Bitcoin dan Ethereum berbalik naik pada 18 September 2026.
Bitcoin tercatat melonjak sekitar 5,81% ke kisaran US$80.882, sedangkan Ethereum menguat lebih besar sekitar 6,71% menjadi US$2.611,68.
Penguatan tajam tersebut menarik karena hanya beberapa hari sebelumnya pasar kripto menghadapi dua tekanan sekaligus, yakni kegagalan tahapan prosedural CLARITY Act di Senat Amerika Serikat dan kenaikan suku bunga Federal Reserve.
Meski dua katalis tersebut secara teori kurang mendukung aset berisiko, tekanan jual tidak bertahan hingga akhir pekan.
Penguatan Tajam Bawa BTC Lewati US$80.000
Penguatan tajam pada 18 September membuat Bitcoin kembali menembus level psikologis US$80.000.
BTC ditutup di sekitar US$80.882 atau naik 5,81% dalam sehari.
Jika dibandingkan dengan penutupan 11 September di sekitar US$77.220,50, Bitcoin masih mencatat kenaikan sekitar 4,7% dalam satu pekan.
Sementara dibandingkan posisi 14 September sekitar US$78.185,30, penguatannya berada di kisaran 3,4%.
Level US$80.000 menjadi penting karena sebelumnya berulang kali menjadi area yang perlu direbut untuk memperkuat struktur harga jangka pendek.
CLARITY Act Sempat Tekan Pasar
Tekanan pertama muncul pada 15 September.
Berdasarkan bahan, pemungutan suara prosedural CLARITY Act di Senat AS berakhir 49-50, masih jauh dari ambang 60 suara yang dibutuhkan untuk melanjutkan proses.
Perkembangan itu mengecewakan sebagian pelaku industri aset digital yang berharap kerangka regulasi federal semakin jelas.
Bitcoin disebut sempat turun lebih dari 5% pada satu tahap perdagangan.
Pada penutupan harian, BTC terkoreksi sekitar 3,28%, sedangkan Ethereum turun lebih besar sekitar 4,63%.
Namun, pasar kemudian mengalami perubahan sentimen cukup cepat.
The Fed Tambah Tekanan Sehari Kemudian
Sehari setelah tekanan regulasi, pasar kembali menghadapi risiko makro.
Dalam bahan disebut Federal Reserve menaikkan target federal funds rate sebesar 25 basis poin menjadi 3,75%-4,00% pada 16 September.
Kenaikan tersebut disebut sebagai yang pertama sejak 2023.
Secara umum, kenaikan suku bunga dapat menekan aset berisiko karena yield instrumen berpendapatan tetap menjadi lebih menarik.
Biaya modal juga meningkat sehingga investor cenderung lebih selektif terhadap aset yang memiliki volatilitas tinggi.
Bitcoin dan Ethereum termasuk dalam kelompok aset yang sensitif terhadap perubahan selera risiko tersebut.
Namun, efek negatifnya tidak bertahan lama karena penguatan tajam setelahnya.
Mengapa Bitcoin Malah Rebound?
Salah satu penjelasan yang mungkin adalah sebagian risiko sudah lebih dulu tercermin dalam harga.
Pasar tidak hanya bergerak berdasarkan apakah sebuah berita terdengar positif atau negatif.
Yang sering lebih penting adalah seberapa jauh hasil aktual berbeda dari ekspektasi sebelumnya.
Ketika kegagalan CLARITY Act mulai diperkirakan, sebagian investor kemungkinan telah menyesuaikan posisi.
Hal serupa dapat terjadi menjelang keputusan The Fed.
Jika hasil akhir tidak lebih buruk dibandingkan kekhawatiran pasar, tekanan jual dapat berkurang.
Short covering juga dapat mempercepat kenaikan ketika trader yang sebelumnya bertaruh pada penurunan harus membeli kembali aset untuk menutup posisi.
Karena itu, penguatan tajam pada 18 September tidak otomatis berarti kenaikan bunga atau kegagalan regulasi dianggap sebagai kabar positif.
Pasar mungkin hanya telah menyerap sebagian risiko tersebut lebih awal.
Ethereum Menguat Lebih Kencang
Ethereum mencatat kenaikan persentase yang lebih besar daripada Bitcoin.
ETH naik sekitar 6,71% menjadi US$2.611,68 pada 18 September.
Padahal, aset tersebut juga mengalami tekanan besar pada 15 September ketika turun sekitar 4,63%.
Pergerakan itu menunjukkan sensitivitas Ethereum yang tinggi terhadap perubahan risk appetite.
Ketika sentimen memburuk, penurunannya dapat lebih dalam.
Namun, saat modal kembali ke aset berisiko, persentase rebound Ethereum juga bisa melampaui Bitcoin.
Dibandingkan dengan posisi 11 September, ETH dalam bahan disebut masih mencatat kenaikan mingguan sekitar 3,8%.
Baca Juga: Bull Market Bitcoin Masih Diragukan Analis
Saham Kripto Ikut Menguat
Penguatan tajam tidak hanya terjadi pada token.
Saham perusahaan dengan eksposur besar terhadap industri cryptocurrency juga disebut mengalami kenaikan kuat.
Coinbase, Strategy, dan Robinhood tercatat menguat sekitar 9,1% hingga 16,4% pada 18 September menurut bahan.
Pergerakan saham terkait kripto memang dapat lebih ekstrem dibandingkan Bitcoin.
Perusahaan semacam itu memiliki sensitivitas terhadap harga aset digital, volume perdagangan, ekspektasi pendapatan, dan nilai kepemilikan kripto.
Karena itu, ketika Bitcoin kembali melewati US$80.000, saham-saham tersebut dapat memberikan respons dengan beta yang lebih tinggi.
Sentimen Berubah dalam Beberapa Hari
Pekan tersebut menunjukkan seberapa cepat narasi pasar cryptocurrency dapat berubah.
Pada 14 September, Bitcoin disebut naik sekitar 1,75%.
Sehari kemudian, kegagalan CLARITY Act memicu tekanan dan BTC turun 3,28%.
Pada 16 September, keputusan The Fed kembali menjadi fokus utama.
Namun, pasar kemudian stabil dan berbalik menguat pada 18 September.
Perubahan tersebut memperlihatkan bahwa pergerakan harga tidak selalu sejalan secara sederhana dengan arah berita.
Sering kali harga terlebih dahulu menyesuaikan terhadap ekspektasi sebelum katalis benar-benar terjadi.
Risiko Belum Hilang
Meski terjadi penguatan tajam, beberapa risiko tetap ada.
Perkembangan CLARITY Act masih menyisakan ketidakpastian mengenai arah regulasi aset digital di Amerika Serikat.
Pada saat bersamaan, kebijakan moneter AS belum otomatis berubah menjadi lebih longgar.
Dalam bahan disebut The Fed masih menilai inflasi berada di atas sasaran dan tidak menutup kemungkinan kebijakan tetap ketat.
Jika inflasi kembali meningkat atau yield Treasury naik lebih tinggi, tekanan terhadap aset berisiko dapat kembali muncul.
Karena itu, rebound akhir pekan belum cukup untuk memastikan kondisi makro menjadi lebih ramah terhadap cryptocurrency.
US$80.000 Jadi Level Penting
Setelah Bitcoin merebut Penguatan tajam di US$80.000, level tersebut menjadi area psikologis yang perlu dipertahankan.
Jika BTC mampu bertahan di atasnya, pasar mendapat indikasi bahwa rebound memiliki dukungan lebih kuat.
Sebaliknya, jika harga cepat turun kembali ke bawah US$80.000, reli 18 September dapat dilihat sebagai pemulihan sementara setelah tekanan sebelumnya.
Volume perdagangan, arah yield Treasury, data inflasi, dan perkembangan regulasi akan menjadi faktor yang menentukan reaksi berikutnya.
Pasar juga perlu melihat apakah Ethereum mampu mempertahankan area sekitar US$2.600 setelah kenaikan lebih dari 6%.
Pada 18 September 2026, penguatan tajam membawa Bitcoin naik 5,81% menjadi sekitar US$80.882 dan Ethereum menguat 6,71% ke US$2.611,68, setelah keduanya sebelumnya tertekan oleh perkembangan regulasi dan kebijakan suku bunga AS. (Sol)




