Eri Cahyadi Bantu Ibu Ojol Bangun Penghasilan

|

3 Views
Eri Cahyadi Bantu Ibu Ojol Bangun Penghasilan

FinanSaya.com – Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menemui seorang ibu yang menjadi tulang punggung keluarga sekaligus merawat anaknya yang mengalami cerebral palsy.

Pertemuan tersebut berawal dari pesan langsung atau direct message yang dikirim seorang warga bernama Intan kepada Wali Kota Surabaya.

Intan tidak meminta bantuan dalam jumlah besar. Ia hanya menyampaikan kebutuhan pampers untuk anak pertamanya yang kini berusia 20 tahun dan memerlukan perawatan berkelanjutan.

Dari laporan sederhana itu, Eri Cahyadi kemudian datang ke rumah Intan untuk melihat kondisi keluarga secara langsung.

Eri Cahyadi Datang Setelah Terima DM

Dalam kunjungan tersebut, Eri mengetahui bahwa Intan sehari-hari bekerja sebagai pengemudi ojek online.

Ia menjadi tulang punggung keluarga sekaligus harus membagi waktu untuk merawat anaknya dan ibunya di rumah.

“Mba Intan mengirim DM kepada saya menceritakan kondisi keluarganya. Ia memiliki anak dengan cerebral palsy dan hanya meminta bantuan pampers. Saat saya datang, ternyata ia merupakan tulang punggung keluarga dan sehari-hari bekerja sebagai pengemudi ojek online. Ia juga memiliki dua anak, beliau juga memiliki dua anak,” kata Wali Kota Eri, Kamis (17/9/2026).

Kondisi tersebut membuat kebutuhan keluarga tidak bisa dilihat hanya dari satu indikator.

Eri Cahyadi mencontohkan keberadaan peralatan rumah tangga seperti pendingin ruangan yang berkaitan dengan kebutuhan anak yang dirawat.

“Kondisi keluarga tersebut menunjukkan bahwa kebutuhan setiap rumah tangga tidak selalu bisa dilihat hanya dari apa yang tampak secara kasatmata. Keberadaan sejumlah peralatan rumah tangga, termasuk pendingin ruangan, misalnya, berkaitan dengan kebutuhan anak yang dirawatnya,” jelasnya.

Bantuan Tidak Berhenti pada Pampers

Kebutuhan pampers tetap mendapat perhatian karena menjadi pengeluaran rutin dalam perawatan anak Intan.

Namun, Eri Cahyadi tidak ingin penanganan keluarga tersebut hanya berupa bantuan kebutuhan sehari-hari.

Ia menilai tambahan sumber penghasilan dapat memberi dampak lebih panjang bagi kondisi keluarga.

“Kalau hanya diberikan bantuan, misalnya Rp200 ribu sebulan, ditambah bantuan beras, itu belum tentu bisa mengubah hidup. Lebih baik kita bantu agar ada usaha yang bisa terus dijalankan,” katanya.

Pendekatan yang dipilih adalah mempertahankan pekerjaan Intan sebagai pengemudi ojek online sembari menambah keterampilan yang bisa dikerjakan dari rumah.

Mesin Jahit Ditawarkan

Eri Cahyadi kemudian menawarkan bantuan mesin jahit.

Intan juga didorong belajar memotong bahan jahitan sehingga memiliki keterampilan baru yang bisa digunakan untuk memperoleh tambahan pendapatan.

“Jenengan tetap bisa ojek online, tetapi setelah itu belajar memotong jahitan. Nanti saya bantu dengan mesin jahit. Kita lihat bagaimana perubahannya,” tuturnya.

Skema tersebut memungkinkan Intan tetap menjalankan pekerjaan yang sudah dimiliki.

Setelah aktivitas sebagai pengemudi ojek online selesai, waktu yang tersisa dapat digunakan untuk mengembangkan keterampilan menjahit.

Sumber belum menjelaskan jadwal pelatihan, jenis produk yang akan dijahit, maupun target pendapatan dari usaha tersebut.

Baca Juga: Disperinaker Surabaya: KTP dan Ijazah Jangan Jadi Agunan

Pendapatan Keluarga Jadi Perhatian

Penghasilan Intan dari ojek online harus digunakan untuk berbagai kebutuhan rumah tangga.

Selain kebutuhan dasar keluarga, ada pengeluaran rutin untuk merawat anak yang membutuhkan perhatian khusus.

Karena itu, bantuan produktif diarahkan untuk menambah pilihan sumber pendapatan.

Pemkot ingin agar bantuan sosial tidak hanya menjawab kebutuhan sesaat, tetapi juga memberi peluang bagi penerima untuk memperkuat kemampuan ekonominya.

Pendekatan ini tetap menempatkan bantuan langsung sebagai hal penting ketika ada kebutuhan mendesak.

Namun, setelah kebutuhan mendasar ditangani, intervensi dilanjutkan dengan upaya membangun kemampuan menghasilkan pendapatan.

Intan Diminta Tetap Berusaha

Dalam pertemuan itu, Eri meminta Intan tetap mempertahankan semangat bekerja dan tidak bergantung sepenuhnya pada bantuan.

“Kalau kita mau mengubah hidup, ya seperti ini. Jangan hanya menunggu bantuan,” ujar dia.

Pesan tersebut disampaikan bersamaan dengan tawaran dukungan konkret berupa mesin jahit dan pembelajaran keterampilan.

Dengan demikian, keluarga tidak hanya menerima barang kebutuhan, tetapi juga diarahkan pada aktivitas yang dapat terus dijalankan.

Kondisi Anak Tetap Diperhatikan

Selain membahas pekerjaan, Eri Cahyadi juga memastikan kebutuhan dasar anak Intan tetap menjadi perhatian.

Pampers menjadi salah satu kebutuhan rutin yang disebut secara langsung sejak awal laporan melalui DM.

Pada saat yang sama, Intan tetap harus merawat anggota keluarga di rumah sambil mencari nafkah.

Situasi inilah yang menjadi dasar perlunya sumber penghasilan yang lebih fleksibel dan dapat dilakukan setelah pekerjaan utama selesai.

Eri kemudian memberikan semangat agar keluarga tersebut tetap bertahan menghadapi kondisi yang ada.

“Jenengan harus tetap sabar, semangat, dan tidak boleh menyerah. Saya yakin keluarganya jenengan akan menjadi keluarga yang luar biasa,” tuturnya.

Gotong Royong Tetap Didorong

Eri Cahyadi juga mengajak warga mempertahankan budaya saling membantu di lingkungan masing-masing.

“Semoga warga Surabaya semakin guyub, semakin rukun, senang saling membantu, senang tolong-menolong, dan seluruh warga Surabaya bahagia,” pungkasnya.

Dalam kasus Intan, bantuan yang disiapkan tidak berhenti pada pampers. Pemkot juga menawarkan mesin jahit dan mendorong keterampilan memotong bahan agar Intan tetap bisa bekerja sebagai pengemudi ojek online sambil membangun sumber pendapatan tambahan dari rumah. (Sol)

Artikel Menarik Lainnya