Bantuan Pemkot Surabaya Tak Hanya Lihat Desil

|

1 Views
Bantuan Pemkot Surabaya Tak Hanya Lihat Desil

FinanSaya.com – Pemerintah Kota Surabaya menegaskan pemberian bantuan Pemkot surabaya tidak selalu berhenti pada angka desil.

Kondisi riil warga di lapangan tetap menjadi pertimbangan, terutama untuk bantuan perbaikan rumah tidak layak huni atau Rutilahu.

Hal itu terlihat pada kasus Sumaiyah, lansia di Wonorejo III, Kelurahan Wonorejo, Kecamatan Tegalsari.

Sumaiyah tetap mendapat bantuan Pemkot Surabaya untuk perbaikan rumah meski tercatat dalam Desil 4.

Keputusan tersebut diambil Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi setelah turun langsung melihat kondisi rumah dan kehidupan Sumaiyah.

Bantuan Pemkot Surabaya Tetap Cek Lapangan

Kondisi Sumaiyah diketahui setelah ada warga yang melapor melalui Hotline Lapor Cak Eri.

Laporan itu menyebut ada warga lanjut usia yang tinggal sendiri dan membutuhkan bantuan perbaikan rumah.

Rumah Sumaiyah mengalami kerusakan di sejumlah bagian sehingga perlu dibenahi agar lebih layak ditempati.

Eri kemudian datang langsung untuk memastikan apakah rumah tersebut layak mendapatkan bantuan Pemkot Surabaya.

“Saya mendapat laporan melalui hotline ada rumah tetangga yang penghuninya tinggal sendiri, seorang lansia. Rumah ini belum mendapatkan bantuan Rutilahu. Kemudian saya cek apakah rumah ini layak mendapatkan bantuan atau tidak. Ternyata masuk dalam Desil 4,” ujar Wali Kota Eri Sabtu (12/9/2026).

Desil 4 Tetap Bisa Dibantu

Selama ini, program Rutilahu diprioritaskan untuk warga yang masuk Desil 1 dan Desil 2.

Namun, Eri menilai kondisi Sumaiyah perlu mendapat pengecualian berdasarkan fakta di lapangan.

Sumaiyah merupakan lansia yang tinggal sendiri dan tidak memiliki kemampuan memperbaiki rumah secara mandiri.

“Akhirnya saya putuskan karena dia lansia dan tinggal sendiri, saya turun langsung. Karena rumah ini tidak mungkin ada yang memperbaiki, karena dia tinggal sendiri,” tuturnya.

Menurut Eri, kondisi seperti ini menunjukkan pentingnya melihat warga secara menyeluruh.

Data desil tetap digunakan, tetapi keputusan bantuan Pemkot Surabaya juga perlu mempertimbangkan kerentanan warga, kondisi tempat tinggal, dan kemampuan keluarga.

Listrik dan Aset Pengaruhi Desil

Eri menjelaskan, posisi desil seseorang dapat dipengaruhi sejumlah indikator.

Salah satunya adalah daya listrik yang digunakan di rumah.

“Ternyata dalam perhitungan desil itu kalau listriknya 900 VA, dia pasti akan naik (dari) Desil 1-2, dia pasti masuk ke desil yang lebih tinggi. Karena yang dianggap tidak mampu adalah ketika listriknya 450 VA,” paparnya.

Selain daya listrik, kepemilikan aset berupa rumah juga dapat membuat posisi desil seseorang naik.

“Kalau rumahnya itu adalah rumah miliknya sendiri, maka desilnya juga akan ikut naik. Kalau yang seperti ini (Sumaiyah) bagaimana, Rek? Tidak mungkin rumahnya dibangun atau diperbaiki karena tidak ada yang bekerja di sana,” katanya.

Karena itu, bantuan pemkot surabaya untuk kasus tertentu perlu membaca data bersama kondisi nyata warga.

Desil Bukan Satu-Satunya Ukuran

Eri menggarisbawahi bahwa warga dalam Desil 4 atau Desil 5 tidak otomatis berarti tidak membutuhkan bantuan Pemkot Surabaya.

Menurutnya, ada kondisi khusus yang membuat seseorang tetap perlu dibantu meski secara pemeringkatan tidak masuk kelompok prioritas paling bawah.

“Dari sini ada pembelajaran, tidak semua orang yang masuk Desil 4 atau Desil 5 dan tidak mendapatkan bantuan itu berarti tidak perlu dibantu. Bisa saja mereka masuk Desil 4 atau Desil 5, tetapi tetap harus mendapatkan bantuan, contohnya seperti Mbah Sum tadi,” terangnya.

Ia juga menjelaskan bahwa data desil dihitung oleh Badan Pusat Statistik, bukan Pemkot Surabaya.

Data tersebut disusun berdasarkan sejumlah indikator sosial ekonomi.

“Misalnya, orang yang tidak memiliki rumah dan tidak memiliki kendaraan masuk desil paling rendah, yaitu Desil 1. Kemudian yang memiliki kendaraan naik ke Desil 2, dan yang memiliki aset berupa rumah naik ke Desil 3,” bebernya.

Baca Juga: PKL-Parkir Karang Menjangan Dibenahi Pemkot Surabaya

RT RW Diminta Ikut Melihat Warga

Untuk mencegah warga rentan terlewat, Eri meminta perangkat wilayah melakukan pengecekan lebih detail.

RT, RW, lurah, camat, serta tiga hingga empat warga diminta ikut mencermati kondisi sosial ekonomi di lingkungan masing-masing.

Dengan cara tersebut, data formal dapat dilengkapi dengan pengamatan langsung dari warga sekitar.

Eri menyebut Kampung Wonorejo akan dijadikan percontohan dalam pola pengecekan tersebut.

“Kampung Wonorejo ini nantinya menjadi percontohan. Insyaallah daerah lainnya juga akan mengikuti,” katanya.

Langkah ini diharapkan membuat bantuan Pemkot Surabaya lebih tepat sasaran, terutama untuk warga yang secara data terlihat tidak masuk prioritas, tetapi kondisi riilnya membutuhkan intervensi.

Rumah Sumaiyah Akan Ditinggikan

Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman serta Pertanahan Kota Surabaya Iman Krestian mengatakan perbaikan rumah Sumaiyah akan menyasar beberapa bagian bangunan.

Pekerjaan yang disiapkan meliputi peninggian lantai, perbaikan toilet, peninggian atap, penyesuaian kusen, serta perbaikan area mezzanine.

“Perbaikannya nanti akan kita lakukan peninggian lantai dan perbaikan toilet. Kita tinggikan atapnya termasuk nanti begitu lantai dinaikkan, kusen-kusen semua akan kita tinggikan dan ada perbaikan di area mezzanine,” ujar Iman.

Perbaikan tersebut diarahkan agar rumah lebih aman dan layak ditempati.

Bagian lantai, atap, toilet, kusen, dan mezzanine menjadi fokus karena berkaitan langsung dengan fungsi dasar hunian.

Atap Rumah Sudah Rapuh

Selain bagian lantai dan toilet, kondisi atap rumah Sumaiyah juga menjadi perhatian.

Iman menyebut sebagian konstruksi atap sudah cukup rapuh sehingga perlu segera dibenahi.

“Dan bisa kelihatan ini area konstruksi atapnya juga lumayan sudah rapuh, itu yang akan kita benahi,” tutupnya.

Kasus Sumaiyah menjadi contoh bahwa bantuan pemkot surabaya untuk perbaikan rumah tidak semata-mata ditentukan oleh posisi desil.

Pada Sabtu (12/9/2026), Eri Cahyadi memastikan Sumaiyah, lansia Desil 4 di Wonorejo III, tetap mendapat bantuan Rutilahu dengan rencana pekerjaan berupa peninggian lantai, perbaikan toilet, peninggian atap, penyesuaian kusen, perbaikan mezzanine, dan pembenahan konstruksi atap yang rapuh. (Sol)

Artikel Menarik Lainnya