FinanSaya.com – Saham sejumlah emiten sektor kesehatan dan alat kesehatan melonjak pada perdagangan Senin (7/9/2026).
Kenaikan emiten sektor kesehatan itu terjadi di tengah meningkatnya kebutuhan masker setelah abu vulkanik Gunung Anak Krakatau dilaporkan menyebar ke sejumlah wilayah.
PT Hetzer Medical Indonesia Tbk atau MEDS menjadi salah satu saham yang mencuri perhatian. Pada pembukaan perdagangan, saham MEDS melonjak 27,78 persen.
Penguatan berlanjut hingga MEDS naik 34,72 persen ke level Rp97 per saham dan menyentuh batas auto rejection atas atau ARA.
Emiten Sektor Kesehatan Menguat
Kenaikan emiten sektor kesehatan tidak hanya terjadi pada MEDS. Saham PT Jayamas Medica Industri Tbk atau OMED juga ikut melesat.
Pada awal perdagangan, saham produsen alat kesehatan dengan merek OneMed tersebut menguat 20,16 persen.
Saham PT Kimia Farma Tbk atau KAEF juga bergerak signifikan. Sekitar pukul 09.29 WIB, KAEF tercatat melonjak 18,18 persen ke Rp520 per saham.
Penguatan beberapa emiten sektor kesehatan tersebut ikut mendorong indeks sektoral. IDXHEALTH naik 1,55 persen ke level 1.541,86 pada perdagangan pagi dan menjadi sektor dengan penguatan tertinggi.
Pada saat yang sama, Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG dibuka naik 0,24 persen ke level 6.652.
Sentimen Masker Dorong Saham
Pergerakan emiten sektor kesehatan terjadi saat kebutuhan alat pelindung kesehatan meningkat.
Abu vulkanik dari erupsi Gunung Anak Krakatau dilaporkan menjangkau Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Lampung, hingga sejumlah wilayah lain.
Kementerian Kesehatan mengimbau masyarakat di wilayah terdampak membatasi aktivitas di luar rumah.
Jika harus keluar rumah, masyarakat diminta menggunakan masker dan kacamata untuk mengurangi paparan abu vulkanik.
Paparan abu vulkanik berisiko menyebabkan gangguan kesehatan, seperti infeksi saluran pernapasan akut atau ISPA, iritasi mata, hingga gangguan kulit.
Kondisi itu membuat permintaan masker meningkat di sejumlah lokasi. Beberapa laporan juga menyebut harga masker di marketplace melonjak hingga beberapa kali lipat setelah permintaan naik.
MEDS Paling Disorot
MEDS menjadi salah satu saham yang paling disorot karena bisnis perseroan memiliki eksposur langsung terhadap penjualan masker.
Berdasarkan laporan keuangan MEDS untuk enam bulan pertama 2026, penjualan masker biasa mencapai sekitar Rp1,32 miliar.
Sementara penjualan produk Masker Plus mencapai sekitar Rp8,17 miliar.
Jika digabungkan, penjualan dua kategori masker MEDS mencapai sekitar Rp9,49 miliar sepanjang semester I-2026.
Angka tersebut melonjak dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Pada semester I-2025, penjualan masker biasa MEDS tercatat sekitar Rp1,03 miliar. Penjualan Masker Plus pada periode tersebut sekitar Rp1,34 miliar.
Total penjualan dua kategori masker itu pada semester I-2025 mencapai sekitar Rp2,36 miliar.
Dengan perbandingan tersebut, penjualan masker MEDS meningkat sekitar 302 persen secara tahunan.
Baca Juga: Saham ADHI Kena Suspend BEI Gegara Ini
Pendapatan MEDS Naik Tajam
Pertumbuhan penjualan masker ikut terlihat pada pendapatan MEDS.
Perseroan membukukan pendapatan sekitar Rp11,53 miliar pada semester I-2026. Angka itu naik sekitar 259 persen dibandingkan Rp3,15 miliar pada semester I-2025.
Perbaikan kinerja juga terlihat pada laba bersih.
MEDS mencatat laba bersih sekitar Rp320,7 juta pada semester I-2026. Pada periode yang sama tahun sebelumnya, perseroan masih membukukan rugi sekitar Rp3,9 miliar.
Dengan kinerja tersebut, sentimen permintaan masker membuat MEDS semakin diperhatikan investor pada perdagangan Senin.
Namun, kenaikan harga saham yang cepat tetap perlu dibaca sebagai respons pasar terhadap sentimen dan ekspektasi jangka pendek.
OMED Catat Kinerja Tumbuh
OMED juga menjadi perhatian dalam kelompok emiten sektor kesehatan.
Perseroan membukukan penjualan Rp1,167 triliun pada semester I-2026. Angka tersebut tumbuh 26 persen secara tahunan dari Rp925,8 miliar pada semester I-2025.
Laba bersih OMED mencapai Rp221,5 miliar. Capaian itu naik 43,2 persen dibandingkan Rp154,7 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Pada kuartal I-2026, segmen Barang Medis Habis Pakai OMED juga mencatat pertumbuhan volume 83,2 persen secara tahunan.
Nilai penjualan segmen tersebut naik 22,6 persen.
Kinerja itu membuat OMED ikut masuk dalam daftar saham yang diperhatikan saat sentimen kebutuhan alat kesehatan menguat.
Analis Lihat Katalis Jangka Pendek
Equity Analyst PT Indo Premier Sekuritas David Kurniawan menilai kondisi sebaran abu vulkanik berpotensi menjadi katalis positif jangka pendek bagi sektor kesehatan.
Paparan abu yang meningkatkan risiko gangguan pernapasan dan iritasi dinilai dapat mendorong kebutuhan masker, obat pernapasan, hingga obat tetes mata.
Beberapa emiten sektor kesehatan yang dinilai memiliki keterkaitan dengan kebutuhan masker antara lain MEDS, PT Multi Medika Internasional Tbk atau MMIX, dan OMED.
Meski demikian, sentimen tersebut belum otomatis berarti seluruh emiten kesehatan akan mengalami dampak kinerja yang sama.
Besarnya manfaat terhadap laporan keuangan bergantung pada porsi produk terkait, kemampuan memenuhi permintaan, dan berapa lama kebutuhan tambahan itu berlangsung. (Sol)




