Bull Market Bitcoin Masih Diragukan Analis

|

5 Views
Bull Market Bitcoin Masih Diragukan Analis

FinanSaya.com – Optimisme terhadap bull market Bitcoin kembali menguat setelah harga menunjukkan pemulihan. Narasi bull market Bitcoin kembali hidup, terutama setelah BTC keluar dari fase konsolidasi sebelumnya.

Namun, analis kripto CryptoCon justru mengambil posisi berlawanan. Ia menilai pemulihan harga belum cukup untuk memastikan bear market benar-benar selesai.

Menurut CryptoCon, siklus Bitcoin belum memberikan konfirmasi bahwa titik terendah final telah terbentuk. Ia masih mempertahankan skenario bahwa cycle bottom berpotensi baru muncul menjelang akhir 2026.

Pandangan ini bertolak belakang dengan sentimen pasar yang mulai kembali percaya bahwa fase bullish sudah dimulai.

Bull Market Bitcoin Kembali Jadi Narasi

Setelah pemulihan terbaru, kalimat “bull market Bitcoin is back” mulai mendominasi percakapan investor. Kenaikan harga membuat sebagian pelaku pasar menilai Bitcoin telah melewati fase terburuk.

CryptoCon melihat perubahan sentimen itu sebagai sinyal yang perlu dibaca hati-hati. Menurutnya, investor Bitcoin berulang kali terlalu cepat mengambil kesimpulan setelah harga memantul.

Ia tidak menolak bahwa harga sedang membaik. Namun, ia belum melihat bukti kuat bahwa siklus bearish telah benar-benar berakhir.

Bagi CryptoCon, pasar masih membutuhkan konfirmasi lebih dalam dari data siklus, bukan sekadar reaksi emosional setelah harga naik.

Bitcoin Calendar of The Masses

CryptoCon membagikan grafik bertajuk “Bitcoin Calendar of The Masses”. Grafik itu memetakan perubahan sentimen investor terhadap harga BTC sejak 2023.

Dalam grafik tersebut, CryptoCon tidak hanya menampilkan pergerakan harga. Ia juga menandai narasi yang menurutnya paling populer di kalangan investor pada titik-titik tertentu.

Saat Bitcoin berada di area rendah pada awal 2023, sentimen pasar sangat negatif. Narasi yang muncul antara lain “Recession Coming, 10-12k next.”

Ketika harga mulai pulih, kekhawatiran bergeser ke risiko black swan. Setelah Bitcoin naik lebih jauh, investor kembali khawatir resesi dan memperkirakan BTC bisa turun ke US$15.000.

Namun, harga justru terus bergerak naik. Pola ini menjadi contoh awal bagi CryptoCon bahwa sentimen mayoritas sering muncul terlambat.

Dari ETF hingga Supercycle

Perubahan psikologi pasar semakin terlihat ketika mulai terlihat bull market Bitcoin.

Menurut grafik CryptoCon, setelah kehadiran ETF Bitcoin, muncul narasi bahwa koreksi besar tidak akan terjadi lagi. Optimisme kemudian berkembang menjadi ekspektasi Strategic Bitcoin Reserve dan bahkan “supercycle”.

Pada fase berikutnya, sentimen bull market Bitcoin semakin ekstrem. Ketika Bitcoin berada di sekitar puncak siklus, narasi yang muncul adalah “This is just the beginning”.

Namun, setelah itu harga berbalik turun.

CryptoCon menggunakan pola tersebut untuk menunjukkan bahwa optimisme mayoritas tidak selalu menjadi panduan yang akurat. Dalam beberapa fase, narasi paling populer justru muncul ketika risiko pembalikan mulai meningkat.

Bottom Bitcoin Sering Diklaim Terlalu Cepat

Fenomena serupa terjadi ketika harga mulai turun. Investor beberapa kali menganggap bottom telah terbentuk setelah Bitcoin mengalami koreksi.

Narasi seperti “Bottom is in, no more bear markets, business cycle” muncul ketika BTC sempat memantul.

Setelah penurunan berikutnya, sentimen berubah lagi. Sebagian investor menilai pasar sudah terlalu bearish sehingga pemulihan kemungkinan segera datang.

Kemudian, setelah Bitcoin membentuk level rendah dan mengalami rebound, muncul lagi klaim “Bottom is in, we did it.”

CryptoCon menilai pola ini menunjukkan kecenderungan pasar untuk terlalu cepat menyebut setiap titik rendah sebagai cycle bottom.

Baca Juga: Pergerakan Bitcoin Tembus Range 72 Hari, Bakal Naik Lagi?

CryptoCon Soroti Klaim Prediksi Bottom

CryptoCon mengatakan, jika titik terendah Bitcoin memang sudah terbentuk, banyak analis akan bisa mengklaim berhasil memprediksi bull market Bitcoin.

Namun, ia menilai klaim seperti itu perlu dibaca dalam konteks lebih luas.

“Jika cycle bottom memang sudah terbentuk, ada banyak orang yang berhasil memprediksinya, meskipun dengan cara terus menyebut setiap level terendah sebagai cycle bottom,” kata CryptoCon.

Dengan kata lain, terus menyebut setiap koreksi sebagai bottom membuat salah satu prediksi akhirnya bisa tampak benar.

Karena itu, banyaknya klaim bahwa bottom sudah terbentuk tidak otomatis menjadi bukti bahwa bear market telah selesai.

Opini Tidak Populer soal Akhir 2026

Saat narasi bull market Bitcoin kembali menguat, CryptoCon justru mengatakan pandangannya semakin tidak populer.

Ia masih memilih bertaruh pada siklus. Dalam skenarionya, bear market belum selesai dan cycle bottom Bitcoin baru berpotensi terbentuk menjelang akhir tahun.

“Untuk bertaruh pada siklus sekarang dan mengatakan bear market belum berakhir serta cycle bottom masih akan terjadi pada akhir tahun telah menjadi opini yang sangat tidak populer,” ujarnya.

CryptoCon menegaskan, berbeda dari mayoritas tidak otomatis membuat prediksinya benar. Namun, ia menilai opini populer di pasar Bitcoin sering berfungsi sebagai counter-indicator.

Euforia Bisa Jadi Counter Indicator

Counter-indicator adalah sinyal yang muncul ketika sentimen pasar terlalu condong ke satu arah, tetapi harga kemudian justru bergerak berlawanan.

Dalam grafik CryptoCon, pola ini terlihat beberapa kali. Saat investor sangat takut pada resesi dan memperkirakan Bitcoin turun lebih dalam, harga justru pulih.

Sebaliknya, ketika narasi menjadi terlalu optimistis, seperti tidak akan ada koreksi lagi atau reli baru saja dimulai, harga kemudian menghadapi tekanan.

Pola seperti ini tidak hanya terjadi di Bitcoin. Pasar keuangan secara umum kerap mengalami sentimen ekstrem setelah harga bergerak jauh.

Namun, sentimen mayoritas tetap tidak bisa dipakai sendirian untuk memastikan pembalikan harga.

Masih Ada Skenario Penurunan

Bagian paling menarik dari grafik CryptoCon adalah proyeksi berikutnya. Setelah fase “Bull Market is Back”, grafik menunjukkan area yang jauh lebih rendah menjelang akhir 2026.

Area itu diberi narasi ekstrem: “Bitcoin Will Never Recover because X.”

Grafik tersebut mencerminkan skenario CryptoCon bahwa pasar masih bisa mengalami fase bearish lain yang cukup besar untuk menghancurkan optimisme investor.

Pada fase seperti itu, sentimen dapat berubah dari euforia bull market Bitcoin menjadi pesimisme ekstrem.

Meski demikian, area tersebut tetap merupakan proyeksi CryptoCon, bukan target harga yang sudah terkonfirmasi.

Siklus Bitcoin Masih Diperdebatkan

Perdebatan saat ini mengerucut pada dua pandangan. Kelompok bullish melihat pemulihan terbaru sebagai tanda cycle bottom sudah terbentuk.

Jika Bitcoin mampu mempertahankan kenaikan, membentuk higher high, dan menjaga higher low, argumen pemulihan akan semakin kuat.

CryptoCon berada di sisi berbeda. Ia menilai siklus historis Bitcoin masih membuka ruang bagi satu fase bearish terakhir sebelum bottom sebenarnya terbentuk.

Karena itu, semakin populernya narasi bull market Bitcoin justru membuatnya lebih berhati-hati. (Sol)

Artikel Menarik Lainnya