Saham ADHI Kena Suspend BEI Gegara Ini

|

7 Views
Saham ADHI Kena Suspend BEI Gegara Ini

FinanSaya.com – Bursa Efek Indonesia menghentikan sementara perdagangan saham ADHI mulai Senin, 24 Agustus 2026. Suspensi dilakukan setelah PT Adhi Karya (Persero) Tbk menunda pembayaran bunga dua seri obligasi yang jatuh tempo pada tanggal yang sama.

Berdasarkan pengumuman BEI, penghentian sementara berlaku untuk perdagangan efek ADHI di seluruh pasar sejak sesi pre-opening. Suspensi berlaku sampai ada pengumuman lebih lanjut dari Bursa.

Dua kewajiban yang tertunda adalah bunga ke-17 Obligasi Berkelanjutan III Adhi Karya Tahap III Tahun 2022 Seri B dengan kode ADHI03BCN3 dan Seri C dengan kode ADHI03CCN3.

BEI menilai penundaan pembayaran bunga tersebut perlu menjadi perhatian terkait kondisi perseroan.

“Atas penundaan pembayaran bunga tersebut, mengindikasikan adanya permasalahan pada kelangsungan usaha Perseroan,” tulis BEI dalam pengumumannya.

Saham ADHI Dihentikan Sementara

Suspensi membuat saham ADHI belum dapat diperdagangkan kembali sampai BEI mencabut penghentian sementara.

Sebelum terkena suspensi, saham ADHI terakhir berada di level Rp133 per saham pada perdagangan Jumat, 21 Agustus 2026.

BEI juga meminta pihak yang berkepentingan mencermati keterbukaan informasi yang disampaikan ADHI. Permintaan ini penting karena perkembangan berikutnya akan menentukan kapan perdagangan efek perseroan dapat kembali dibuka.

Kupon Obligasi Rp60,82 Miliar Tertunda

Masalah utama yang memicu suspensi adalah penundaan pembayaran kupon obligasi.

PEFINDO menyebut ADHI tidak mampu melayani pembayaran kupon Obligasi Berkelanjutan III Tahap III Seri B dan C senilai total Rp60,82 miliar yang jatuh tempo pada 24 Agustus 2026.

Kewajiban ini merupakan pembayaran bunga, bukan pelunasan pokok obligasi.

Mengacu data PT Kustodian Sentral Efek Indonesia, Obligasi Seri B memiliki nilai pokok Rp667,5 miliar dan jatuh tempo pada 24 Mei 2027.

Sementara itu, Obligasi Seri C memiliki nilai pokok Rp1,796 triliun dan jatuh tempo pada 24 Mei 2029.

Seri C menawarkan tingkat bunga tetap 10,2 persen per tahun dengan pembayaran setiap tiga bulan. Dokumen informasi tambahan penerbitan obligasi ADHI juga mencantumkan 24 Agustus 2026 sebagai jadwal pembayaran bunga ke-17.

Peringkat ADHI Turun ke idCCC

Penundaan pembayaran kupon ikut menekan peringkat kredit ADHI.

PT Pemeringkat Efek Indonesia pada 24 Agustus 2026 menurunkan peringkat korporasi ADHI beserta obligasi yang masih beredar menjadi idCCC dari sebelumnya idB.

Status peringkat perusahaan tetap berada dalam CreditWatch dengan Implikasi Negatif.

Peringkat idCCC menunjukkan surat utang berada dalam kondisi rentan terhadap kegagalan pembayaran. Kemampuan emiten memenuhi kewajiban keuangan jangka panjang juga sangat bergantung pada kondisi bisnis dan keuangan yang mendukung.

PEFINDO memperingatkan peringkat saham ADHI masih dapat diturunkan lebih lanjut jika perseroan tidak menyelesaikan kewajiban jatuh tempo tersebut dalam periode remedial yang tersedia.

Baca Juga: Wolf of Wall Street dan Bahaya Serakah di Pasar Saham

Tekanan Sudah Terlihat Sebelumnya

Tekanan terhadap saham ADHI tidak muncul tiba-tiba pada hari jatuh tempo kupon.

Pada 18 Agustus 2026, PEFINDO telah memangkas peringkat perseroan menjadi idB dari idBB. Penurunan itu dilakukan setelah Rapat Umum Pemegang Obligasi Seri B dan C tidak menyetujui permohonan perusahaan untuk menunda pembayaran kupon.

Saat itu, PEFINDO menyoroti sejumlah risiko. Di antaranya risiko likuiditas yang tinggi, fleksibilitas keuangan yang lemah, leverage yang tinggi, risiko eksekusi order book, serta lingkungan bisnis yang volatil.

Dengan perkembangan terbaru, tekanan terhadap ADHI menjadi semakin terlihat karena penundaan pembayaran kupon berujung pada suspensi perdagangan efek dan penurunan peringkat lanjutan.

Utang Disesuaikan Rp8,30 Triliun

Data PEFINDO menunjukkan total utang yang disesuaikan atau adjusted debt ADHI mencapai sekitar Rp8,30 triliun per Juni 2026.

Pada periode yang sama, adjusted equity tercatat Rp2,00 triliun. Dengan komposisi tersebut, rasio adjusted debt terhadap adjusted equity mencapai 4,1 kali.

Dari sisi kinerja, perusahaan membukukan penjualan Rp3,30 triliun. Laba bersih setelah kepentingan nonpengendali tercatat sekitar Rp8,5 miliar.

Data tersebut menjadi bagian dari gambaran tekanan keuangan yang dinilai pemeringkat. Namun, perkembangan berikutnya tetap bergantung pada kemampuan perseroan menyelesaikan kewajiban dan memperbaiki kondisi likuiditas.

Investor Diminta Cermati Keterbukaan

Dalam pengumumannya, BEI meminta investor dan pihak berkepentingan memperhatikan keterbukaan informasi ADHI.

Permintaan ini menjadi penting karena saham ADHI berada dalam status suspensi hingga pengumuman lebih lanjut. Selama suspensi berlangsung, pelaku pasar tidak dapat melakukan transaksi atas saham tersebut di Bursa.

Informasi berikutnya yang perlu dicermati mencakup penyelesaian pembayaran kupon, perkembangan periode remedial, respons pemegang obligasi, serta penjelasan resmi manajemen terkait rencana pemenuhan kewajiban.

Pada 24 Agustus 2026, saham ADHI disuspensi BEI setelah perseroan menunda pembayaran kupon obligasi Seri B dan C senilai Rp60,82 miliar, sementara PEFINDO menurunkan peringkat ADHI menjadi idCCC. (Sol)

Disclaimer: Artikel ini hanya bertujuan sebagai informasi dan edukasi, bukan merupakan ajakan, rekomendasi, maupun saran investasi untuk membeli atau menjual aset tertentu. Lakukan riset mandiri dan pertimbangkan kondisi keuangan pribadi.

Artikel Menarik Lainnya