Penataan Ulang Aktivitas Perdagangan di Pucang Anom

|

3 Views
Penataan Ulang Aktivitas Perdagangan di Pucang Anom

FinanSaya.com – Pemerintah Kota Surabaya mulai menata aktivitas perdagangan di kawasan Jalan Pucang Anom. Penataan dilakukan untuk mengurai kemacetan sekaligus mencegah genangan di sekitar Pasar Pucang Anom.

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengatakan langkah itu diambil setelah ia melihat langsung kondisi lalu lintas di kawasan tersebut.

Menurut Eri, kemacetan kerap terjadi pada pagi dan malam hari. Salah satu penyebabnya adalah semakin banyak pedagang yang berjualan di bahu jalan.

“Jadi beberapa hari yang lalu saya lewat Pasar Pucang. Pagi macet, malam macet, ternyata semakin banyak orang yang jualan di bahu jalan,” kata Wali Kota Eri, Minggu (23/8/2026).

Aktivitas Perdagangan Ditata Ulang

Eri menilai keberadaan pedagang kaki lima di bahu jalan turut berdampak pada aktivitas perdagangan yang berjualan di dalam pasar.

Karena itu, Pemkot Surabaya ingin menata kawasan tersebut agar pedagang di luar dan di dalam pasar sama-sama memiliki ruang yang sesuai.

“Jadi saya berharap di depan pasar itu tempat jualan bersih. Karena kan kasihan pedagang yang ada di dalam pasar,” katanya.

Penataan ini tidak dimaksudkan untuk melarang PKL berjualan. Pemkot Surabaya menegaskan pedagang tetap bisa menjalankan usaha, tetapi tidak lagi menggunakan bahu jalan yang seharusnya menjadi ruang kendaraan.

“Jadi PKL diminta pindah dari bahu jalan bukan berarti mereka tidak boleh berjualan, tidak. Mereka boleh berjualan tapi di tempat yang sesuai,” tegasnya.

PKL Disiapkan di Lantai Dua Pasar

Sebagai pengganti lokasi berjualan di bahu jalan, Pemkot Surabaya menyiapkan area untuk aktivitas perdagangan di lantai dua Pasar Pucang Anom.

Area tersebut disiapkan agar pedagang tetap dapat berjualan tanpa mengganggu fungsi jalan. Sementara itu, bahu jalan akan dikembalikan sebagai jalur kendaraan roda dua dan roda empat.

“Jadi kami sediakan tempat di lantai dua. Karena ini bahu jalan dibuat lewat mobil dan motor agar tidak macet. Makanya kita tata bareng-bareng,” ujarnya.

Eri berharap pemindahan tersebut tidak membuat aktivitas perdaganan menurun. Ia meminta masyarakat ikut mendukung agar lokasi baru tetap ramai.

“Jadi doakan pedagang yang kami pindah di lantai dua, tetap ramai seperti biasanya,” katanya.

Dengan skema ini, aktivitas perdagangan di kawasan Pucang Anom tetap berjalan, tetapi ditempatkan di area yang lebih tertata.

Saluran Air Ikut Dibersihkan

Penataan kawasan Pucang Anom tidak hanya menyasar pedagang. Pemkot Surabaya juga membenahi saluran air di sekitar pasar.

Langkah ini dilakukan karena kawasan tersebut sempat mengalami genangan saat hujan deras. Eri mengatakan saluran akan dikeruk dan dibongkar dari ujung ke ujung.

“Karena di sini kemarin juga ada genangan air pada waktu hujan deras. Ini teman-teman (pemkot) sudah saya minta keruk (saluran), nanti akan kita bongkar semua salurannya mulai dari ujung sampai ujung,” ungkap dia.

Menurut Eri, saluran air di kawasan itu sudah lama sulit dikeruk karena tertutup aktivitas berjualan. Kondisi tersebut membuat endapan lumpur menumpuk dan menghambat aliran air.

Baca Juga: Pasar Murah Serentak, Surabaya Sediakan Beras dan Minyak

Ekskavator Dipakai Angkat Lumpur

Pemkot Surabaya akan menggunakan ekskavator untuk mengambil endapan lumpur dari saluran air. Pengerukan ini menjadi bagian dari upaya mencegah genangan berulang saat hujan deras.

“Karena ini (saluran air) sudah lama tidak bisa dikeruk karena dibuat jualan. Maka ini dibersihkan, nanti dibongkar semuanya kita pakai ekskavator untuk ambil endapan lumpurnya,” paparnya.

Setelah saluran dibersihkan, area di atas saluran akan ditata kembali. Pemkot berencana menjadikannya sebagai jalan dan mengaspal hingga bahu jalan.

Dengan pembenahan tersebut, aktivitas perdagangan ke depan pasar diharapkan lebih rapi. Fungsi saluran air juga dapat kembali optimal untuk mengalirkan air saat hujan.

Parkir Diatur Satu Sisi

Selain pedagang dan saluran, Pemkot Surabaya juga menata parkir di kawasan Jalan Pucang Anom.

Eri menyebut parkir hanya diperbolehkan pada satu sisi. Sisi lainnya harus bebas dari kendaraan parkir agar arus lalu lintas tidak kembali tersendat.

“Jadi parkir hanya satu sisi di depannya, satu sisi tidak boleh ada parkir, karena bikin macet. Jadi itu yang kita lakukan,” tegasnya.

Pengaturan parkir ini menjadi bagian penting dari penataan kawasan. Jika pedagang sudah dipindah, tetapi parkir tetap menutup badan atau bahu jalan, potensi macet tetap bisa muncul.

Karena itu, penataan aktivitas perdagangan juga perlu diikuti pengaturan arus kendaraan dan parkir di sekitar pasar.

Pedagang Pasar Ikut Dilindungi

Eri berharap penataan Jalan Pucang Anom dapat memberi manfaat bagi banyak pihak. Lalu lintas diharapkan lebih lancar, kawasan pasar lebih tertib, dan risiko genangan berkurang.

Di sisi lain, aktivitas perdagangan yang berada di dalam Pasar Pucang Anom juga diharapkan ikut terlindungi dari persaingan lokasi yang tidak seimbang dengan PKL di bahu jalan.

“Semoga setelah ini Jalan Pucang tidak macet, yang kedua tampak rapi, yang ketiga tidak ada genangan, dan yang keempat pedagang yang ada di dalam pasar merasa bahwa mereka juga terlindungi,” pungkasnya.

Penataan Jalan Pucang Anom mencakup pemindahan PKL ke lantai dua Pasar Pucang Anom, pengerukan saluran air dengan ekskavator, pengaspalan hingga bahu jalan, serta pengaturan parkir satu sisi. (Sol)

Artikel Menarik Lainnya